
Setelah acara penyambutan dan makan malam,anggota keluarga Adhitama pun beristirahat di kamarnya masing-masing. Sedangkan Radit pergi mengantar Billa pulang.
Aiyla yang baru keluar dari kamar mandi, mengedarkan pandangannya mencari keberadaan suaminya.Aiyla melihat pintu kaca balkon yang terbuka sedikit,ternyata Davian sedang berdiri di dekat pagar pembatas.Davian terlihat sedang melamun dan seperti banyak yang dipikirkannya.
Aiyla mendekat dan memeluknya dari belakang.Menyandarkan kepalanya di punggung suaminya itu.Baru kali ini,Aiyla berani melakukan itu duluan.Davian memeluk lengan Aiyla yang melingkar di perutnya.
"Jangan terlalu banyak pikiran!"ucapnya mengeratkan pelukannya.
Davian tidak mengatakan apa-apa,hanya menikmati pelukan hangat yang istrinya berikan.Davian sebenarnya merasa tidak berguna,karena kejadian kemarin yang membuat Aiyla jadi banyak pikiran sehingga tidak ada yang menyadari bahwa buah cintanya telah hadir di antara mereka.
Davian melepaskan pelukan Aiyla dan menghadap ke arahnya.Dibelainya wajah sendu istrinya,matanya mulai berkaca-kaca.
"Maaf!"
Aiyla menautkan alisnya,"Maaf?Untuk apa?"
"Karena tidak memberitahu kalau mas sudah menemukan Pak Joko.Mas bukannya tidak memperdulikan tentang masalah itu,Mas cuma ingin menyelesaikan masalah perusahaan cabang terlebih dahulu baru-,"Davian menghentikan ucapannya karena Aiyla tiba-tiba mengecup bibirnya.
"Aiyla mengerti,Mas!Aiyla pikir,lagi mikirin apa tadi?"kekehnya.
"Kamu nggak marah kan sama Mas?"
"Untuk apa?Justru Aiyla yang harusnya berterima kasih karena Mas sudah membantu Aiyla untuk mengungkap kebenaran tentang Bu Rosa."
"Suami Aiyla emang paling hebat!"Aiyla mengacungkan dua jempolnya.
__ADS_1
Davian memeluk Aiyla erat dan mengecup puncak kepalanya berkali-kali.
"Awww......,jangan kenceng-kenceng meluknya!Kasihan calon debaynya,"Aiyla melonggarkan pelukan Davian.
Davian tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.Davian berlutut dan mencium perut Aiyla yang masih rata."Maafin Ayah ya,sayang!"bisiknya.
Aiyla mengelus rambut Davian,senyumnya merekah melihat Davian yang begitu bahagia dengan hadirnya calon bayi mereka.
"Mas bahagia?"tanyanya menunduk.
Davian mendongakkan kepalanya dan segera berdiri.Davian menggenggam kedua tangan Aiyla.
"Sangat,sangat bahagia!Terima kasih sudah membuat Mas merasakan kebahagiaan ini,"ucapnya mencium tangan Aiyla.
"Kamu....juga bahagia,kan?"
"Bahagia,dong!Cuma.....agak sedikit khawatir aja."
"Kenapa?"
Aiyla melepaskan tangannya dari genggaman tangan Davian dan memegang pembatas balkon.Wajah Aiyla menampakkan kekhawatiran.
"Aiyla kan baru jadi mahasiswi,apa Aiyla berhenti aja,ya?"
"Kenapa memangnya?Kan nggak apa-apa hamil saat masih jadi mahasiswi,asalkan ada suaminya,iya kan?"Davian mencolek dagu Aiyla.
__ADS_1
Davian merapatkan tubuhnya,memeluk Aiyla dari belakang.Posisi paling disukai pasangan, keknya.Davian mengalungkan tangannya di leher Aiyla.Dikecupnya pelipis Aiyla.
"Iya,sih!Tapi,biasanya kan kalo orang hamil itu suka muntah-muntah gitu,terus sering males mau ngapa-ngapain,suka ngantuk juga.Bagaimana kalau Aiyla fokus dulu sama calon debaynya?"pinta Aiyla.
"Itu terserah kamu maunya gimana,tapi kalau menurut Mas sih,nggak apa-apa hamil sambil kuliah asal jangan sampai kecapekan aja!"
"Mas malu nggak, punya istri cuma tamatan SMA kayak Aiyla?"
Davian membalik tubuh Aiyla agar menghadapnya dan menatap matanya.
Apa Mas selama ini menyembunyikan Aiyla dari semua orang?Apa Mas pernah bilang kalau Mas tidak mengenal Aiyla saat kita tidak sengaja bertemu dengan orang lain?"Aiyla menggelengkan kepalanya.
"Mas sangat mencintai Aiyla.Entah sejak kapan Mas mulai merasakan itu.Yang pasti,Mas menerima Aiyla apapun keadaan Aiyla seperti Aiyla menerima Mas apa adanya Mas."
Davian menangkup wajah Aiyla dan mencium bibir yang sudah dua hari ini tidak dicumbunya.Davian sangat merindukan istrinya ini.Davian mencium bibir Aiyla dengan begitu menggebu sampai Aiyla memukul lengannya karena susah bernafas.
"Mmpht.....Mas.....,"Aiyla mendorong dada Davian.
"Kenapa?Mas kangen banget sama kamu,Aiyla!"Davian melepaskan ciumannya dengan wajah frustasinya.
"Inget pesan dokter tadi kan,Mas?"Aiyla mengusap perutnya.
Aiyla tahu kalau Davian menginginkan hal yang lebih dari sekedar bercumbu.Tapi,dokter menganjurkan lebih baik untuk tidak melakukan hal itu dulu sekarang ini.Karena Aiyla juga harus banyak istirahat.Davian mengusap wajahnya dan menjatuhkan kepalanya di pundak Aiyla.
"Maafin Ayah lagi yah,sayang!"Davian juga ikut mengelus perut Aiyla.
__ADS_1