
Ciiitttt.......
Davian menghentikan laju motornya.Aiyla turun dari motor dan melihat sebuah taman hiburan.Ya, Davian mengajak Aiyla ke taman hiburan.Setelah memarkirkan motornya, Davian dan Aiyla masuk ke dalam.Wajah Aiyla tampak berbinar-binar melihat semua permainan yang ada di sekelilingnya.
"Happy ?"tanya Davian melihat wajah Aiyla.
Aiyla mengangguk semangat.Sudah lama sekali rasanya Aiyla tidak pergi ke tempat rekreasi seperti ini.Mungkin sejak sang bunda meninggalkannya untuk selama-lamanya.Setelah kepergian sang bunda, Aiyla dan ayahnya seperti dua orang kerabat jauh, saling menyapa tapi hanya sekedar say hai.Ayahnya lebih sering pergi sendiri daripada mengajaknya.
Melihat Aiyla yang seperti tenggelam dalam
pikirannya sendiri, Aiyla mengelus rambut Aiyla sayang dan berhasil membuat Aiyla sadar dari lamunannya.
"Kenapa ?"Davian ingin tahu apa yang dipikirkan oleh wanita yang sudah masuk ke dalam hatinya ini.Aiyla menggeleng menatap mata Davian.
"Nggak apa-apa, cuma lagi mikir mau naik wahana yang mana dulu,ya?"jawab Aiyla.
Davian tahu bukan itu sepertinya apa yang sedang Aiyla pikirkan.Tapi Davian tak ingin memaksa Aiyla menceritakannya.Aiyla memang memberikan kesempatan untuk Davian,tapi Aiyla masih belum bisa percaya pada Davian untuk menceritakan apa yang dia
rasa dan apa yang dia pikirkan.
"Hem.... gimana kalau kita mulai dengan wahana yang paling kecil dulu tingkat adrenalinnya?"Davian manggut-manggut seolah berpikir.
"Oke, let's go...."semangat Aiyla mengajak Davian.Davian menghentikan langkah Aiyla dan menyatukan jemari tangan mereka.
__ADS_1
Kemudian menggandeng Aiyla ke wahana yang akan mereka naiki.Aiyla melihat tangannya yang digandeng Davian, tiba-tiba wajahnya bersemu merah.Mungkin karena panas kali ya......
Setelah puas menaiki beberapa wahana permainan, Aiyla dan Davian memutuskan untuk istirahat sembari makan siang.
Di tempat makan, mereka memesan makanan
olahan seafood.Davian sangat menyukai masakan yang berbahan dasar seafood.
Apalagi udang dan kepiting.Pelan-pelan mereka saling mengetahui apa yang disukai dan apa yang tidak disukai.Saking lahapnya Davian makan, Davian sampai tidak sadar kalau makanannya belepotan ke dagunya.
Sedikit loh ya, nggak ke seluruh dagunya.
"Itu dagu mas ada sausnya !"beritahu Aiyla
memanggilnya mas.Gitu aja sudah seneng ya
mas Davian...
"Bersihin dong,yang !"pinta Davian manja.Eh...
kok udah yang-yangan aja, pikir Aiyla.Baru juga pertama kali jalan berdua.Aiyla menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
Melihat Aiyla yang masih diam, Davian malah mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi.Aiyla
__ADS_1
mendadak kaku melihat wajah Davian dari jarak sedekat itu.Aiyla langsung mendorong bahu Davian dan segera membersihkannya.
Wajah Aiyla kembali bersemu dan jantungnya
berdegup kencang sekali.Aiyla sampai takut terkena serangan jantung saking kuatnya.
Setelah selesai makan, Aiyla dan Davian melanjutkan permainan mereka.Aiyla benar-benar bahagia sekali hari ini.Tapi sayang, mereka harus berhenti karena Davian
yang tiba-tiba pucat dan muntah-muntah.Aiyla
menahan tawanya saat melihat wajah Davian.
"Ketawa aja, nggak usah ditahan.Mas bahagia melihat kamu bahagia,"ucap Davian dengan mendengus kesal.Aiyla yang tak dapat menahan tawanya pun langsung tertawa lepas.Davian seperti itu karena tak kuat menaiki wahana roller coaster.Setelah turun dari roller coaster, Davian langsung berlari menepi dan muntah-muntah.
Setelah puas menjelajahi semua permainan dan makanan yang ada di sana, Davian mengajak Aiyla pulang karena hari juga sudah sore.
Sesampainya mereka di depan pagar rumah Aiyla, Davian melepaskan helm yang Aiyla pakai.
"Terimakasih banyak untuk hari ini,aku sangat.... sangat..... bahagia.Terimakasih juga
hadiahnya,"ucap Aiyla menunjuk ke beberapa hadiah yang Davian berikan.Davian juga memberikan Aiyla boneka beruang yang besar.Untuk Aiyla peluk katanya.
"Apapun yang membuat Aiyla ku bahagia,aku akan melakukannya dengan senang hati,"Davian benar-benar membuat Aiyla
__ADS_1
merasa dicintai.