Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Radit dan Billa


__ADS_3

Billa menatap lurus pada pria yang berdiri di depannya saat ini.Cengiran itu,cengiran yang sangat menyebalkan di mata Billa.


"Ayo!Kok malah bengong,"Radit menarik tangan Billa.


Billa menarik tangannya,"Jangan bilang kalau Pak Radit yang nyuruh orang buat mencuri motor saya!"


"Mencuri?Ya enggak lah.Motor kamu sudah sampai ke rumah kamu dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.


"Hufth........"


"Pak Radit kenapa sih,suka banget bikin orang kesel?"sewot Billa.


"Kalau nggak begitu,kamu nggak akan mau aku antar pulang,"ucap Radit santai.


"Emangnya saya mau,pulang bareng Bapak?"


"Kamu tinggal pilih,mau masuk ke mobil sendiri atau saya gendong masuk ke mobil?"


Radit bersiap-siap akan menggendong,tapi Billa segera menghindar dan berjalan menuju mobil yang ditunjuk Radit.Radit mengejar Billa dan menggamit tangan Billa yang hendak membuka pintu mobil bagian belakang. Dituntunnya Billa ke pintu depan samping kemudi.


"Aku pacar kamu bukan sopir!"Radit mencubit kedua pipi Billa gemas dan membuka pintu mobil.


Billa memutar bola matanya malas dan masuk tanpa menanggapi ucapan Radit.Radit emang suka seenaknya sendiri,belum pernah nembak sudah mengaku pacar.Radit memutar langkahnya dan masuk ke dalam mobilnya.Radit memasangkan sabuk pengaman Billa yang melipat tangannya dengan bibir yang cemberut dan memasang sabuk pengaman pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Biar aman,Honey!"Radit pun menjalankan mobilnya.


Di perjalanan,Billa asik memainkan ponselnya tanpa memperdulikan Radit akan membawanya ke mana.Selang beberapa waktu,Radit menghentikan mobilnya di sebuah restoran.Billa menghentikan jarinya yang tadi sibuk menggulir layar ponselnya.


"Ngapain ke sini?"tanyanya bingung.


"Ya makanlah,memangnya mau ngapain lagi orang ke restoran?"Radit menggandeng tangan Billa masuk ke ruangan private di restoran itu.


"Apalagi?"tanya Radit saat Billa menghentikan langkahnya.


"Kok-"


Belum sempat Billa melanjutkan kalimatnya, Radit segera menariknya masuk ke dalam ruangan itu.Di sana sudah tersaji beberapa menu yang terlihat sangat menggiurkan.Billa sampai meneguk ludahnya kasar melihatnya.


"Ayo,dimakan!Jangan malu-malu!"


"Hey,ini Billa!Tidak ada kata malu-malu di kamus seorang Billa,"cengir Billa dan mulai melahap makanannya.


Radit tersenyum dan menggeleng melihat antusiasme Billa.Inilah salah satu daya tarik Billa,tidak sok menjaga image di depannya. Biasanya,wanita yang dikencaninya selalu berlagak seperti putri bangsawan yang menyuap makanan hanya dari ujung sendoknya saja.Takut banget lipstiknya memudar.


"Enak?"


"Hem...!"jawab Billa dengan mulut yang terisi penuh.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama bagi Billa menghabiskan seluruh makanan yang Radit pesan.Billa mengelus perutnya yang kekenyangan.Untung Billa masih tahu sopan santun untuk tidak bersendawa.Walau Billa menerapkan konsep hidup yang tidak sok jaim,tapi sopan santun harus tetap diutamakan.


Setelah menunggu beberapa saat untuk beristirahat menurunkan makanan ke perut,Radit pun mengajak Billa pulang.Saat akan keluar dari pintu masuk,seseorang memanggil Billa.


"Billa....!"


Billa menoleh dan wajahnya berubah datar melihat siapa yang memanggilnya.Pria yang memanggil tadi mendekat ke arah Radit dan Billa.


"Kamu Billa kan?"tanyanya.


Radit mengerutkan keningnya,"Siapa?"tanyanya pada Billa.Billa mengedikkan bahunya cuek dan pergi begitu saja.


Pria itu menarik tangan Billa, menghentikannya.


"Billa!Bisa kita bicara sebentar?"tanyanya masih memegang tangan Billa.


Radit melepaskan tangan pria itu dari Billa,"Ada perlu apa Anda dengan pacar saya?"


"Billa kasih saya kesempatan untuk meminta maaf!"ucap pria itu lagi tanpa menghiraukan Radit yang menghalanginya.


"Hey,ak-"


"Ayo kita selesaikan masalah kita!"Billa menyela ucapan Radit.

__ADS_1


Radit mendengus kesal melihat Billa yang malah pergi meninggalkannya dan duduk disebuah kursi yang ada di luar restoran itu bersama dengan pria itu.Radit pun mengikuti mereka.Tapi Billa meminta Radit untuk membiarkan mereka berbicara berdua dan menyuruhnya untuk menunggu di mobil.


__ADS_2