Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Melamar


__ADS_3

Semua orang tengah sibuk berdandan untuk ikut serta dalam acara yang sangat dinantikan oleh Radit dan keluarga.Kemarin,akhirnya setelah mendapat wejangan dari Abah dan ibunya,Billa menyetujui pinangan dari Raditya Wijaya.


"Aduh,Mama kok nervous begini yah!Mama takut calon mantu Mama berubah pikiran."


"Ma!Omongannya!"Papa mengingatkan.


"Iya,Pa!Sorry!"


"Semua sudah siap?"Mami datang.


"Sudah,Mbak!"jawab Mama.


Setelah memastikan lagi semua barang-barang yang akan dibawa,mereka pun pergi dari kediaman keluarga Adhitama menuju rumah Billa.Radit tidak membawa banyak orang untuk melamar.Hanya kedua orang tuanya,keluarga Papi Bara,ayahnya Aiyla dan pastinya Fahri yang sudah dianggap saudara olehnya.Sementara kakaknya,Nana belum bisa ikut karena ikut suaminya ke luar kota untuk urusan pekerjaan.


Sampai di depan rumah Billa,Aiyla langsung menemui Abah untuk izin melihat sahabatnya tersayang dan Abah pun mengizinkan.Aiyla masuk kedalam kamar Billa dan melihat Billa yang masih bersiap-siap dengan dibantu ibunya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam,"keduanya menoleh.


"Wah.....nggak nyangka,seorang Salshabilla bisa lebih cantik dari bidadari dari kahyangan,"goda Aiyla.


"Hemmm.......mulai deh."


"Aku serius.Iya kan,Bu?"

__ADS_1


"Tentu saja,lihat dong bagaimana ibunya!"


Pak Indra sebagai ayah dari Radit memulai untuk membicarakan niatnya untuk melamar Billa menjadi menantunya.Abah pun menerimanya dengan tangan terbuka.Acara berlangsung dengan baik.Setelah memasangkan cincin,mereka melakukan foto bersama dan makan-makan.


Dua Minggu lagi,Radit dan Billa akan melangsungkan pernikahan mereka di sebuah hotel yang dimiliki keluarga Adhitama.Papi sendiri yang memintanya dan Pak Andri juga menyetujuinya.Radit terus menatap Billa sejak muncul dari kamarnya.Billa yang didandani dengan riasan natural dan kebaya modern yang membalut tubuhnya,terlihat sangat cantik dan feminim.


Davian menyentil kening Radit agar sadar dari pikirannya yang entah sudah kemana.Radit mengusap keningnya yang terasa panas.Davian tersenyum miring melihat Radit yang terus mengoceh tak jelas.


"Mas!Jahil banget sih,"kata Aiyla.


"Enggak,sayang!Mas cuma ingin menyadarkannya saja.Dari tadi Dia tuh melamun,"Davian beralasan.


"Bang Davian bohong,Aiy!Aku nggak ngelamun,tuh!"kata Radit.


"Apa sih,Bang?"


"Udah,ngaku aja!"


"Memangnya kenapa kalau Radit terus menatap Billa?Mas cemburu?"Aiyla memicingkan matanya.


"Ya,enggak lah!Mas kan cuma cintanya sama kamu,nggak ada dan nggak akan pernah ada yang lain,"Davian menangkup wajah Aiyla,hendak menciumnya.


"Aduh,duh,Mi,sakit!"Davian memegang telinganya yang dijewer.


"Makanya,jangan mesum disembarang tempat!"ucap Mami melepaskan jeweran nya.

__ADS_1


Semua orang di sana tertawa melihatnya.Pipi Aiyla merah merona,sangat malu karena hampir terbawa suasana yang diciptakan Davian.Mami Manda duduk disela antara Davian dan Aiyla.


"Jangan tiru apa yang Ayah kamu lakukan ya?"Mami mengelus perut Aiyla.


Davian mendengus,entah kenapa Maminya sekarang sudah seperti musuhnya saja.


"Rasain!"ejek Radit.


"Maaf ya Pak,anak-anak memang seperti ini sejak kecil.Mereka bertiga kalau sudah berkumpul sudah seperti anjing dan kucing,selalu saling menzolimi.Tapi kalau nggak ada kabar,pasti saling mencari.Dan karena Radit yang paling kecil diantara mereka,jadi Dialah yang selalu jadi korban keisengan kakak-kakaknya,"jelas Pak Andri.


"Saya paham kok,Pak!Billa dan Adit juga seperti itu.Nggak pernah akur kalau berdua,tapi kalau nggak ketemu sehari saja malah saling nyariin,"balas Abah.


Obrolan pun berlanjut sampai waktu tak terasa sudah beranjak malam.Radit dan keluarga berpamitan untuk pulang.Billa mengantar Radit sampai ke depan teras rumahnya.Mama memeluk calon menantunya yang cantik itu.


"Terima kasih sudah menerima anak Mama yang bandel itu.Jangan berubah pikiran ya,Nak!"canda Mama.


"Ma.....!"protes Radit.


"Mudah-mudahan ya,Ma!"imbuh Billa.


"Sayang.....!"rengek Radit.


"Sayang........sayang.......sana waktunya pulang!"Papa menarik baju bagian belakang Radit seperti anak kucing.


"Mama sama Papa nggak asik!"gumam Radit.

__ADS_1


__ADS_2