Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Makan Siang Bersama di Kantor


__ADS_3

"Boss ! ini kotak yang dibicarakan bi Darmi kemarin !"Fahri menyerahkan sebuah kotak pada Davian.


Davian menerimanya dan membuka kotak itu.Alisnya mengernyit melihat foto-foto itu.Di dalam foto itu memperlihatkan seorang wanita yang menyandarkan kepalanya di dada telanjang ayah Reyhan dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Ini....?"Davian menunjukkan foto itu kepada Fahri.Fahri membulatkan matanya dan menatap Davian.


"Boss, apa mungkin ayah dan bundanya Aiyla sama-sama melakukan.....?"Fahri menyetop ucapannya saat Davian melotot.


"Kau cari tahu informasi wanita itu ! foto ini tidak menjelaskan apa-apa tentang tuduhan ayah Reyhan terhadap bunda.Kita harus menemukan pria itu secepatnya,biar semuanya menjadi jelas,"ujar Davian memasukkan kembali foto-foto tersebut.


"Baik, Boss !"Fahri mengangguk.


"Tapi, bagaimana kau mengambil kotak itu ?"Davian kepo.


"Gampang, saya bilang ke ibu tirinya itu kalau Boss yang nyuruh untuk mengambil barang-barang Aiyla yang masih tertinggal di sana.Ibu tirinya itu mempersilahkan kami mengambil semua barang-barang Aiyla, karena semua itu cuma sampah katanya,"jelas Fahri.


Davian mendengus,"apa ayah Reyhan ada saat kalian ke sana ?"


Fahri menggeleng,"cuma ada ibu tirinya Aiyla di rumah, kayaknya pak Reyhan sudah pergi ke pabrik dan anaknya sudah berangkat kuliah."


Tok....tok.....tok.....

__ADS_1


"Masuk !"teriak Davian.


Aiyla masuk dengan menenteng paper bag berlogo nama sebuah cafe and resto yang Davian kenal.


"Assalamualaikum,"salamnya.


"Waalaikumussalam,"jawab Davian dan Fahri.


Davian segera menyimpan kotak itu ke dalam laci dan menyambut istrinya dengan kecupan singkat di bibirnya.Aiyla mendorong dada Davian pelan.Malu rasanya melakukan hal itu didepan orang lain.Fahri melengos mengalihkan pandangan.


"Kok nggak bilang kalau mau ke kantor ? kan mas bisa jemput,"ucap Davian.


"Maaf,mas! Aiyla ganggu yah?"tanya Aiyla sungkan.


Davian membawa Aiyla duduk di sofa ruang kerjanya.Tak ingin mengganggu kebersamaan Bossnya, Fahri pun pamit keluar karena sudah jam makan juga.


"Bang Fahri,makan siang di sini saja ! kebetulan aku bawa makanan banyak, boleh kan,mass ?"izin Aiyla.


Mau tak mau Davian mengiyakan permintaan Aiyla.


"Nggak usahlah Ai, biar saya makan siang di kantin kantor saja,"tolak Fahri melihat wajah tak rela Davian.

__ADS_1


"Eh, nggak apa-apa.Sayang kalau makanannya nggak habis nanti.Iya kan,mas?"Aiyla mengedipkan matanya.


"Fahri,kau dengar apa yang istriku minta ?"tanya Davian dengan nada suara biasa tapi dengan raut muka yang menyeramkan.Fahri langsung ciut dan ikut duduk dihadapan Davian dan Aiyla.Aiyla menyiapkan makanan yang ia bawa.


"Tadi, kalian bilang ayah nggak ada di rumah ? emang siapa yang datang ke rumah ? ngapain ke rumah ayah ?"Aiyla menanyakan apa yang tak sengaja ia dengar.Davian dan Fahri lega, Aiyla hanya mendengar bagian akhir dari percakapan mereka.


"Itu,saya yang ke rumah pak Reyhan.Boss yang menyuruh untuk mengambil foto,"ucap Fahri dan segera mengatupkan bibirnya karena hampir keceplosan.Davian menatapnya tajam.


"Foto ? foto apa ?"tanya Aiyla lagi.


"Itu..... foto bunda kamu dan sekalian ambil barang-barang kenangan kamu dan bunda,"jelas Davian ngeles.


"Oh,"Aiyla membulatkan mulutnya dengan girang.


"Terima kasih ya,bang Fahri !"ucapnya.


"Kok terima kasihnya ke Fahri ? kan mas yang nyuruh,"protes Davian dengan bibir yang maju.


"Sudah.....sudah kita makan dulu, nanti lanjut lagi ngobrolnya,"Aiyla mengalihkan perhatian Davian.


"Haish......"Davian mendengus dan mulai makan dengan wajah yang cemberut.

__ADS_1


Fahri geleng-geleng kepala melihat Davian yang bertingkah kekanakan di depan Aiyla.Fahri senang melihat Bossnya yang sudah menemukan seseorang yang membuatnya nyaman.Tinggal dirinya yang masih menunggu giliran, kapan seseorang itu datang padanya.


__ADS_2