Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Mencari Bukti


__ADS_3

Flashback on


Bunda Amine terburu-buru menuruni anak tangga dengan membawa sebuah foto, Matanya terlihat sedikit sembab dengan wajah yang agak pucat.Bunda mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja.Bunda memang bisa mengendarai mobil, karena ayah Reyhan menghadiahkan mobil kepada Bunda saat ulang tahun pernikahan mereka yang pertama.


"Bunda..... Bunda mau ke mana?"Aiyla menghentikan langkah Bunda.


Dengan senyum yang sedikit dipaksakan, Bunda Amine mengusap rambut Aiyla,"Anak Bunda sudah cantik.Baru selesai mandi,ya?"


Aiyla kecil memang bangun agak siang hari ini karena hari ini hari Minggu.Bunda memeluk Aiyla erat dengan tangan yang terus mengusap rambut panjangnya.


"Kalau Bunda sudah tidak bisa menemani Aiyla lagi, Aiyla harus jadi anak yang kuat dan pemberani,oke!"Bunda seakan mempunyai firasat tidak baik untuk dirinya sendiri.


"Aiyla boleh bersedih dan menangis,tapi jangan sampai terlalu larut dalam kesedihan itu.Aiyla mengerti kan, apa yang Bunda ucapkan?


Kalau hari ini Aiyla menangis, menangis lah sepuas hati Aiyla.Tapi esok harinya, Aiyla harus tertawa kembali.


"Bunda sayang sekali sama putri Bunda yang paling cantik ini."


Bunda mensejajarkan tubuhnya dengan wajah putri cantiknya.Tak dapat lagi ditahan,air mata itupun luruh juga.Aiyla bingung sebenarnya, kenapa Bundanya menangis.Perasaannya pun jadi ikut gelisah.Tapi dia hanyalah anak berusia sepuluh tahun.Dia tidak mengerti tentang masalah orang dewasa.Ayahnya juga sudah dua hari ini sering pergi pagi sekali dan pulang sudah sangat larut.

__ADS_1


"Bunda pergi sebentar, Aiyla sayang,sama Bi Darmi dulu yah!"


Bunda Amine menciumi seluruh wajah Aiyla kecil dengan berderai air mata dan segera pergi meninggalkan Aiyla bersama Bi Darmi.Itu adalah pagi terakhir Aiyla mendapatkan pelukan erat dari Bundanya.


Flashback off


Aiyla menitikkan air matanya saat teringat akan masa itu.Saat ini Aiyla yang ditemani Billa sedang berdiri di parkiran kantor Davian.


"Ai,kamu yakin mau masuk?Bang Davian kan nggak ada.Apa kita boleh masuk ke ruang kerjanya?"


Aiyla segera menghapus air matanya saat Billa menengok ke arahnya.Aiyla juga tidak tahu, apakah Dia boleh masuk atau tidak.Yang jelas,sekarang Aiyla benar-benar ingin tahu apa yang disembunyikan oleh Davian.


Aiyla dan Billa masuk ke lobi kantor.Karyawan yang berpapasan dengan mereka menundukkan kepala hormat.Mereka tahu bahwa Aiyla adalah istri dari Davian, Boss mereka.Aiyla dan Billa pun membalasnya dengan senyum ramah.


Aiyla dan Billa memasuki lift menuju lantai paling atas tempat Davian bekerja.Di lantai itu cuma ada beberapa ruangan.Sesampainya mereka di sana, sekertaris Davian menyambut dengan mengernyitkan dahinya.


"Bu Aiyla!Pak Davian nya kan ke luar kota!Bu Aiyla nggak tahu?"


"Tahu,kok.Saya cuma mau ambil barang saya yang kemarin tertinggal di ruangannya mas Davian,"Aiyla memberi alasan.

__ADS_1


"Oh,begitu!Maaf saya nanya-nanya ya,Bu."


"Nggak apa-apa,"Aiyla segera dipersilahkan masuk.


Saat pintu tertutup,Aiyla segera menuju ke meja kerja Davian.Aiyla membuka laci yang kemarin dilihatnya Davian memasukkan kotak itu.Dan beruntung sekali laci itu tidak terkunci.Mungkin Davian lupa,lagipula kotak itu berisi foto-foto Aiyla ketika masih bayi.Tidak akan ada juga yang berani mengotak-atik meja kerja Davian.


Aiyla mengambilnya dan melihat-lihat semua foto-foto itu.Awalnya Aiyla tersenyum melihatnya.Namun, senyum itu berubah menjadi kilatan emosi saat melihat foto Ayahnya dengan seorang wanita yang sangat ia kenali.Tangannya meremas foto itu sangat kuat.Billa menghampiri Aiyla heran, foto apa yang dilihatnya sampai Aiyla semarah itu.


Billa membulatkan matanya terkejut melihat foto yang diremas Aiyla.Sebenarnya,siapa yang selingkuh di sini?Aiyla ingin pergi dan menanyakan langsung kepada Ayahnya.Tapi Billa menahannya.


"Ai, foto ini tidak membuktikan bahwa Bunda tidak selingkuh.Cuma pria itu satu-satunya yang tahu kebenarannya.Tunggulah sampai Bang Davian menemukannya."


"Bill,mereka tega banget melakukan hal ini pada Bunda.Apa wanita ini juga yang mengirimkan foto-foto ini ke Bunda?"


"Aku akan membuat perhitungan dengan wanita itu!"


"Iya,aku juga marah dengan dia.Tapi kita nggak boleh gegabah,Ai!"Billa menenangkan Aiyla yang ingin melabrak wanita itu.


Aiyla mengusap wajahnya kasar.Dia akan mencari kemanapun pria itu berada.Dia tidak ingin terlalu lama membuang waktu.Pria itu harus segera Aiyla bawa kehadapan ayahnya. Aiyla akan membuka mata ayahnya lebar-lebar untuk kebenaran Bundanya.

__ADS_1


__ADS_2