Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Bertemu Bi Darmi


__ADS_3

Pagi ini, Davian akan berangkat ke luar kota untuk urusan pekerjaannya.Memang berat harus meninggalkan istrinya tercinta yang tidak bisa ikut karena Aiyla baru menjadi mahasiswi beberapa Minggu ini.


Sebelum pergi, Davian menjadi sangat manja.Apa-apa maunya Aiyla yang melakukan.Mami sampai geleng-geleng kepala melihatnya, perasaan kemarin-kemarin biasa saja kalau mau pergi.Kenapa sekarang jadi lebay begitu ? kayaknya Davian sudah tertular virus ke-lebay-an dari Radit.


"Mas perginya nggak lama, cuma tiga hari kan ? jadi, nggak usah lebay deh ! perginya juga nggak jauh banget,naik mobil juga paling berapa jam nyampe,"sewot Aiyla saat memasangkan Davian dasi.


"Kamu tuh, kayaknya bahagia banget yah jauh dari suami.Seharusnya kamu itu sedih suaminya mau pergi sampai tiga hari loh,tiga hari.Kamu nggak takut suamimu ini digoda wanita lain ?"rajuk Davian.


"Kalau istri-istri lain pasti sudah merengek minta ikut kemanapun suaminya pergi, nggak seperti kamu,"Davian malah mengomel.


"Iya-iya maaf,mau gimana lagi,aku baru aja masuk kuliah.Takutnya nanti malah pusing sendiri kalau materi yang disampaikan nggak nyampe ke otak aku langsung.Kan mas tahu sendiri kalau aku males baca, padahal otak pas-pasan,"sahut Aiyla memberi alasan.


"Oke,fine ! tapi awas kalau keganjenan sama cowok-cowok di luar sana, apalagi sama dosen sok kegantengan di kampus ! inget, mata-mata mas selalu berada di dekat kamu !"Davian memberi peringatan.


* * *


Sepulang dari kampus, Aiyla dan Billa pergi ke pasar tradisional.Mereka ingin makan bakso seperti yang mereka lakukan sebelum berhenti bekerja di cafe.Seperti hari-hari yang lalu, bodyguard Aiyla mengikuti dari belakang.Tampilan mereka yang seperti orang biasa, orang-orang tidak akan tahu kalau mereka sedang bertugas menjaga istri dari Bossnya.Aiyla juga sudah meminta izin kepada mami kalau dia akan pulang agak sore.

__ADS_1


"Ai,pak Radit dapet nomerku dari mana ya ?"Billa menatap Aiyla curiga.


Aiyla mengangkat kedua bahunya,"mana aku tahu.Kamu nggak mencurigai aku kan,Bill ?"


"Terus dari siapa kalau bukan kamu, apa mungkin dari bang Fahri ?"tanya Billa sambil mikir.


"Emangnya kenapa sih,Bill ? Radit ganggu kamu ?"Aiyla jadi kepo.


"Ganggu sih nggak deh kayaknya, tapi suka minta video call kalau malem, terus suka nanyain sudah pulang,sudah makan, sampai jumpa di alam mimpi,gitu !"jawab Billa.


"Ha....ha...ha....alay banget emang tuh orang,"Aiyla tertawa sampe keselek kuah baksonya.


Sedang asyik bercerita, seseorang menepuk pelan pundak Aiyla.Aiyla menoleh dan tersenyum bahagia melihat siapa orang yang menepuk pundaknya.


"Non Aiyla,kan ? masih ingat bibi nggak non ?"tanya orang itu dengan mata berkaca-kaca.


Aiyla menganggukkan kepalanya,"pasti masih inget dong.Aiyla nggak mungkin lupa sama bi Darmi."

__ADS_1


"Duduk sini,bi ! oh ya, kenalin temenku Billa,"Aiyla mengajak bi Darmi duduk disebelahnya.Bi Darmi menyambut uluran tangan Billa dan duduk.


"Bi Darmi tinggal di mana sekarang ?"tanya Aiyla.


"Sekarang bibi tinggal sama anak bibi nggak jauh dari sini.Oh ya,non ! bibi denger,non Aiyla sudah menikah ya ?"Bi Darmi senang sekali saat tahu nona nya sudah mendapatkan kebahagiaannya.Bi Darmi tahu saat bertemu Fahri yang sengaja datang padanya untuk mencari tahu siapa pria yang ayah Reyhan tuduhkan menjadi selingkuhan bunda.


"Iya,bi.Kok bibi tahu ?"tanya Aiyla mengernyitkan dahinya.


"Itu, waktu itu ada yang datang nyariin bibi sambil bawa foto gitu.Pas bibi tanya, katanya dia orang suruhannya suami non Aiyla.Non Aiyla menikah kok nggak ngundang bibi ?"papar Bi Darmi.


Aiyla menatap Billa sejenak,"bibi tahu siapa yang ada di foto itu ?"


Bi Darmi menggelengkan kepalanya,"bibi nggak pernah lihat orang itu dateng ke rumahnya pak Reyhan saat bibi masih kerja di sana.Bibi sedih Pak Reyhan bisa menuduh Bu Amine seperti itu,pantes pak Reyhan berubah sikapnya sama non Aiyla,"Fahri juga menceritakan semuanya kepada Bi Darmi.


"Tapi seingat bibi, seminggu sebelum kepergian bundanya non Aiyla,Bu Amine sering dapet kiriman foto-foto gitu.Dan setiap kiriman foto-foto itu datang,Bu Amine pasti sedih.Bibi juga sudah bilang sama pak Fahri kalau nggak salah orang yang ngasih tahu bibi waktu itu, kalau foto itu disimpan dikotak tempat Bu Amine biasa menyimpan barang-barang kenangan non Aiyla waktu bayi.Apa dia sudah mengambilnya ?"bi Darmi memberi tahu apa yang diingatnya.


"Foto apa ya,bi ?"Aiyla sudah merasa tak nyaman dalam hatinya.Bi Darmi kembali menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Billa mengusap bahu Aiyla,menenangkannya. Aiyla teringat saat dia pertama kalinya berkunjung ke kantor Davian untuk makan siang bersama.Saat itu,Aiyla sekilas melihat kotak yang tak asing baginya yang dengan terburu-buru Davian masukkan ke dalam laci.Kotak itu memang berisi beberapa foto-foto Aiyla waktu masih dalam kandungan dan beberapa barang-barang kecil Aiyla.Aiyla menghela nafasnya pelan untuk menenangkan hatinya.Dia akan cari tahu sendiri foto-foto apa yang dikirimkan seseorang pada bundanya sehingga membuat bundanya bersedih.


__ADS_2