Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Sore yang Indah


__ADS_3

Billa akhirnya mengirimkan video yang dilihatnya tadi langsung ke Fahri.Aiylapun sudah melihat video itu dan tanpa bereaksi,Aiyla melanjutkan langkahnya menuju kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa.Walaupun Billa mengajaknya untuk bolos,tapi Aiyla tidak menghiraukan.Karena Dia sudah terlalu lama bolos kemarin.


Sementara Fahri yang dikirimkan video,belum melihatnya karena sedang mengikuti rapat bersama dengan Davian.Setelah hampir dua jam rapat dilaksanakan,akhirnya Fahri melihat ponselnya juga.Sempat heran melihat pesan video dari Billa,Fahri segera membukanya.


"Bos!"Fahri menunjukkan ponselnya pada Davian.


Davian mengambil ponsel Fahri dan melihat apa yang Fahri tunjukkan.Davian mengeraskan rahangnya melihat video itu.


"Siapa yang sudah berani menyebarkan video ini?"Davian menatap Fahri.


"Belum diketahui,Bos!"


Davian berdiri dan langsung pergi dari ruangannya diikuti oleh Fahri.Sebelum pergi,Davian terlebih dahulu mengirim pesan pada Aiyla dimana Dia sekarang.Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di kampus tempat Aiyla menimba ilmu.Davian khawatir terjadi sesuatu pada istri dan calon bayinya.Saat sampai di parkiran kampus,Davian melihat Aiyla dan Billa yang akan menaiki mobil Radit.


Radit memang sedang ngambek dengan Billa,tapi Radit tetap menjemput dan mengantar Billa.Billa juga sepertinya tidak sadar kalau Radit sedang merajuk padanya.Billa tidak enak kalau harus menolak Radit yang sudah meluangkan waktunya untuk menjemputnya tadi pagi.


Davian menghampiri mobil Radit dan mengetuk pintu mobil disamping Aiyla.Aiyla membuka pintu dan Davian langsung memeluknya.

__ADS_1


Davian merangkul pinggang Aiyla dan menuntunnya ke mobilnya tanpa berpamitan pada Radit.Billa menepuk bibir Radit yang maju lima centi.Radit melotot dan semakin memajukan bibirnya.Tanpa menghiraukan pelototan Radit,Billa masuk ke dalam mobil.


Davian mengantarkan Aiyla untuk pulang. Sesampainya di mansion,Aiyla langsung dibawa Davian ke kamar untuk beristirahat. Davian terus memandangi wajah istrinya yang biasa-biasa saja.Apa Aiyla belum tahu tentang video yang tersebar itu,pikirnya.


"Kenapa?"tanya Aiyla bingung.


"Are you alright?"


"I...ya..!Kenapa emangnya?"


"Nggak!Aku maunya makan di bawah.Aku itu hamil bukan penyakitan yang nggak bisa apa-apa,"tolak Aiyla.


"Ya sudah,kamu segerin dulu tubuh kamu baru turun,"Davian menarik Aiyla sampai pintu kamar mandi.


"Mas nggak mau ikut bersih-bersih?"Aiyla melepaskan dasi Davian yang berantakan dengan gerakan menggoda.


"Aiyla....jangan mancing-mancing!"Davian menggeram menahan sesuatu.

__ADS_1


"Huh....ya sudah kalau tidak mau,"Aiyla menghentikan aksinya.


Davian menghentikan Aiyla dan menggendongnya masuk ke kamar mandi.Di dudukkan nya tubuh istrinya di atas closet dan Davian mulai menyiapkan air di bathtub untuk mereka berendam di sore hari ini.Aiyla dan Billa memang ada di perpustakaan kampus sampai sore,hari ini.


Setelah air di bathtub terisi,Davian mencampurnya dengan minyak aromaterapi. Saat semuanya sudah siap,Davian menghampiri Aiyla dan mulai membantunya membuka pakaiannya.Aiyla pun melakukan hal yang sama.Entah mengapa,akhir-akhir ini Aiyla seperti merasa selalu ingin disentuh oleh suaminya.


Davian kembali menggendong Aiyla masuk ke dalam bathtub.Mereka pun berendam berdua menikmati sore hari dengan gairah yang sudah lama tidak mereka lakukan.


Sementara di ruang keluarga,orang-orang sedang menunggu pasangan suami-istri yang sedang memadu kasih itu.Setelah satu jam lebih mereka menunggu,akhirnya Davian turun dengan menggandeng tangan istrinya menuruni tangga.Kompak semua yang ada di sana melihat rambut Davian yang masih lembab dengan wajah yang berseri.


Mami dan Papi tersenyum melihat Aiyla yang malu-malu.Sedangkan Radit dan Fahri melotot tajam melihat Davian.Jadi,dari tadi mereka menunggu pasangan itu,ah sudahlah,tidak perlu dilanjutkan.Billa yang duduk di sebelah Mami cuma bengong,tidak mengerti kenapa mereka melihat Davian dengan kompaknya.


"Bang Davian sadar nggak,sih!Kita nunggu kalian satu jam lebih dan kalian malah melakukan 'itu'?tanya Radit dengan jari yang mengutip kata itu.


Davian tidak menggubris perkataan Radit dan melewatinya begitu saja untuk duduk.


"Dasar Abang nggak ada akhlak!"seru Radit sewot.

__ADS_1


__ADS_2