Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Papi dan Mami Kecewa


__ADS_3

"Pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan."


Semua mata tertuju pada sumber suara, Davian dan Fahri terkejut melihat siapa yang menghentikan pernikahan ini.Sedangkan Aiyla dan Billa saling pandang bingung.


"Ma-mami....mami sudah pulang?"Davian menghampiri mami dan papinya.Tapi,mami Manda mengangkat tangannya menghentikan Davian.


"Kalau mami belum pulang,apa mungkin mami berada dihadapan kamu sekarang ?"mami Manda dalam mode emosi.Davian menggaruk pelipisnya yang tak gatal.Papi Bara menatap tajam Davian dan Fahri bergantian.Bisa-bisanya melakukan hal sepenting ini tanpa memberitahu mereka.

__ADS_1


"Maaf sekali lagi,bapak! Pernikahan ini kami batalkan !"ucap papi Bara."Kalian,"tunjuk papi Bara pada keempat orang itu."Kami tunggu di rumah !"Papi Bara dan mami Manda pergi dari sana.Keempat orang itu saling pandang.Davian dan Fahri akhirnya menurut dan mengajak Aiyla dan Billa ke mansion papi Bara.


*****


Sesampainya di mansion,mami dan papi sudah menunggu kehadiran Davian dan Fahri beserta dua perempuan yang tidak mereka ketahui siapa.Davian dan Fahri menghadap papi dan mami gugup,"dari mana mereka tahu kalau aku akan menikah ?"ucap Davian dalam hati dan melihat kearah Fahri.Fahri yang ditatap Davian mengangkat kedua bahunya seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Davian.


"Begini cara kalian menghormati kami sebagai orang tua?apa hal sepenting ini kami tidak perlu tahu ?"tanya papi kecewa.Untung saja pak Andi,orang kepercayaan papi memberi tahu mereka kalau hari ini Davian akan menikahi seorang gadis yang tidak mereka kenal.Kemarin, kebetulan pak Andi sedang mengurus pernikahan keponakan istrinya.Dan tanpa sengaja pak Andi melihat Fahri juga ada di sana.Setelah diselidiki, ternyata Fahri sedang mengurus pernikahan Davian.Pak Andi pun segera melaporkannya ke papi Bara.Melihat Davian dan Fahri yang hanya diam,papi memutuskan untuk menginterogasi kedua perempuan yang tengah asyik menundukkan kepala itu.Papi Bara memberi kode pada mami untuk naik ke atas.

__ADS_1


"Kalian berdua,"tunjuk papi pada Aiyla dan Billa."Ikut saya !"Aiyla dan Billa tidak punya pilihan lain selain menurut dan segera mengikuti langkah papi dan mami.


"Pi,ini salah Davi yang tidak memberi tahu papi mami.Mereka tidak ada tahu apa-apa."Davian menghentikan papi dan maminya.Papi dan mami tidak menghiraukan ucapan Davian dan melanjutkan langkahnya.


"Aiyla, kalau papi dan mami mengatakan hal yang tidak-tidak atau menyuruhmu untuk menjauhi mas,kamu jangan mau,hum ! sekalipun mereka memberikan cek dengan nominal yang tak terhingga kamu jangan tergoda.Kamu sudah setuju akan menikah dengan mas dan mas nggak akan pernah melepaskan mu,kamu ngerti?"Davian memegang kedua bahu Aiyla dengan sedikit meremasnya.Terlihat jelas kekhawatiran di wajah Davian.Papi dan mami ingin tertawa rasanya,"kenapa anak kita lebay sekali,"begitulah pikir mami dan papi.Mami segera menjewer telinga putranya yang lebay itu.


"Kamu nggak usah ikut campur,tadi disuruh jelasin kamu diam aja.Sekarang malah cerewet banget kayak gini."Mami menjewer Davian dengan kasih sayangnya sampai-sampai membuat Fahri,Aiyla,dan Billa bergidik ngeri.

__ADS_1


"Aduh,mi....ampun,mi !"Davian mengaduh.Mami melepaskan jeweran nya dan segera pergi menyusul suaminya yang telah pergi dengan diikuti oleh Aiyla dan Billa.Ternyata papi mengajak Aiyla dan Billa ke ruang santai dan mengunci pintu agar Davian tidak menggangu jalannya sidang yang akan mereka lakukan.Mami mengajak Aiyla dan Billa duduk dihadapannya dan suaminya.Sementara Davian yang menyadari mereka telah pergi segera mencari mereka di lantai atas.Fahri bingung harus apa,dan akhirnya memutuskan untuk menunggu saja di ruang tamu sambil menikmati minuman dan cemilan yang disiapkan oleh maid tadi.


__ADS_2