
Radit masuk ke dalam rumah Billa dengan keringat dingin di dahinya.Abah yang melihat mengernyit keheranan.Billa dan Radit mencium punggung tangan Abah dan Abah pun mempersilahkan masuk.Kebetulan Abah belum berangkat ke toko.
"Bah,bisa ngomong sebentar?"lirih Radit.
"Ngomong sama Abah?"tanya Abah memastikan.
Billa yang baru sampai di pintu dapur menoleh,melirik Radit curiga.Radit yang gugup tidak menyadari kalau Billa juga menunggunya untuk berbicara.Radit mengangguk.
"Iya,Bah!Ini tentang hubungan saya dan Billa."
"Memangnya kalian ada hubungan apa?"
Billa melotot,seakan bola matanya akan keluar.Radit yang tak sengaja melihat ke arah Billa,tersenyum kikuk dan tangannya tanpa sadar menggaruk kepalanya.
"Sebenarnya kami,berpacaran."
"Kalian tahu,setan sangat menyukai berada di antara orang-orang yang berpacaran?"
"I-ya,Bah!"Radit menunduk.
"Kalau memang kamu menyukai anak Abah dengan serius,pinta Abah untuk menyerahkan tanggung jawab Abah sebagai pelindung kebahagiaannya.Bawa orang tua kamu untuk memintanya secara resmi dari Abah dan Ibunya."
"Iya,Bah!Itulah yang ingin Radit bicarakan.Saya sangat mencintai anak Abah dengan setulus hati.Saya tidak bisa berjanji untuk tidak membuatnya meneteskan air mata,tapi saya akan selalu berusaha untuk selalu membuatnya tersenyum.
Dan kalau Abah mengizinkan,saya dan keluarga akan datang untuk melamar Billa Minggu besok."
Abah menatap Billa yang masih terpaku di tempatnya berdiri.Radit seperti biasa tidak membicarakannya terlebih dahulu padanya.
"Bagaimana Billa,kamu mau menerima nak Radit?Kalau kamu mau,ayah mempersilahkan mereka untuk datang.Apabila kamu tidak mau,ya...untuk apa mereka datang kemari.Bukan begitu,nak Radit?"
__ADS_1
"Iya....sih,Bah!Tapi,kayaknya Billa sudah pasti mau dong,Bah!"
"Kamu terlalu percaya diri,anak muda!"cibir Abah.
"He.....he.....he...."
"Billa...!Apa Abah harus nunggu sepuluh tahun untuk menunggu jawaban kamu?"
"Jangan sepuluh tahun juga dong,Bah!"
"Billa akan kasih Pak Radit jawabannya besok!"ucap Billa.
"Nak Radit sudah mendengarnya sendiri,kan?Beri anak Abah waktu untuk berpikir.Mungkin bukan cuma nak Radit yang menjadi pilihan anak Abah,"Abah menakut-nakuti Radit.
"Kan anak Abah cantik,pasti banyak yang mau dengannya!Iya kan,Bill?"
"Abah tahu aja!"tos Billa.
"Jangan ya,Bill!Pilih aku aja!Kamu tahu sendiri kan betapa unggulnya keluarga kami?Aku pastikan,kamu tidak akan pernah menyesal sudah memilih aku,"promosi Radit.
"Benarkah?"canda Abah.
"Pasti,Bah!"jawab Radit serius.
Abah dan Billa tertawa dengan kekonyolan Radit mempromosikan dirinya sendiri.
"Tuh,kan!Abah bisa lihat sendiri kan,kalau Radit bisa membahagiakan anak gadis Abah."
Setelah mendengar keputusan dari Billa,Radit pergi ke kantornya.Walaupun Billa belum mengatakan 'Ya',tapi setidaknya Radit sudah mengutarakan niat baiknya untuk mempersuntingnya di hadapan Abah.
__ADS_1
* * *
"Kamu di mana?"
"Ini lagi di rumah makan dekat pabrik Ayah.Kenapa,Mas?"
"Nggak apa-apa,kangen aja.Kamu Mas chat nggak dibalas,dihubungi juga susah.Mas jadi khawatir."
"Ya ampun,Mas!Aiyla pikir kenapa.Maaf ya, Aiyla lupa kalau HP nya di silent.Ini Aiyla mau makan siang sama Ayah.Mas sudah makan siang?"
"Ini Mas juga lagi mau makan siang sama Fahri.Kamu yang banyak makannya!Cium jauh untuk debay kesayangan Daddy."
"Iya,Mas!Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam."
Davian mematikan sambungan teleponnya. Fahri senyum-senyum sendiri mendengar obrolan pasangan suami-istri itu.
"Kenapa?"tanya Davian sambil menyuap makanannya.
"Bos sudah terserang virus bucin."
"Apa itu bucin?"
"Aish....Bos hidup di jaman apa sih?Bucin aja nggak tahu!Bucin itu singkatan dari Budak Cinta."
"Oh.Saya Bucin sama istri saya sendiri,kamu?"
"Kenapa dengan saya?"
__ADS_1
"Kalau masih stalking orang yang dicintai apa sebutannya?"
Fahri terdiam seribu bahasa,tak ingin kembali mengingat masa lalu.