Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Membagi Tugas


__ADS_3

Keesokkan harinya.


"Fahri!Kau urus masalah video itu.Jangan sampai ada lagi video yang beredar dan urus semua media yang menampilkan berita tentang video itu!"


"Baik,Bos!"


"Dan kau Raditya Wijaya yang sok ganteng,urus orang yang menyebarkan video itu!Terserahlah mau diapain asal jangan kau rusak dia sebagai seorang wanita.Ingat!Kita juga dikelilingi wanita yang kita sayangi."


"Terus Bang Davian,tugas Anda sebagai suaminya,APA???"tanya Radit penuh penegasan.


"Tentu saja menghibur istriku yang sedang hamil.Kami akan berlibur ke puncak,"jawab Davian membuat Radit dan Fahri melongo.


Sebenarnya,Davian baru saja kembali dari kampus Aiyla.Dan karena video yang tengah beredar itu,Davian selaku wali dari Aiyla harus menjelaskan kepada pihak kampus tentang kebenaran video itu.Davian pun menjelaskannya secara garis besar dan Aiyla juga sudah mengakuinya.Dengan berat hati,pihak kampus memberikan skorsing untuk Aiyla.


Oleh karena itu,karena tidak ingin istrinya murung dan bersedih yang akan mempengaruhi kehamilannya,Davian mengajak Aiyla untuk pergi berlibur.Dan untuk sementara waktu,urusan kantor akan diurus oleh Om Dewa selaku wakilnya.


"Enak banget dong ya,Anda?"sinis Radit.


"Hem!"


"Baik,Bos!Saya permisi!"Fahri keluar.


"Apa ada yang mau ditanyakan lagi,Tuan Radit?"tanya Davian menunjuk ke pintu, mengusir secara halus.


"OKE,FINE!Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."


* * *


Di kampus,Billa yang melihat Camilla dan Mawar sedang menuju tempat duduk di kantin dengan membawa makanan yang mereka pesan tiba-tiba muncul ide jahil untuk membalas mereka.Billa melihat ke sekelilingnya,memastikan bahwa tidak ada CCTV di kantin itu yang mengarah padanya.

__ADS_1


Dengan sengaja,Billa tiba-tiba berdiri dan berbalik menabrak nampan yang Mawar bawa dengan dorongan tangan dari bawah nampan itu.Nampan itu pun berbalik dan semangkuk bakso panas pun tumpah ke baju Mawar beserta jus jeruknya.


"Ah.....panas....panas.....!"Mawar mengipas-ngipas bajunya.


"Aduh,maaf....maaf!Aku nggak sengaja!"dusta Billa dengan senyumnya yang tersembunyi.


"Lo punya mata dipake,dong!"bentak Camilla.


"Kan aku sudah bilang nggak sengaja,"Billa membela diri.


"Nggak sengaja Lo bilang?"


Mawar mengangkat tangannya hendak menampar Billa.Namun,belum sempat tangan itu menyentuh wajah Billa,seseorang menghentikannya.Billa yang sudah tahu ada Radit dibelakang Mawar,tersenyum penuh kemenangan.


"Berani menyentuh kekasihku,kamu terima akibatnya!"gertak Radit menghentak tangan Mawar.


Camilla dan Mawar jadi merinding melihat tatapan Radit.Mereka buru-buru berbalik hendak pergi,tapi beberapa pria berbaju hitam menghalanginya.


Dibalik pohon besar yang ada di sana,Billa menyuruh Camilla dan Mawar duduk di bangku yang ada di taman itu.


"Sekarang giliran kamu,pacarku!"ucap Billa mengalungkan tangannya di lengan Radit.


Radit yang tak menyangka akan diperlakukan seperti itu oleh Billa,tersenyum malu-malu.Menyadari Radit yang malah mesem-mesem,Billa mencubit pinggang Radit.Radit menatap Billa protes.


"Cepet!"ucap Billa melotot.


Tanpa basa-basi,Radit mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah video seorang perempuan yang sedang bermanja-manja dengan seorang pria yang sudah agak berumur di sebuah Mall di kota itu.Dan pelakunya ternyata adalah salah satu dari dua wanita yang sedang ketakutan itu.


Radit memperlihatkan video itu kepada Camilla dan Mawar.Camilla menatap Mawar tak percaya,sedangkan Mawar langsung ingin merebut ponsel itu dan akan menghapus Video itu.


"Bagaimana kalau video ini kita sebarkan?Kau pasti akan sangat terkenal nanti!"ucap Radit memasukkan kembali ponselnya.

__ADS_1


"Jangan,Tuan!Saya mohon!"Mawar berlutut memohon.


"Kenapa?"


"Nanti saya bisa dikeluarkan dari kampus,Tuan!Bagaimana dengan orang tua saya?Mereka pasti akan mendapat hinaan dari orang-orang,"ucap Mawar dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


"Apa kau berpikir seperti itu saat memposting video Aiyla kemarin,hah?"teriak Billa.


"Bill,bukan gue yang menyebarkannya!Camilla yang mempostingnya!"Mawar menunjuk Camilla.


"Enak aja!Nggak...itu nggak bener!Kalian pasti tahu kan,kalau video itu berasal dari akunnya dia?"


"Tapi itu semua ulah Lo,Mill!Bahkan Lo juga yang merekam video itu pake HP gue."


"Oho....sudah kuduga!Bisa-bisanya kamu melakukan hal itu sama saudara kamu sendiri,Mill!Apa sih,salah Aiyla ke kamu,sampe kamu jahat banget ke dia?"tanya Billa tak habis pikir.


"Iya!Emang gue yang melakukan semua itu.Terus kalian mau apa,hah?"bentak Camilla.


Billa yang sudah geram ingin melayangkan tamparannya ke mulut tak berakhlak Camilla,tapi Radit segera menghentikannya dan menenangkan Billa.Radit terus memeluk Billa yang memberontak ingin menghajar dua orang itu.


"Bawa kedua orang ini ke depan Aiyla langsung!"perintah Radit pada bodyguardnya.


"Baik,Bos!"


Camilla dan Mawar memberontak dan terus berteriak minta tolong saat mereka dibawa paksa oleh bodyguardnya Radit.Salah satu bodyguard itu menunjukkan sebuah senjata dibalik bajunya untuk mengancam Camilla dan Mawar agar diam dan menurut.


"Sudah!Biar nanti Aiyla yang memberikan mereka hukuman!"Radit terus mengelus punggung Billa dalam pelukannya.


Billa melepaskan diri dari pelukan Radit dengan mendorongnya kuat.


"Dasar modus!"Billa pergi meninggalkan Radit yang cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2