
"Saya terima nikah dan kawinnya Aiyla Amine Salim binti Reyhan Salim dengan mas kawinnya tersebut dibayar tunai,"Davian mengucapkan ijab dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi,sah ?"tanya pak penghulu.Dan para saksi pun kompak mengucapkan,"sah..."
"Alhamdulillah......"
Setelah doa-doa dipanjatkan, Davian dan Aiyla diminta untuk saling memakaikan cincin.Aiyla mencium punggung tangan Davian dan Davian mencium kening Aiyla lama sembari berdoa untuk kebahagiaan rumahtangganya.
Aiyla masih memakai nama ayahnya karena ayah Reyhan selama ini masih menganggap dan menampung Aiyla sebagai anaknya.Sebenarnya di dalam lubuk hatinya, ayah Reyhan bahagia Aiyla mendapatkan pasangan yang baik.Ayah Reyhan lah yang menggendongnya saat baru lahir, mengadzani bahkan sampai tidak tidur semalaman ketika Aiyla sakit.Namun, karena foto-foto dan hasil tes DNA itu,ayah Reyhan merasa tidak dihargai sebagai seorang suami sehingga mengeraskan hatinya.
"Pak Reyhan !"sapa papi Bara pada besannya itu.Mereka duduk bersama tapi tak saling bicara.
"Maaf ya,jeng !apa jeng Manda tidak diberi tahu kalau Aiyla itu diusir oleh ayahnya?"ibu Rosa sok akrab dengan mami Manda.
__ADS_1
Mami Manda menoleh kearah Bu Rosa,"maksudnya ?"
"Dia itu diusir karena ketahuan pergi ke hotel bersama seorang pria.Apa kata orang nanti kalau tahu menantu orang yang paling dihormati kelakuannya seperti itu?"Bu Rosa menghasut mami.Camilla mengangguk.Dia iri kenapa nasib Aiyla malah lebih beruntung saat dia sudah diusir.
Mami menghela nafas panjang, Aiyla bahkan sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.Mami cuma tersenyum menanggapi celotehan Bu Rosa.Ayah Reyhan mengajak istri dan anak tirinya pulang sebelum mengatakan hal-hal yang bisa membuatnya malu.Aiyla melihat ayahnya pergi tanpa mengucapkan apapun padanya.Kecewa,sudah pasti tapi mau bagaimana lagi kebenaran masih belum terungkap.
Davian menggenggam tangan Aiyla, menguatkannya.Setelah tamu-tamu menyalami, Davian dan Aiyla pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena nanti malam akan langsung diadakan resepsi.
"Mas !"Aiyla memberikan sebuah foto pada Davian."Ini foto orang itu dan ini informasi yang Aiyla dapat dari pabrik."
Davian menerimanya dengan wajah yang keruh dan melihatnya."Iya,kamu tenang aja.Mas pasti cari orang itu dan kita akan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya,hum!"Aiyla mengangguk dan bergegas ke kamar mandi.
"Eits....."Davian menahan Aiyla dengan memeluknya dari belakang,"kenapa sih buru-buru banget ?"Aiyla menegang.
__ADS_1
Baru kali ini Aiyla mendapat sentuhan dari lawan jenis.perutnya mendadak kaku.
"M-mas Aiyla mau bersih-bersih,kan mami bilang harus istirahat !"Aiyla mencoba melepaskan pelukan Davian.
Davian memutar tubuh Aiyla menghadap ke arahnya.Diangkatnya dagu Aiyla agar menatap matanya.Dipandangnya wajah cantik itu dari mulai mata, hidung dan berhenti di bibir yang terus menggodanya entah sejak kapan.Diusapnya bibir mungil itu dengan jempolnya.Aiyla hanya diam dengan tangan yang menggenggam ujung kebaya yang digunakannya.Aiyla mendadak mulas saking gugupnya.
Lama kelamaan, wajah Davian mendekat sampai hanya tinggal beberapa senti saja bibir mereka akan menempel, tiba-tiba Aiyla mendorong wajahnya refleks.Davian membulatkan matanya menggeram.Dengan tangan yang masih berada di atas, Aiyla membuka matanya.
"Ma-maaf mas, Aiyla nggak sengaja.Refleks tadi, karena mas tiba-tiba mendekat dan..."
Cup....belum Aiyla menyelesaikan kalimatnya, Davian sudah menempelkan bibirnya pada bibir Aiyla.Aiyla melotot kaget dan hendak mendorong dada Davian.Tapi, Davian dengan sigap menangkap tangannya.Walaupun ini sama-sama ciuman pertama mereka, tapi Davian sudah seperti ahlinya saja.Mungkin nalurinya sebagai seorang lelaki yang menuntunnya.
Davian melepaskan ciumannya,"nafas,Ai !"Davian menyadarkan Aiyla yang mendadak kaku karena Davian juga menempelkan tubuhnya pada Aiyla.Baru juga dikecup, batin Davian.Aiyla mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
"Rileks,Ai ! ikuti saja sesuai naluri kamu,hum !"Davian mengajari seperti seorang ahli.Davian kembali mendekatkan wajahnya dan mendadak memejamkan matanya kesal mendengar suara ketukan pintu.
"Siapa sih, berani-beraninya ganggu acara pengantin baru ?"gerutu Davian.