Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Kecewa


__ADS_3

"Nggak..... nggak mungkin,ayah pasti salah paham ! bunda nggak mungkin melakukan hal rendah seperti itu !"Aiyla masih tak mempercayai apapun yang ayahnya tuduhkan.Aiyla sangat mempercayai bundanya lebih dari dirinya sendiri.


"Apa cuma karena foto-foto seperti ini,ayah menganggap rendah pada bundaku?Apakah ayah benar-benar mencintai bunda?"tanya Aiyla dingin.Tanpa takut Aiyla mengucapkannya dengan menatap mata ayahnya.Pantas saja satu bulan sebelum bunda Amine pergi, ayahnya seperti tidak memperdulikan mereka lagi.Suatu waktu Aiyla pernah melihat bundanya menangis


melihat foto pernikahan mereka.


"Menurutmu,apa yang dilakukan pria dan wanita di sebuah hotel,hah?bahkan bundamu


membawa selingkuhannya ke rumahku saat


semua orang tidak ada di rumah,"ayah Reyhan memperlihatkan sebuah foto bunda Amine dan pria itu seperti sedang berbicara di teras


rumah.


"Ayah....."lirih Aiyla.


"Jangan panggil aku ayah ! karena kamu bukan anakku,"bentak ayah lagi.


Deg.


Aiyla menatap ayahnya dan menggeleng kuat.


"Apa karena foto nggak jelas seperti ini, Aiyla bukan anakmu lagi?"Aiyla tak habis pikir dengan ayahnya.Foto itu bahkan tidak menjelaskan bahwa ada hubungan diantara

__ADS_1


bundanya dengan pria itu.


Ayah Reyhan melempar sebuah amplop rumah sakit ke wajah Aiyla dengan kasar.


Aiyla sempat tercengang dengan sikap kasar ayahnya tersebut.Aiyla membuka amplop itu


dan membacanya.Matanya terbelalak dengan tangan menutup mulutnya.Lagi-lagi Aiyla menggeleng kuat.


"Apa itu cukup jelas untukmu ?"ayah Reyhan


bertanya dengan senyum remehnya.


"Sekarang kau sudah tahu kebenaran tentang bundamu yang hanya seorang ****** tak tahu


diri itu.Seharusnya aku berikan saja kau pada


tidak bisa menahan apa yang sudah dipendamnya selama ini.


Aiyla masih mematung di hadapan ayah Reyhan dengan kedua tangannya yang memegang foto bundanya dan yang satunya memegang hasil tes DNA.


"Apa kau tidak malu masih menampakkan wajahmu di hadapan ku,hah?"ayah Reyhan secara tidak langsung telah mengusir Aiyla.


Aiyla menatap ayahnya sendu, ternyata bukan

__ADS_1


karena menyalahkannya atas kematian bunda


Amine alasan mengapa ayahnya tidak memperdulikannya lagi.Inilah alasannya.


Sementara Bu Rosa dan Camilla saling pandang dan tersenyum mendengar ayahnya yang sudah mengusir Aiyla.Akhirnya mereka


berhasil menyingkirkan Aiyla.


"Hei,apa kau tidak dengar apa yang suamiku


ucapkan ?"Bu Rosa menyadarkan Aiyla yang hanya terdiam dan menarik tangan Aiyla kasar.


Aiyla tak melawan saat Bu Rosa dan Camilla menyeretnya keluar.Aiyla melihat ayahnya yang hanya terdiam menyaksikan perbuatan istri dan anak tirinya.Sakit, sakit sekali hatinya.Lagi-lagi ayahnya hanya melihat tanpa memperdulikannya.Aiyla benar-benar kecewa.


Bu Rosa dan Camilla mendorong Aiyla keluar dengan sangat kasar sehingga Aiyla terjatuh


ke lantai teras rumah.


"Jangan pernah kembali lagi, ANAKKU !"bisik


Bu Rosa.mereka pun masuk dan menutup pintu dengan keras.Aiyla masih diam menatap kosong pada rumah itu.Di rumah inilah tersimpan kenangannya bersama dengan bundanya.Dulu, mereka pernah menjadi keluarga yang benar-benar bahagia.


Ayah dan bundanya begitu sangat menyayanginya.Tak lama setelah itu, Aiyla perlahan berdiri dan melangkahkan kakinya

__ADS_1


keluar gerbang.Namun,baru saja Aiyla melangkah melewati pintu gerbang, Aiyla kembali terduduk.Aiyla menatap kosong jalanan di depan pintu gerbang rumah.


Lama Aiyla duduk di sana, tiba-tiba ada tangan yang merangkulnya hangat.Aiyla berharap kalau ayahnya lah yang melakukan itu,mungkin ayahnya sudah percaya padanya.Tapi sayang, harapan tinggal harapan.Bukan ayahnya yang melakukannya tapi seseorang yang akhir-akhir ini telah memperdulikannya dengan tulus.Aiyla menatap wajahnya dan tersenyum.Senyum yang mengatakan bahwa dirinya sedang kecewa saat ini.


__ADS_2