
"Hai,boleh gabung ?"tanya seseorang menghampiri Aiyla dan Billa.Mereka berdua pun menoleh dan merasa bahagia melihat kehadiran seseorang ini.
"Boss, kapan balik?"tanya Billa antusias.
Ternyata yang menghampiri mereka adalah Arya,Boss di tempat mereka bekerja.Sudah satu mingguan Arya pergi ke luar kota mengurus pernikahannya yang sebentar lagi akan dilangsungkan.
Dulu, Arya sempat menyukai Aiyla.Namun,karena Aiyla selalu menutup diri dari para pria,Arya pun perlahan mundur dan menganggap Aiyla sebagai teman.
"Kemarin.Kenapa? pasti nagih oleh-oleh,ya kan?"canda Arya.
"Boss emang paling tahu apa yang kita mau,"timpal Aiyla membalas candaan Bossnya.
Walaupun Aiyla menutup diri untuk urusan perasaan,tapi Aiyla tidak membatasi dirinya untuk berteman.
"Makanya,kalo mau oleh-oleh,besok jangan datang terlambat."
"Siap,Boss!"hormat Aiyla dengan senyum manisnya.Billa dan Arya pun ikut tersenyum.
"Kamu tuh ya....."gemas Arya mengusap-usap kepala Aiyla sayang.Sayangnya Arya hanyalah sayang seorang kakak kepada adiknya.
Baru sebentar Arya mengusap-usap kepala Aiyla, seseorang menarik tangannya dari kepala Aiyla.
"Jauhkan tanganmu dari kepala calon istriku."Davian datang menjauhkan Arya dari Aiyla.
Setelah dari pemakaman tadi,Davian dan Fahri mengikuti ke manapun Aiyla dan Billa pergi.Namun, Davian dan Fahri sempat kehilangan jejak saat mereka masuk lift menuju lantai dua mall tersebut.
Aiyla,Billa,dan Arya terkejut mendengar kata-kata seseorang yang mengakui Aiyla sebagai calon istrinya.Fahri pun menepuk keningnya melihat tingkah Davian.Mereka bertiga bahkan tidak mengenal siapa Davian.
__ADS_1
"Si-siapa yang kau maksud sebagai calon istrimu, Tuan ?"cicit Aiyla shock.
Billa dan Arya menatap Aiyla penuh tanya.
Fahri segera mendekati Davian.
"Apa yang kau lakukan,Boss?"bisik Fahri penuh penekanan.
"Apa kau tidak lihat apa yang dia lakukan pada calon istriku,hah?"tanya Davian sewot pada Fahri.
Aiyla,Billa, dan Arya semakin bingung mendengar kata-kata Davian.
"Ai,kamu mau menikah?dan nggak ngasih tahu kami?"tanya Billa merajuk.
Tak.....
"Aduh......"Billa mengusap keningnya.Aiyla saja bahkan tidak tahu kalau dia akan menikah.Aneh, pikir Aiyla.
"Tuan,apa kami sedang di prank?"Aiyla dan Billa mengedarkan pandangannya ke seluruh food court mencari kamera tersembunyi.
Davian menggeleng,"Aiyla Amine Salim,kamu inget kejadian di cafe beberapa hari yang lalu ?"
"Yang mana?eh,kok anda tahu nama saya?"tanya Aiyla bingung dan agak takut.
Billa, Arya maupun Fahri hanya diam menyaksikan obrolan mereka berdua.
"Ish.... waktu kakimu di jegal itu!"beritahu Davian.Entah kenapa Davian merasa gemas sekali melihat Aiyla kebingungan seperti itu.Rasanya Davian ingin mengusel-usel rambut Aiyla dan menciumi seluruh wajah cantik Aiyla.Untung Davian masih memiliki kesadarannya untuk tidak melakukan itu.
__ADS_1
sepertinya Davian memang benar-benar tertarik pada Aiyla.
"Kita bahkan sempat saling tatap saat kamu hendak ke dapur,"ingat Davian pada Aiyla.
"Dan sejak saat itu,aku memutuskan akan menikahi mu,"jelas Davian yang sukses membuat Aiyla, Billa, dan Arya melongo shock.
Tanpa permisi,Aiyla menarik tangan Billa pergi meninggalkan orang aneh yang mengaku-ngaku akan menikahinya.Sampai-sampai Aiyla lupa kalau ada Arya juga di sana.Bahkan Aiyla lupa belum membayar makanan yang mereka makan tadi.
"Aiyla......"panggil Arya hendak mengejar Aiyla dan Billa.
Belum sempat Arya pergi,Davian mencegah dan memperingatkan,"Jangan ganggu calon istriku."
"Dasar gila,"umpat Arya pergi meninggalkan Davian dan Fahri.
"Apa,dia bilang aku gila? kurang ajar sekali dia."
Fahri hanya menghela nafas panjang mendengar kekesalan Davian.
"Sudahlah,Boss! Mereka benar.Kau memang seperti orang gila.Mana ada orang yang nggak dikenal tiba-tiba datang,terus ngajak nikah."Keluh Fahri merasa malu dengan tingkah Bossnya itu.
"Oh,sudah berani yah kamu ngatain Boss sendiri gila!"kesal Davian tidak terima.
"Hah...... Terserahlah Boss."Fahri tak sanggup lagi dan pergi meninggalkan Davian.
"Hey,mau ke mana kau?"teriak Davian.
Ketika akan menyusul Fahri, seseorang menghentikan langkah Davian.
__ADS_1
"Maaf, Tuan.Makanannya belum dibayar."