
Aiyla dan Billa sedang fokus memperhatikan dosennya yang sedang menerangkan materi pelajaran.Mereka berdua kini sudah mulai masuk ke dunia perkuliahan.Davian mengizinkan Aiyla melanjutkan pendidikannya asalkan Aiyla tidak melupakan kalau dia sudah menjadi seorang istri.Jadi, tidak boleh tebar pesona.
Awalnya, Aiyla dan Billa sangat antusias mengikuti pelajaran pada jurusan yang mereka ambil.Tapi setelah beberapa hari,kok berat sekali rasanya.Banyak materi yang harus mereka pahami.
"Ganteng banget sih,pak dosen !"kata Billa sambil senyum-senyum malu.
"He eh, astaghfirullah !"Aiyla langsung teringat wajah Davian yang menyeramkan.
"Ish..... fokus Bul-bul,sama materinya bukan yang ngasih materi ! Pak dosen juga sudah menikah.Istrinya lagi hamil, jangan di godain !"Aiyla geleng-geleng kepala takut ada mata-matanya Davian.
"Apaan sih Ai, orang cuma muji dikit juga,"bela Billa.
* * *
Di parkiran kampus, seorang pria berdiri menyenderkan tubuhnya pada pintu mobil dengan kacamata hitam dan setelan kantor yang sangat pas dikenakannya.Banyak mahasiswi yang menatapnya terpesona.
"Assalamualaikum, sayang !"sapanya pada Aiyla dan Billa yang berjalan ke arah motor yang terparkir di sana.
Aiyla dan Billa memang ke kampus dengan menggunakan motor seperti saat mereka masih bekerja di cafe kemarin.Tapi,tentu saja diikuti bodyguard yang diperintahkan untuk menjaga Aiyla.Itu termasuk salah satu syarat yang diberikan oleh Davian.
Aiyla dan Billa celingukan, mencari siapa yang disapa oleh pria gaje itu.
__ADS_1
"Maaf, tuan ! Anda nyapa siapa,ya ?"tanya Aiyla.
"Ini, sayangnya aku,"ucap Radit mengacak rambut Billa.
Billa memegang tangan Radit dan memelintirnya.Tak sia-sia Billa ikut kelas bela diri waktu sekolah dulu.Aiyla tidak kaget dengan aksi bestie nya itu.Aiyla malah menginjak kaki Radit, ikut menghajar Billa.Dua bodyguard Aiyla menghampiri mereka dan hendak melindungi Aiyla dan Billa.Tapi Aiyla menghentikan mereka dan menyuruhnya kembali ke mobil.
"Maaf.....maaf...... nggak lagi-lagi !"Radit meringis kesakitan.
Billa dan Aiyla membebaskan Radit dari siksaan mereka.Radit baru mengetahui kalau Billa juga kuliah di universitas yang sama dengan Aiyla.Saat Davian memberi tahunya tadi pagi, Radit langsung berencana menemuinya saat mereka pulang.
"Makanya tuh tangan di jaga ! jangan sembarangan menyentuh !"peringat Aiyla.
Radit mencebikkan bibirnya jengkel.Aiyla suda ketularan Davian yang suka meledeknya.Billa dan Aiyla mendekati motornya,Radit segera menahan kepergian mereka dengan berdiri di belakang motor Billa.
Billa melihat Aiyla yang duduk dibelakangnya.Aiyla tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Radit karena Radit selalu saja mengganggunya untuk hal ini.Aiyla mengangguk, kasian juga melihat wajah Radit yang memelas itu.
"Oke,kita mau makan di restoran depan ! ikuti saja dari belakang !"pinta Billa.
Radit tersenyum senang dan segera ke mobilnya untuk mengikuti motor Billa.Sesampainya di restoran, mereka pun mencari tempat duduk dan segera memesan makanan.Dua bodyguard Aiyla juga mengikuti tak jauh dari mereka.
"Terima kasih sudah memberikan kesempatan padaku, saya minta maaf karena sudah menyeret mu ke dalam masalahku.Saat itu,mama selalu saja menjodohkan saya pada anak-anak temannya.Jadi, untuk menghentikan perjodohan itu, saya yang memiliki otak cerdas langsung memiliki ide cemerlang saat melihatmu di sana,"jelas Radit cengengesan.
__ADS_1
Aiyla dan Billa benar-benar ingin menyiram kepala Radit dengan minuman yang baru saja datang mendengar kenarsisan Radit.
"Key yang bilang kita pacaran bukan saya ! sumpah !"Radit mengangkat jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V.
"Tapi kan pak Radit yang membuatnya salah paham,"sela Billa yang diangguki Aiyla setuju.
"Iya juga sih !"Radit manggut-manggut.
"Kalau begitu, kita pacaran beneran aja, gimana ? Mama juga suka sama kamu dan mama berharap kamulah pelabuhan terakhirku,"Radit bicara tanpa berpikir.Minta ditabok keknya.
Billa dan Aiyla melotot horor mendengar ucapan Radit.Enak sekali mulut itu berbicara.Tapi Radit tak mempedulikannya.Dia serius dengan ajakannya itu.
"Nggak usah, terima kasih !"tolak Billa.
Radit langsung kehilangan nafsu makannya mendengar penolakan Billa.Biasanya kan cewek-cewek yang mengejarnya,kenapa Billa malah menolaknya.
Selesai makan, Aiyla pulang bersama Radit karena mereka akan mampir ke kantor Davian dulu.Davian sendiri yang memintanya.Dengan tak enak hati, Aiyla menyuruh Billa untuk pulang lebih dulu.
Saat sampai di ruangan Davian,Aiyla langsung membuka pintu dan langsung berlari ke luar dengan terburu-buru.Davian yang melihatnya jadi bingung dan segera mengejarnya.Radit yang melihat Davian dan Fahri berlari keluar dengan terburu-buru pun menghentikan mereka.
"Ada apa ? Aiyla nya mana ?"tanya Radit.
__ADS_1
Tadi Radit menyuruh Aiyla untuk ke ruangan Davian lebih dulu karena dia akan memarkirkan mobilnya.Davian dan Fahri tidak menghiraukannya dan terus berlari ke lantai bawah.Radit mendengus, tidak dihiraukan mereka.
"Ada apa dengan mereka ?"tanya Radit pada dirinya sendiri.