
Davian menyampirkan tangan Aiyla kelengannya.Dengan senyum yang tak berhenti mengembang, Davian membawa Aiyla ke pelaminan yang dihiasi bunga-bunga cantik.Aiyla yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan mahkota kecil di kepalanya juga merasa sangat bahagia.Pernikahannya dirayakan dengan meriah bukan hanya sekedar tanda tangan surat nikah di KUA, seperti yang hampir saja mereka lakukan beberapa hari yang lalu.
"Bahagia ?"Davian melihat Aiyla yang berada di sampingnya dengan menggenggam tangannya.
"Emmm..."Aiyla menoleh dan mengangguk.
"Semoga ini nyata dan kebahagiaan ini tidak cuma untuk hari ini,"Aiyla takut ini hanyalah sekedar pembukaan untuk sebuah kenyataan pahit yang akan diperolehnya.
"Kamu harus percaya,mas menikahi kamu bukan cuma untuk membuktikan bahwa rumor yang beredar tentang mas itu salah.Kamu harus tahu, Aiyla ! mas bukan tipe orang yang suka mempermainkan perasaan seorang wanita,"jelas Davian.Kata-kata Aiyla menyiratkan kalau dia belum sepenuhnya percaya padanya.
Aiyla mengangguk, mengeratkan genggamannya.Aiyla akan mencoba mempercayakan hidupnya pada pria yang telah resmi menjadi suaminya sejak pagi tadi.
* * *
Acara demi acara telah terlaksana.Aiyla sudah merasa sangat lelah menyalami tamu undangan yang hadir.Tamu yang hadir seluruhnya merupakan tamu dari keluarga Davian.Sedih sekali rasanya, Aiyla seperti seorang yang tidak memiliki keluarga satupun atau sebatang kara.
"Ngundang tamu sampai berapa sih,mas ? perasaan nggak habis-habis,"bisik Aiyla.
"Nggak banyak kok, paling cuma 999 orang,"angguk Davian juga dengan berbisik.
__ADS_1
Aiyla memutar bola matanya malas.Tambah satu, genap jadi 1000.Segitu nggak banyak.
"Jangan seperti itu ! nggak sopan sama suami.Lagian ini tuh, nggak semuanya diundang.Hanya beberapa rekan bisnis papi dan mas,juga karyawan kantor pusat,"beritahu Davian.Aiyla mengangguk pasrah, tidak diundang semua saja dia sudah seperti ingin mengamuk.
Billa melihat wajah bahagia terpancar dari sepasang pengantin baru di pelaminan."Semoga kamu selalu bahagia,Ai."Doa Billa untuk sahabat terbaiknya itu.
"Aamiin,"sahut seseorang yang tiba-tiba muncul disampingnya dengan menatap kearah yang sama.Billa menoleh dan menelan Salivanya.Billa hendak pergi tak ingin berurusan dengan pria pemabuk itu.
"Kamu temannya Aiyla ?"tanya Radit langsung karena Billa yang buru-buru pergi.
Billa menoleh dan mengangguk.Nggak sopan kalau ditanya malah kabur,kan.Billa memundurkan wajahnya karena Radit menatapnya dekat.
Billa menggeleng cepat,"nggak."
Radit mencoba mengingat-ingat, kaya' pernah dengar suaranya tapi dimana.Radit segera memegang tangan Billa bersalaman.
"Radit, sepupunya bang Davian.Adik iparnya sahabat kamu, walaupun Aiyla lebih muda,"Radit memperkenalkan dirinya sendiri.
"Sepupunya bang Davian ?"lirih Billa melirik Radit.
__ADS_1
"Hai, honey ! aku cari kemana-mana,kamu nya malah disini sama.....dia cewek kan, honey ?"seorang perempuan dengan dandanan ala-ala model menghampiri mereka dan menatap Billa menilai.
Billa langsung beranjak pergi mendengar perempuan itu bermanja-manja ria dengan Radit."Emangnya dia nggak lihat rok yang aku pake ini?"gumam Billa sewot.Billa memang tidak memakai riasan wajah yang wow banget sih,tapi masa' dia nggak lihat Billa pakai kain lilit.
Radit dan perempuan itu sebenarnya sudah putus beberapa hari yang lalu.Namun Radit sudah terlanjur mengundangnya,jadi ya sudahlah.Radit menoleh kearah Billa, tapi Billa sudah tak ada lagi disampingnya.Radit menghela nafas kesal dan meninggalkan perempuan itu begitu saja.Tuh perempuan cuma melongo kesal juga melihat Radit yang meninggalkannya.
* * *
"Kamu ajak Aiyla istirahat,biar tamu-tamunya papi dan Fahri yang handle !"suruh papi.Kasihan juga menantunya ini.Kaya' Cinderella yang akan berubah menjadi upik abu kembali, senyumnya sudah perlahan luntur.
"Mami juga istirahat sana ! tunggu papi di kamar hotel aja !"suruh papi genit.Mami malu-malu ngeselin mendapat kedipan mata dari papi.Davian malu sendiri melihatnya.
"Ya sudah,Pi ! biar Davian anterin mami sekalian.Nanti Davian ke sini lagi, nggak enak kalau dua-duanya nggak ada,"ucap Davian yang diangguki papi.
Davian mengantarkan dua wanita tercintanya ke kamar.
"Nanti mas suruh MUA nya kemari untuk bantu kamu.Kamu istirahat dulu aja, nggak usah nunggu mas ! Kamu nggak marah kan malam pertamanya di tunda dulu,"goda Davian menaik-turunkan alisnya.
"He...he... pergilah mas ! yang lain nungguin mas,"usir Aiyla.
__ADS_1
Davian cemberut diusir Aiyla."Bilang jangan pergi kek atau aku nungguin mas, cepat kembali kek," gerutu Davian pergi.