
"Pagi,mamiku yang cantik !"cup, Davian mengecup pipi maminya dan duduk bergabung untuk sarapan.
"Pi !"Papi hanya mengangguk dan melanjutkan sarapan.
Sepertinya papi tipe pria yang kalem dan tak banyak bicara.Berbanding terbalik dengan kelakuan istrinya.Pasangan yang saling melengkapi.
Mami heran melihat Davian yang ikut sarapan.Biasanya Davian bangun siang disaat weekend seperti ini.
"Tumben sudah bangun."
Davian hanya tersenyum memamerkan giginya yang putih, bersih dan rapi.Lalu memulai sarapannya.
Tak lama kemudian, Fahri datang membawa berkas yang Davian pinta waktu itu.
"Assalamualaikum.Pagi semua !"sapa Fahri sopan.
"Waalaikumussalam."Jawab semuanya.
"Eh, Fahri ! sini,nak.Ikut sarapan,"lanjut mami mengajak Fahri.
"Aduh, nggak usah,Bu.Kebetulan saya sudah sarapan tadi,"tolak Fahri tak enak.Salah sendiri datang disaat sarapan begini.
"Nggak apa-apalah,kamu sarapan lagi aja,"paksa mami Manda.
"Tapi,Bu......."Fahri langsung diam ketika melihat tatapan tajam dari mami Manda dan ikut bergabung ke meja makan.
"Ya,sudah kamu minum jusnya saja kalau gitu,"ucap mami lembut dan memberikan jus mangga kesukaan Fahri.Mami Manda emang paling best-lah pokoknya.
__ADS_1
"Kamu sekarang kelihatan kurus banget,tahu nggak sih ?"Mami Manda melihat Fahri miris.
Papi dan Davian melihat ke arah Fahri, mengamati.Fahri yang ditatap hanya merasa mami mengada-ada.Pasti ada yang mau disampaikan oleh mami Manda.Tebak Fahri.
"Kamu sama Davian itu sama.Nggak pandai mengurus diri sendiri.Makanya, kalian butuh seseorang untuk mengurus kalian.Jangan terlalu betah, sendiri begini,"lanjut mami memulai Omelan paginya.Tuh,kan.......
Davian hanya memutar bola matanya malas dan segera beranjak menuju ke ruang kerjanya.
"Aku tunggu di ruang kerja,"beritahu Davian pada Fahri.Tak ingin berlama-lama, Fahri pun menyusul Davian.
"Gitu tuh Pi, anak-anak papi.Kalo dibilangin,pada nggak mau denger.Main pergi aja."Akhirnya papi Bara lah yang haru mendengar Omelan dari mami Manda.
Di ruang kerja
"Mana informasinya,"tanya Davian to the point.
Fahri pun menyerahkan amplop yang berisi informasi yang diinginkan Davian.Davian mulai membaca.
"Ya,Boss."
"Kamu masih mengawasinya,kan?"
"Iya, Boss.Beberapa anak buah kita sudah mengawasi dan mengikuti ke mana pun dia pergi,"jelas Fahri.
"Bagus ! aku akan menemuinya sekarang,"putus Davian.
"Boss yakin?"
__ADS_1
"Kenapa?"tanya Davian yang hanya di balas gelengan kepala oleh Fahri.
Davian pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan diri dan Fahri segera bergabung dengan papi-mami di ruang keluarga setelah selesai sarapan sembari menunggu Davian.
Beberapa saat kemudian, Davian yang sudah rapi dengan pakaian casualnya menghampiri Fahri ke ruang keluarga.
"Mau ke mana kalian ?"tanya mami kepo.
"Mau menemui calon mantu mami," jawab Davian percaya diri.Davian pikir,dia tidak mungkin ditolak.Mami dan papi saling pandang.
"Emang Davian punya pacar?"tanya papi tak percaya pada Fahri.
Fahri hanya mengangkat kedua bahunya dengan cengiran bingung.
Di pemakaman
Setelah hampir dua jam Aiyla dan Billa membersihkan makam bunda Amine, Aiyla berpamitan.
"Bunda,maaf Aiyla jarang mengunjungi bunda,"sesal Aiyla merasa bersalah.
Lepas itu,Aiyla dan Billa berdoa untuk ketenangan sang bunda.
"Bunda,Ai dan Billa pamit dulu."
"Assalamualaikum,"pamit Aiyla dan Billa.
Karena sudah memasuki waktu Dzuhur, Aiyla dan Billa memutuskan untuk singgah si sebuah mushola.Kemudian melanjutkan rencana mereka untuk jalan-jalan mengelilingi mall.
__ADS_1
Di sebuah food court, Aiyla dan Billa sedang menikmati makan siang sebelum lanjut jalan-jalan.
"Hai, boleh gabung,"sapa seseorang menghampiri mereka.