Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Ngidam


__ADS_3

Davian pulang dan langsung menuju kamar Radit untuk memiting kepala Radit yang asik menggulir layar ponselnya.Senyum dari tadi selalu terpatri di wajahnya karena hari ini Billa mengakuinya sebagai seorang pacar.


"Ah....ah....Bang....lepas.....lepas.....!"teriak Radit terkejut.


"Bukankah aku menyuruhmu untuk mengurus mereka,hah?Kenapa malah kau bawa mereka ke hadapan istriku?"tanya Davian menjitak kepala Radit.


"Itu....ya biar Aiyla nya langsung yang ngasih hukuman untuk mereka,Bang!Gitu maksudnya."


Davian melepaskan pitingannya.Radit memegangi lehernya dengan wajah yang cemberut.Davian sudah mendengar bahwa Aiyla melepaskan Camilla dan Mawar begitu saja tanpa hukuman.Davian menghembuskan nafasnya dan berlalu dari hadapan Radit yang tidak berhenti bersungut-sungut tak jelas.


Davian memasuki kamarnya dan tidak menemukan istrinya ada di sana.Di kamar mandi pun,Aiyla tidak terlihat.Angin berhembus menerbangkan gorden pintu kaca balkon yang terbuka sedikit.Aiyla duduk di ayunan rotan yang memang sengaja diletakkan di sana.Dengan ditemani keripik kentang yang tak hentinya ia kunyah dan segelas susu cokelat,Aiyla begitu menikmati pemandangan langit malam yang dipenuhi bintang.


Davian mendekat dengan langkah perlahan.Ketika sampai di hadapan sang istri,Davian duduk di depan istrinya yang duduk bersila.


"Mas,kamu sudah pulang?Maaf aku nggak nyambut kamu di depan."


"Iya,nggak apa-apa!Sudah malam juga.Kamu kenapa belum tidur!"


Aiyla melihat penunjuk waktu pada ponselnya.Sudah jam sebelas lewat dua puluh menit.Berarti sudah satu jam Aiyla bersantai di balkon kamarnya.


"Belum ngantuk!Mas sudah kelar urusannya?"

__ADS_1


"Hem."


Davian memang meminta istrinya itu untuk tidak menunggunya dan tidur lebih dulu karena Dia akan pulang malam untuk menyelesaikan pekerjaannya.Semua itu Davian lakukan agar liburannya bersama sang istri tidak diganggu oleh urusan pekerjaan.


"Sudah larut,nggak baik bumil di luar malem-malem,"Davian berdiri dan menggendong istrinya masuk.


Davian meletakkan istrinya di atas kasur lalu mencium kening Aiyla.


"Mas mandi dulu!"Davian beranjak menuju kamar mandi.


"Mas sudah makan malam?"tanya Aiyla menarik tangan Davian.


"Iya.Bukannya kamu yang meminta Fahri untuk mengambil makanan yang sudah kamu antar lewat tukang ojek?"tanya Davian bingung.


"Kamu itu yah......"


Davian kembali mendekati istrinya dan menggelitik pinggangnya karena sudah membuatnya bingung.Aiyla tertawa kegelian.


"Ampun....ampun......"


Davian berhenti dan kembali mengecup kening Aiyla kemudian beralih ke bibirnya.Diciumnya bibir candu itu semakin dalam.Tangannya pun tak mau diam begitu saja.Tubuh yang sudah agak berisi karena sedang hamil itu tak luput dari sentuhan tangan suaminya.Saat Davian akan membuka kancing piyamanya,Aiyla menghentikannya dan langsung mendapat protes dari Davian.

__ADS_1


"Kamu kan mau mandi,Mas?"


"Nanti setelah iklan yang mau lewat berikut ini!"


Davian kembali melanjutkan aksinya dan berhasil membuat istrinya serasa terbang ke nirwana.Setelah itu,Davian mengajak istrinya untuk mandi berdua.Karena hari sudah lewat tengah malam dan Aiyla juga sedang mengandung,Davian tidak bisa mengajaknya untuk bertempur kembali dan hanya benar-benar mandi bukan mandi plus-plus.


Baru saja Aiyla memejamkan matanya,Davian menepuk-nepuk pipinya pelan.Aiyla membuka matanya dan menatap suaminya penuh tanya.


"Kenapa lagi,Mas?"


"Mas laper!"


"Ya,makan kalau laper,Mas!"


"Temenin!"


"Ya sudah,ayo!"


Aiyla beranjak dari tidurnya dan menarik tangan Davian.Davian berdiri dan masuk ke walk in closet.Ketika keluar,Davian sudah mengenakan jaketnya dan juga membawakan jaket untuk istrinya.Aiyla mengerutkan keningnya melihat Davian yang malah memberinya jaket.


"Kenapa harus pakai jaket?"

__ADS_1


"Kita cari makan di luar.Mas pengen makan ayam geprek ekstra pedas di warung tenda pinggir jalan."


"Kamu ngidam,Mas?"


__ADS_2