
Sesaat sebelum sarapan.
Davian menghampiri istrinya yang berdiri didekat pagar balkon kamarnya menginap.Dipeluknya tubuh ramping itu dari belakang.Tadi, setelah melakukan kewajibannya, Aiyla yang tak tahu harus berbuat apa melihat semburat jingga di langit.Dari pada tidur lagi,lebih baik menunggu matahari terbit dari balkon kamarnya.
Aiyla tersentak kaget dipeluk oleh Davian.Maklum belum terbiasa.Diciumnya pelipis wanita yang sudah membuatnya jatuh hati.Lama mereka berdiri di sana.
"Kita akan pergi Honeymoon hari ini !"beritahu Davian.
Aiyla menoleh dengan kening yang mengerut penuh tanya.
"Tapi, bagaimana dengan pria yang aku cari ? Mas tahu kan,ini tuh sangat penting,"papar Aiyla.
Davian menarik nafas panjang dan membalik tubuh Aiyla menghadapnya.
"Kamu tenang aja,mas sudah menyuruh orang yang mas percayai untuk menyelidiki semuanya.Kita akan tahu yang sebenar-benarnya terjadi,hum.Percaya sama mas !"Davian memeluk erat Aiyla.
"Sekarang kita nikmati dulu masa-masa pengantin baru kita sambil menunggu penyelidikan itu !"lanjut Davian.
Aiyla mengangguk,"tapi...."
__ADS_1
Davian mengangkat wajah Aiyla dengan kedua tangannya dan memberikan kecupan di bibir mungil itu lagi yang tak akan membuatnya bosan.
Cup...cup.....cup.....
"Kamu mau pergi ke mana? Paris, Swiss atau ke mana?Mas akan menuruti keinginan kamu !"Davian tidak mau Aiyla menolak.
Aiyla berpikir sejenak."Baiklah,tapi di Indonesia aja.Yang deket-deket aja,aku takut naik pesawat lama-lama."
Davian tersenyum dan berpikir,"bagaimana kalau Jogja ? di sana juga banyak tempat-tempat yang pas untuk pasangan pengantin baru."
"Hemmm..... terserah mas."
* * *
Baru kali ini, Aiyla melakukan perjalanan yang lumayan jauh.Dulu paling jauh palingan cuma sampai Bandung.Aiyla menikmati perjalanan dari bandara menuju ke hotel tempat mereka akan menginap.
Di dalam mobil yang akan mengantar mereka, Davian tidak pernah melepaskan genggaman tangan Aiyla.Dikecupnya tangan itu berulang kali.Kebahagiaan Aiyla adalah kebahagiaannya juga.
Sampai di hotel, Davian langsung diantar ke kamar presidential suite, karena Fahri sudah mengurus semuanya saat Davian memintanya tadi.
__ADS_1
Aiyla terpukau dengan kamar yang ditata dengan sangat cantik, khusus untuk pasangan yang berbulan madu.Aiyla membuka pintu balkon yang langsung menghadap ke arah pantai dengan pasir putihnya.Tempat yang pas untuk melihat sunrise dan sunset dengan puas.
"Suka?"Davian lagi-lagi memeluk Aiyla dari belakang, menghirup dalam wangi lembut tubuh Sepertinya Davian menyukai posisi ini.
Aiyla mengangguk senang, menggenggam tangan Davian yang memeluknya."Terimakasih sudah memperlakukan aku dengan sangat baik."
"Mas sudah mengambil tanggung jawab ayah Reyhan untuk melindungi dan membuat Aiyla ku bahagia,"Davian mengecup kepala Aiyla berkali-kali.
Walaupun kata cinta tidak pernah terdengar dari bibir Davian,tapi Aiyla sudah merasa sangat dicintai oleh Davian lewat hal-hal yang dilakukannya.
"Sudah saatnya makan siang,mau di sini atau kita makan di restoran hotel ?"tanya Davian.
"Kita cari makan di luar aja, yah ? sekalian jalan-jalan !"pinta Aiyla dengan manja.Baru kali ini Aiyla memperlihatkan sifat manjanya pada orang lain.Mungkin karena Aiyla sudah merasa nyaman dengan Davian, suaminya.
"Kita baru nyampe, emangnya kamu nggak capek kalo langsung jalan-jalan ? inget ! nanti malam kita harus....."Davian menaik-turunkan alisnya.
"Kita cari tempat makan di pantai deket sini aja.Lumayan sambil cuci mata, ngeliat bule-bule berjemur,"Aiyla sudah bisa membalas godaan Davian.
Davian menghentikan Aiyla yang hendak pergi,"nggak boleh menatap pria lain selain mas,OK ! Kalau nggak,lebih baik nggak usah keluar.Kita di kamar aja sampe pulang,paham !"
__ADS_1
Aiyla menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal,"hemmm....."
* * *