Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Ketahuan Mabuk


__ADS_3

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Aiyla ternyata benar-benar sedang mengandung dan usia kandungannya diperkirakan sudah tiga Minggu lebih.Davian dan Aiyla sangat bahagia mengetahui itu.Tapi Aiyla juga bingung.Dia baru masuk kuliah,Aiyla khawatir akan kondisi kehamilannya yang baru memasuki trisemester awal.


Sore ini,Aiyla sudah diperbolehkan pulang. Fahri datang menjemput mereka pulang ke mansion utama Papi.Semua keluarga bersuka cita saat diberitahu Davian tentang kehamilan Aiyla.Mama Salma bahkan datang untuk menyambut kedatangan Aiyla.Mama juga menjemput Billa tadi,langsung ke rumahnya.


Billa sebenarnya bingung,dari mana Mamanya Radit tahu alamat rumahnya.Tapi mengingat Radit adalah orang kaya,apa sih yang nggak bisa dilakukannya,pikir Billa.


Saat membuka pintu,Aiyla disambut Mami Manda dan keluarga yang lain.Aiyla juga melihat Billa ada di sana.Benar kata Bundanya,banyak orang yang sayang dan peduli padanya.Aiyla menitikkan air matanya,terharu.Mami Manda dan Mama Salma menghampiri dan memeluk Aiyla, mengajaknya masuk.Semua orang mengucapkan selamat atas kehamilannya.


Billa memeluk erat sahabat terbaiknya itu erat.Billa senang melihat Aiyla sudah kembali ceria,tidak seperti kemarin.Semua orang berbincang-bincang menikmati sore dengan berbagai cemilan yang telah disiapkan.Davian tidak melepaskan genggamannya sedikit pun.Dia terus berada di sisi Aiyla dan tidak ingin meninggalkannya walau sejenak.


Sedangkan Radit selalu saja menempel pada Billa,membuat Billa jadi risih.Mama Salma melihat itu dan langsung duduk ditengah-tengah antara Radit dan Billa.


"Ma,ngapain sih pindah ke sini?Sempit,tahu!"protes Radit.

__ADS_1


"Kamu yang ngapain duduk mepet-mepet ke putri Mama?Nggak lihat,putri Mama risih begini?"omel Mama Salma.


Billa tertawa sedangkan Radit bersungut-sungut tak jelas.Sore hari itu terasa sangat hangat.Sudah lama kediaman keluarga Papi Bara tidak seramai ini.


"Oh ya,Bill!Kalian itu kenalnya di mana,sih?"tanya Mama.


Billa melirik Radit,"Kalo kenalnya di nikahannya Aiyla dan Bang Davian.Tapi kalo ketemunya di parkiran apartemennya Bang Davian.Waktu itu Pak Radit kan mabuk terus dia meluk-meluk sembarangan gitu,saya kaget banget saat itu.Ya udah,saya tonjok aja mukanya,habis itu saya tendang sampai pingsan."


Billa menceritakan kejadian itu dengan semangat yang menggebu-gebu tanpa melihat keringat di kening Radit yang ditatap Mama Salma dengan mata yang menyorot tajam.


Papa Andri kebetulan sedang ada pekerjaan penting.Jadi Mama hanya datang sendiri.Billa menutup mulutnya karena tidak tahu kalau ternyata Mamanya Radit tidak mengetahui tentang kejadian itu.


"Teman-teman Radit,Ma yang maksa.Tapi cuma satu gelas kecil kok,sumpah!"Radit memelas.

__ADS_1


"Oh,kamu dipaksa minum sama temen kamu?"Mama melipat tangannya di dada.


Radit mengangguk memeluk Mamanya.


"Terus kamu minum?"tanya Mama lagi dan diangguki Radit.


"Terus......terus.....kalau kamu dipaksa terjun ke laut sama temen-temen kamu,kamu juga mau?"


Radit melepaskan pelukannya dan menatap ke segala arah untuk menghindari tatapan Mamanya.Davian dan Fahri tertawa keras melihat ketidakberdayaan Radit.Radit memang selalu di-bully oleh mereka berdua karena usianya yang lebih muda.


"Kamu itu sudah tua,sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.Masa' cuma gara-gara dipaksa oleh temen-temen kamu,kamu mau aja.Padahal kamu tahu itu nggak boleh.


Bagaimana kalau ada yang memanfaatkan keadaan kamu yang mabuk seperti itu.Mama nggak mau yah,kalau nanti,tau-tau ada perempuan yang membawa surat kehamilan kehadapan Mama dan Papa kamu dan minta pertanggungjawaban dari keluarga kita.Mama hapus kamu dari kartu keluarga,"ancam Mama.

__ADS_1


Davian dan Fahri semakin kencang tertawa.Radit mendelik dan bergumam tidak jelas melihat Davian dan Fahri.Davian meringis mengusap pinggangnya yang dicubit Aiyla.Fahri juga mentertawakan Davian.Tapi tak lama,Fahri juga meringis saat telinganya mendapatkan jeweran maut Mami Manda.Sekarang Papi Bara,Billa dan Aiyla lah yang tertawa kencang melihat tiga pria kekanakan itu.


__ADS_2