Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Luapan Emosi


__ADS_3

Aiyla memberikan foto-foto Ayahnya dan Bu Rosa.Ada foto Ayah Reyhan dan Bu Rosa sedang tertidur dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan sebuah foto yang memperlihatkan Bu Rosa yang mengenakan kebaya pengantin.


"Anda bisa jelaskan foto-foto apa ini?Siapa sebenarnya yang penghianat di sini?Bundaku, yang sudah jelas tidak pernah dekat dengan seorang pria atau Anda,yang selalu dikelilingi oleh banyak 'teman wanita'?"tanya Aiyla yang sudah dibakar amarah.Aiyla kecewa dengan sikap Ayahnya yang sudah menuduh Bundanya.


Ayah Reyhan mengambil foto-foto tersebut. Dia tidak tahu-menahu tentang foto itu.Kapan foto itu diambil, dari mana Aiyla mendapatkannya,Ayah Reyhan benar-benar tidak tahu.Dia sudah menyelidiki istrinya waktu itu dan orang yang dia suruh juga Bu Rosa lah yang merekomendasikannya.Ayah Reyhan menatap Bu Rosa dengan tatapan yang seakan ingin mencekiknya.Rahangnya mengeras,apa hasil tes DNA itu juga sudah dipalsukan?Karena wanita itu juga yang mengambilnya dari rumah sakit.


Kalau memang itu sudah diatur sedemikian rupa oleh Bu Rosa,alangkah bodohnya Ayah Reyhan karena sudah masuk ke dalam jebakannya.Bahkan sampai bertahun-tahun. Dan betapa kejamnya Ayah Reyhan kepada istri yang dia cintai cuma gara-gara sebuah foto yang bahkan tidak membuktikan apa-apa.Ayah Reyhan dan Bunda Amine menikah bukan karena perjodohan.Ayah Reyhan benar-benar menyukai pribadi Bunda yang santun dan lembut hatinya.


"Saat Bunda menahan sesak di dadanya,Anda ada di mana?Saat Bunda menahan rasa sakitnya,Anda ada di mana?Bahkan,saat Bundaku menghembuskan nafas terakhirnya,Anda sebagai orang yang paling diharapkan selalu ada disisinya berada di mana?


Di rumahnya?Mengucap janji untuk selalu membahagiakannya?Apa anda pernah memberitahu Bundaku,apa yang membuat Anda tidak peduli lagi padanya?Bukankah tidak adil untuknya diperlakukan seperti seorang penghianat tanpa bertanya padanya, di mana letak kesalahannya?"Aiyla sudah tidak lagi menahan air matanya.


Hari ini,Aiyla akan meluapkan semua yang ada di hatinya.Ayah Reyhan terdiam membisu mendengar pertanyaan-pertanyaan yang Aiyla lontarkan.Dia pun merasa sangat kejam pada istrinya.Tanpa bertanya apapun,dia langsung pergi menjauh dan tidak mempedulikan anak dan istrinya.

__ADS_1


Aiyla ingat Bundanya pergi dengan terburu-buru saat itu,"Apa Bunda melihat Anda mengucapkan ijab atas nama wanita itu?"


Ayah Reyhan menatap Aiyla dengan air mata yang siap untuk turun dari tempatnya.Apakah benar istrinya melihatnya?Ayah Reyhan terduduk lemas.Apa istrinya mengalami serangan jantung akibat dari ulahnya?


"Anda bahkan tidak memperlakukan Bundaku dengan baik saat dia sudah terbujur kaku.Anda pikir,apa yang bisa dilakukan oleh anak berusia sepuluh tahun untuk mengurus kematian ibunya?"Aiyla mengingat kembali saat-saat dimana dia harus menyaksikan sendiri proses pemakaman Bundanya.


Billa yang menyaksikan kerapuhan Aiyla segera memeluknya dan ikut menangis.Radit yang berada di luar,terus menghubungi nomor Davian.Radit juga sayup-sayup mendengar keributan yang ada di dalam sana.Pak Joko sangat menyesal telah ikut andil dalam hancurnya sebuah keluarga.Bu Rosa hanya diam melihat suaminya.Dia takut,bagaimana nasibnya nanti.


* * *


"Halo,Bang!Ke mana aja sih?Dari tadi ditelpon, nggak bisa-bisa?"Radit langsung mengomel tanpa mengucapkan salam.


"Waalaikumussalam!"Radit mengingatkan.

__ADS_1


"Iya,maaf!Assalamualaikum!"


"Ada masalah apa?"tanya Radit to the point.


Radit menceritakan semua yang terjadi pada Aiyla kepada Davian.Davian memang belum sempat menemui Pak Joko karena harus mengurusi masalah yang dialami perusahaan cabang yang ada di kota sebelah.Dan itu harus Davian sendiri selaku pemilik projek yang harus menanganinya.Davian mengepalkan tangannya dan segera menyuruh Fahri untuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah mertuanya.


* * *


"Andai saja,saya memang bukan anak kandung Anda,mungkin rasanya nggak akan se-kecewa ini!Tapi terima kasih,walaupun Anda tidak peduli dengan kehadiran saya, setidaknya Anda masih mau memberi tempat untuk berlindung dan masih memberikan makan untuk saya."


Aiyla melihat ke sekeliling rumah,di sinilah kenangannya bersama sang Bunda tercipta. Aiyla menghapus air matanya dan segera keluar dari rumah itu.Billa dengan setia merangkul sahabatnya itu masuk ke mobil.Memberikan pelukan dukungan untuknya.Memberi tahu kalau dia tidak sendiri.Masih banyak orang-orang yang begitu menyayanginya.Mobil yang di kendarai oleh Radit itupun pergi dan disusul oleh mobil yang lain.


Sementara di dalam rumah,Ayah Reyhan masih termenung memutar kembali ingatannya ke saat-saat dimana dia begitu bahagia bisa menikah dengan seorang gadis yang ditemuinya di taman dekat pabrik milik orang tuanya.Dialah Amine Fahira,gadis cantik dan baik hati yang sangat dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2