Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
BESTIE


__ADS_3

Tak lama Davian menunggu, akhirnya sarapan pagi pun siap.Karena di kulkas hanya tersedia beberapa buah-buahan,roti dan jus,jadi Aiyla hanya menyiapkan sandwich dengan bahan seadanya.Begitu saja Davian sudah merasa sangat bahagia.Davian dan Aiyla hendak sarapan saat seseorang memencet bel pintu.Davian segera membuka pintu dengan menggerutu.


"Siapa sih, pagi-pagi ganggu orang ?"gerutu Davian.


Saat pintu terbuka seorang gadis langsung menerobos masuk ke apartemen Davian.


"Assalamualaikum,bang ! mana Aiyla ?"Billa langsung masuk mencari keberadaan Aiyla.Davian hanya melongo,"tidak sopan sekali,"pikirnya kemudian menatap Fahri.Fahri yang ditatap segera mengalihkan tatapannya ke segala arah.


Aiyla yang merasa namanya disebut, berdiri dan menghampirinya.Billa yang melihatnya langsung menubruk tubuh Aiyla.Untung saja Aiyla masih bisa menguasai dirinya sehingga tidak terjatuh.


"Kenapa nggak ngasih tahu aku? kenapa nggak datang langsung ke rumah ? kenapa nggak di lihat ponsel kamu sih,Ai?"berondong Billa.Aiyla melepas pelukan Billa.


"Satu-satu dong nanyanya, Bul-bul !"ucap Aiyla.Aiyla mengajak Billa duduk di sofa dan diikuti Davian dan Fahri.

__ADS_1


"Kalian sudah sarapan ?"tanya Aiyla.Billa dan Fahri menggeleng.Mana bisa dia makan disaat bestie nya sedang dalam masalah.Aiyla menghembuskan nafasnya, inilah yang tidak diinginkannya.Membuat orang lain khawatir padanya.


"Mas ! gimana kalau kita pesan makanan aja?tadi bahan makanan yang ada di kulkas cuma sedikit, nggak cukup kalau untuk berempat !"Aiyla meminta pada Davian.Memang Davian tidak menyimpan bahan makanan terlalu banyak di sana karena Davian juga jarang berada di sana.


"Kau tenang saja,biar saya yang pesan kan !" Fahri segera membuka aplikasi untuk memesan makanan,"mau pesan makanan apa ?"tanya Fahri pada Aiyla.Aiyla yang ditanya malah melihat Davian untuk meminta pendapat.


"Terserah kalian,mas akan makan yang kamu siapkan tadi saja !"jawab Davian.Akhirnya mereka memesan bubur ayam sebagai menu sarapan.


Tadi pagi, Billa menghubungi Fahri karena Aiyla tidak menjawab pesan maupun telpon darinya.Ingin pergi ke rumahnya tapi hari masih pagi.Billa juga malas kalau berhadapan dengan duo nenek lampir itu.Billa khawatir karena Aiyla seperti menghilang sejak semalam.Billa ingat kalau semalam Aiyla diantar oleh Davian.Jadi, Billa langsung menghubungi Fahri untuk menanyakan tentang Aiyla.Billa masih sedikit segan kalau harus menghubungi Davian langsung.Dan Billa bertambah cemas saat Fahri menceritakan apa yang terjadi pada Aiyla.


"Kita sarapan dulu ! setelah itu baru aku ceritakan !"Aiyla tidak mau pagi-pagi seperti ini harus mengingat kembali kejadian tidak enak semalam.Aiyla memang sudah tidak akan menangis lagi seperti yang dikatakannya pada Davian.Tapi, hatinya masih sangat, sangat kecewa dan terluka.Billa menghela nafasnya dan mengangguk.Billa memeluk Aiyla lagi.Dia tidak ingin Aiyla merasa sendirian.


Setelah sarapan, Davian dan Fahri harus segera pergi ke kantor karena ada masalah yang harus segera ditangani.Dengan sangat terpaksa, Davian akhirnya pergi.Sebenarnya Davian tidak ingin meninggalkan Aiyla saat ini,tapi Aiyla meyakinkannya bahwa dirinya sudah lebih baik dan juga ada Billa yang menemaninya di sini.

__ADS_1


"Baiklah kalau ada apa-apa segera hubungi mas,paham !"perintah Davian.Walaupun sebenarnya Davian sudah menempatkan beberapa orangnya di sana untuk menjaga Aiyla.


"Iya, terimakasih sudah melindungi ku !"ucap Aiyla lagi-lagi berterima kasih.


"Hem..."Davian mengecup kening Aiyla singkat dan segera pergi.Fahri kaget melihat apa yang dilakukan Bossnya itu."Bisa-bisanya dia nyosor anak orang sembarangan,"ucap Fahri dalam hati.


Aiyla yang mendapat kecupan itupun hanya mematung sampai Billa mengejutkannya.


"Ahhh....... sweet banget sih,babang Davian !"


Billa meleleh melihat perlakuan Davian.


Aiyla sedikit menyunggingkan senyumnya dan mengajak Billa masuk.

__ADS_1


__ADS_2