
Seorang pelayan memberikan buku menu kepada wanita paruh baya yang duduk di meja dekat jendela kaca besar sebuah cafe.
"Maaf,apa di sini ada gadis yang bernama Billa?"tanyanya pada pelayan itu.
Pelayan itu mengernyit,"Billa yang juga pelayan di sini ?"
"Iya, benar.Bisa tolong panggilkan !"wanita paruh baya itu mengangguk.
"Baik, tunggu sebentar ya,Bu !"
Pelayan itu pergi ke dapur untuk memberitahu Billa.Billa yang sedang beristirahat di belakang cafe kaget temannya mengejutkannya dari belakang.
"Apa sih,Na ! kaget tahu,"ucapnya.Dan Nana, temannya itu malah cengengesan nggak jelas.
"Itu di depan ada yang nyariin lu !"beritahunya.
"Nyariin aku atau nyariin siapa ?"tanya Billa heran.Tumben sekali ada orang yang nyari dia.Atau dia naik ojek belum bayar, nggak mungkinlah.
"Ya nyari lu, masa' nyari yang lain gue malah nyamperin lu,"jawabnya menoyor jidat Billa.
"Siapa ?"Billa penasaran.
__ADS_1
"Ibu-ibu,"jawabnya lagi.
"Ibu-ibu ! ibuku ?"Billa sok-sokan mikir.Nana mengedikkan bahunya."Mana gue tahu ibu Lo apa bukan.Sudah sana samperin !"
Billa pun pergi menghampiri si ibu-ibu yang mencarinya.
"Yang mana ?"Billa celingukan mencari.
"Itu, ibu-ibu yang duduk sendiri dekat jendela !"tunjuk Nana.
"Maaf ! teman saya bilang,ibu nyari saya ? ada yang bisa saya bantu,ibu ?"tanya Billa ramah.
"Duduklah ! maafkan mama,baru bisa menemui kamu sekarang,"ucapnya.
Billa mengerutkan keningnya,"mama ? apa aku anak pungut ibu ? apa ibu ini ibu kandungku ?"lirih Billa dalam hati.
"Maksudnya,Bu ?"Billa tak mengerti.
Wanita itu tersenyum,"Mama adalah mamanya Radit.Kamu jangan salah paham ya nak ! mama nggak pernah kok melihat seseorang dari apa yang dia miliki.Kalau memang kalian saling mencintai,mama dan papa akan merestui kalian dengan senang hati.Kamu percaya kan, cantik ?"
Saat mama Radit mendengar alasan yang diberikan oleh Key bahwa Radit sudah memiliki tambatan hati,mama sangat penasaran.Gadis seperti apa yang telah meluluhkan hati putranya yang selalu gonta-ganti pasangan itu.Dan mama pun menceritakan semuanya pada papa langsung.Keduanya senang kalau memang itu benar adanya.Tapi,mama agak sebal karena Radit sudah menjelek-jelekkannya di depan Key dan calon menantunya.
__ADS_1
Hari ini,mama sengaja pergi ke kota J tanpa sepengetahuan Radit dan yang lainnya.Mama akan ke mansion mami Manda nanti setelah membuktikan kebenarannya.
Mama melihat wajah Billa yang tersenyum ramah saat berbicara padanya dan langsung menyukainya."Cantik !"gumamnya.Billa tak tahu harus berkata apa.Ternyata hidupnya tidak seperti di sinetron yang anaknya hilang terus dipungut oleh orang biasa.Pikiran Billa emang sedikit agak aneh.
"Nak, kamu dengerin mama kan ?"mama mengibaskan tangannya di depan mata Billa.
"Eh...iya ma,bu,tante, nyonya,"Billa jadi gelagapan saat tersadar dari lamunannya.
Mama tersenyum melihat tingkah lucu Billa."Panggil mama saja ! kamu kan calon menantu mama."
Mama menggenggam tangan Billa,"kamu bertahan ya dengan anak mama ! walaupun Radit suka gonta-ganti pacar,mama yakin dia nggak akan melakukan hal di luar batas seperti seorang Casanova."
Billa bingung bagaimana harus menjelaskan bahwa dirinya dan Radit tidak ada hubungan apa-apa.Ini semua salah Radit.Radit pasti memberi tahu yang tidak-tidak pada orang tuanya.Ini pasti ada hubungannya dengan kejadian beberapa hari yang lalu.Billa jadi kesal mengingat kembali kejadian itu.
Melihat Billa yang diam seperti orang linglung,mama tiba-tiba memeluknya dari samping.
"Kamu nggak usah bingung,mama senang kok dengan hubungan kalian,hum ! Mama pergi dulu,yah ! nanti kita ketemu lagi,"ucap mama melihat arlojinya.
Mama mencium kening Billa dan segera pergi meninggalkan Billa yang masih termenung.Mama pergi begitu saja tanpa memesan apapun dari sana.
"Anda salah paham, mamanya pak Radit !"lirih Billa.
__ADS_1