
Davian menghubungi Billa menanyakan apakah istrinya kembali menemuinya atau tidak.Tapi ternyata,Aiyla tidak bersama dengan Billa.Selain Billa,Davian tidak tahu lagi harus bertanya pada siapa.Ayahnya,Davian lupa kalau Aiyla dan ayahnya sudah berbaikan.
Davian mencari nomor kontak ayah Reyhan,Davian menepuk jidatnya karena di ponselnya tidak ada nomor ayah mertuanya. Kacau sekali emang Davian ini,nomor mertuanya sendiri dia tidak punya.Davian memutar kemudinya menuju pabrik ayah Reyhan.Tapi sayang,ternyata ayah Reyhan tidak masuk kerja karena pergi ke luar kota.Davian rasanya sudah frustasi sekali.
Ting
Ponselnya berbunyi,ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal.Davian cepat-cepat membuka pesannya,siapa tahu itu istrinya.Dan ternyata instingnya benar,pesan itu dari Aiyla.
[Mas,Aiyla izin nemenin ayah ke kota B]
[Tadi Aiyla juga sudah izin ke Mami dan Mami bilang boleh]
[Maaf,tadi ponselku mati dan sekarang sedang di charge]
[Ini,Aiyla pake HP Ayah]
Seperti itulah bunyi pesan yang Davian terima.Maminya ternyata tahu kalau Aiyla bersama ayahnya.Davian mendengus kesal pada Maminya itu.Tadi dia sudah kalang kabut mencari istrinya di rumah,tapi Mami malah memarahinya tanpa memberitahu kemana istrinya itu pergi.Davian segera menghubungi nomor yang mengiriminya pesan.
"Assalamualaikum,"jawab ayah.
"Waalaikumussalam,Yah.Ini Davian!"
"Oh,Davian.Kenapa Dav?"
"Nggak,cuma mau ngomong sama Aiyla."
"Aduh,gimana ya!Aiyla nya sedang istirahat.Mau ayah bangunkan?"
"Oh,nggak usah deh Yah!Nanti kalau Aiyla sudah bangun,tolong minta Aiyla nya menghubungi Davian ya,Yah!"
__ADS_1
"Ya....ya....nanti Ayah sampaikan."
"Terimakasih ya,Yah.Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam."
Ayah Reyhan meletakkan ponselnya di atas meja kecil disamping tempat tidur.Saat ini mereka berada di rumah adik dari ibunya ayah Reyhan,nek Halimah namanya.Nek Halimah sedang mengadakan acara syukuran kecil-kecilan untuk cucunya yang akan segera menikah,tepatnya dua hari lagi.
"Kenapa nggak mau angkat telepon dari suamimu?Kalian bertengkar?"tanya ayah pada Aiyla yang ternyata duduk di sampingnya.
"Lagi sebel aja sama Dia,"jawab Aiyla.
"Kok bisa sebel?"
Aiyla pun tanpa ragu menceritakan apa yang terjadi padanya dan sang suami.Ayah Reyhan jadi teringat kisahnya bersama dengan bundanya Aiyla dulu.Cuma gara-gara cemburu buta,satu kebahagiaan hancur dalam sekejap mata.
"Gitu Yah,ceritanya.Sebel banget kan kalau dituduh-tuduh begitu."
"Emang begitu?"
"Pastinya.Dia tipe pria yang tidak mau membagi bahkan membiarkan senyum menawan yang putri Ayah miliki dinikmati juga oleh pria lain."
"Ayah bisa aja!"Aiyla tersipu.
"Senyum ini adalah senyum yang juga dimiliki oleh Bundamu!Kalian sama-sama memiliki senyum yang bisa memikat hati banyak orang.Dan Ayah merasakan apa yang Davian rasakan.Tapi sayangnya,Ayah malah melakukan hal yang sangat bodoh dan berakhir membuat kesalahan yang tak termaafkan,"ayah Reyhan kembali menitikkan air matanya.
Aiyla mengelus bahu ayahnya.Sepertinya, perasaan bersalah ayahnya akan tetap bertahan di sanubarinya.Dan Aiyla tidak bisa berbuat apa-apa.
"Bagaimana dengan Bu Rosa dan Camilla?"
__ADS_1
"Ayah tidak peduli!"
"Tapi mereka juga keluarga Ayah.Ayah nggak bisa lepas tangan begitu saja,kan?"
"Ayah akan menceraikannya!"
"Apa ada yang berubah kalau Ayah menceraikannya?"
"Ayah nggak tahu,"ayah Reyhan berdiri dan pergi keluar kamar putrinya yang telah disediakan oleh Nek Halimah.
* * *
Di mansion
"Mami tega banget sih!"
"Lah kenapa?Dateng-dateng kok langsung ngatain Mami tega.Kamu nggak lagi mabok,kan?"Mami mengendus tubuh putranya itu.
"Davian sadar ya,Mi.Emangnya Mami pikir Davi seperti seseorang yang suka pergi minum,"sindir Davian melirik Radit.
"Kalian lagi bahas apa sih?"tanya Papi bingung.
"Mami juga nggak paham sama anak Papi satu ini."
"Mami kenapa nggak bilang kalau Aiyla pergi bersama Ayahnya?Bian sudah seperti orang gila tahu Mi,nyarinya."
"Heleh,lebay banget sih Bang!"ejek Radit.
"Salah kamu sendiri langsung pergi.Baru juga Mami mau buka mulut,kamu sudah go out aja!"
__ADS_1
"Ya kan Mami bisa manggil atau telepon kek."
"Males."