Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
I Found Her


__ADS_3

"Fahri,apa jadwalku setelah ini?"Tanya Davian.


Saat ini, Davian dan Fahri dalam perjalanan setelah melakukan pertemuan dengan kliennya.Fahri melihat kembali jadwal yang telah dia susun di iPadnya.


"Setelah ini jadwal anda kosong,Boss,"jawab Fahri.


Davian sebenarnya tidak menyukai kalau Fahri memanggilnya dengan sebutan Boss atau Tuan,hanya saja Fahri merasa tidak enak kalo harus memanggil Davian dengan menyebut namanya langsung.


Begitu juga dengan papi Bara dan mami Manda, Fahri sudah mereka anggap sebagai anak sendiri.Karena merasa tidak enak harus memanggil mami dan papi, akhirnya Fahri sepakat memanggil bapak dan ibu.


Akhirnya Davian dan Fahri memutuskan untuk rehat sejenak di sebuah cafe tak jauh dari tempat pertemuan tadi.


"Kamu lihat kan CCTV itu?"Tanya Aiyla pada Camilla dan teman-temannya.


Mereka pun serempak menoleh kearah yang ditunjuk Aiyla dan benar saja,CCTV itu tepat mengarah ke meja mereka.Itu berarti kejadian tadi terekam jelas di CCTV itu.Kebetulan sekali,cafe juga masih belum banyak pengunjung.Camilla dan teman-temannya saling pandang dan merasa kalau cara mereka mengerjai Aiyla tidak akan berhasil.


"Apa kalian yakin akan memanggil manager cafe ini?"Tanya Aiyla sekali lagi masih dengan ekspresi datarnya.


Tidak ingin mempermalukan diri sendiri, akhirnya Camilla dan teman-temannya memutuskan untuk pergi dari cafe tersebut.Tapi sebelum beranjak pergi, Aiyla dan Billa menghentikan langkah mereka.


"Eits.....mau ke mana? Kalian lupa belum membayar pesanan kalian?"Tanya Billa beruntun.


"Apa loe bilang,kita bahkan belum memakannya,"geram Camilla yang diangguki teman-temannya.


"Salah sendiri kenapa bertingkah,rugi sendiri kan.Lagian ya,kalo mbak-mbaknya nggak mampu bayar makan di cafe mending makan di warteg aja,"samber pelayan cafe yang lain.

__ADS_1


Semakin kesal dong Camilla cs, akhirnya membayar semua pesanan yang tidak mereka makan dan segera beranjak meninggalkan cafe.Dan pertunjukan pun selesai dengan dimenangkan oleh Aiyla dan teman-temannya,he.....he......he.......


Aiyla pun meminta maaf pada pengunjung yang lain atas ketidak nyamanan yang terjadi dan kembali melanjutkan pekerjaannya.Saat akan kembali ke dapur,tanpa sengaja Aiyla bersitatap dengan Davian.Aiyla menundukkan kepala dan tersenyum sopan kepada Davian.


"I Found Her."Lirih Davian.


"Maksudnya,Boss?"Tanya Fahri bingung.


"Fahri,kamu tahu rumor yang beredar tentangku?"Tanya Davian dan hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Fahri.


"Mereka bilang aku seorang gay,"jelas Davian yang membuat Fahri membelalakkan mata tak percaya.


"Tapi,Boss nggak......."


Belum selesai pertanyaan itu terlontar dari mulut,Fahri sudah dihadiahi pelototan tajam oleh Davian.


Hufth......... Davian menghela nafas panjang.


"Itulah salah satu alasan kenapa mami sibuk banget menjodohkan aku dengan anak dari teman-temannya."Ucap Davian memulai sesi curhatannya.


"Mami khawatir kalo aku beneran seperti itu,"lanjut Davian.


"Jadi,apa yang akan Boss lakukan?"


"Aku akan menuruti kemauan mami,aku akan menikah."

__ADS_1


Fahri hampir saja tersedak minuman yang diminumnya.


"Maksudnya,Boss akan menikahi salah satu gadis yang dijodohkan ibu pada Boss.Boss yakin?"Tanya Fahri tak percaya.


"Kenapa kau terkejut seperti itu?Kau tidak suka aku menikah?Jangan bilang kalau kau menyukaiku? Fahri,apa sebenarnya kau yang........?"Pertanyaan beruntun keluar begitu saja dari mulut Davian.Davian dan Fahri saling tatap canggung dan bergidik ngeri.


"Ya enggak lah,enak aja.Saya laki-laki normal.Saya masih menyukai perempuan."Tegas Fahri.


"Tapi,kenapa kau tidak pernah terlihat menggandeng seorang wanita selama ini?Apa tidak ada seorang gadis pun yang kau sukai?"Tanya Davian tanpa melihat dirinya sendiri.


Fahri menghela nafas panjang.Apalah bedanya dirinya dan si Boss.


"Boss lupa kalo kita nggak punya waktu untuk hal-hal seperti itu."


"Kau benar."


"Jadi, siapa yang akan Boss nikahi?"


"Kau lihat wanita yang terjatuh tadi?"


"I-ya"


"Cari informasi tentangnya sampai ke hal yang terkecil!"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku akan menikahinya."


__ADS_2