Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
OTW Ijab Kabul


__ADS_3

"Kamu dengar, Raditya Wijaya ?"akhirnya ceramah mami selesai juga.Setelah Davian keceplosan atau lebih tepatnya sengaja keceplosan,mami langsung memberikan Radit kuliah pagi dengan materi yang sangat sulit dimengerti dan diterima oleh otak Radit.


Raditya mengangguk pelan dan menatap kesal pada Davian yang mentertawakan nya dari tadi."Jangan hanya mengangguk, masuk kuping kiri keluar kuping kanan.Kasihan mama kamu,kamu sudah 26 tahun.Mau sampai kapan jadi playboy cap ikan teri begini?"lanjut tausiyah mami.


"Inget karma menanti kamu, kalau kamu terus menyakiti hati gadis-gadis itu!"lanjut mami lagi yang nggak ada puas- puasnya memberikan pencerahan pada Radit.


Papi yang mendengarnya saja ikut pusing apalagi Radit."Iya mamiku yang paling cantik, Radit paham.Tapi Radit nggak pernah menyakiti hati orang.Merekanya yang mau dan menawarkan diri,"bela Radit.Davian tersenyum sinis dan geleng-geleng kepala mendengar kepercayaan diri Radit.


Ting.....


Ponsel Davian berbunyi dan segera dilihatnya.Davian tersenyum melihat chat yang Aiyla kirimkan.Aiyla mengirimkan foto kalung dengan liontin salju yang diberi berlian di tengahnya itu pada Davian.


Aiyla :[Terimakasih kalungnya.Cantik.]


Davian melirik mami yang masih asyik makan sarapannya,"mi,Davi...,"


"Nggak boleh ! telpon aja kalau memang ada perlu !"mami memotong ucapan Davian seakan tahu apa yang Davian akan ucapkan.


Davian mendengus kesal dan pergi dari sana.Davian segera mendial nomor Aiyla dan tak lama Aiyla pun mengangkatnya.

__ADS_1


Aiyla :"Halo, assalamualaikum !"


Davian :"Waalaikumussalam,lagi di mana ?kok kedengarannya rame banget."


Aiyla :"Lagi di taman depan apartemen,tadi habis joging terus sekalian sarapan."


Davian :"Oh,kamu suka?"


Aiyla :"suka,kok.Enak buburnya."


Davian :"Ckk,bukan itu.Kalung maksudnya."


Aiyla :"Oh,he...he....suka lah.itu berlian asli."


Aliya :(tersenyum malu)"Suratnya mana,kok nggak ada ?"


Davian :"Kenapa nanya ? jangan pernah berpikir untuk menjualnya,ya !"


Aiyla :"Iya.ya sudah, sekali lagi terimakasih.Aku sama Billa mau pulang, assalamualaikum."

__ADS_1


Davian :"Waalaikumussalam."


Davian masih senyum-senyum dan memasukkan ponselnya ke sakunya."Astaghfirullah,"Davian terkejut melihat Fahri di belakangnya.Fahri mendengus, emangnya dia setan apa.


* * *


Sekarang ini, Aiyla beserta Billa sekeluarga sudah ada di hotel.Mereka sudah menginap dari semalam.Dan pagi ini adalah hari yang istimewa bagi Aiyla dan Davian.Davian akan mengucapkan ijab Kabul atas namanya.


Aiyla menatap wajahnya di cermin.Matanya berkaca-kaca teringat akan bundanya.Aiyla sedih karena bukan ayahnya yang akan menikahkannya.


Billa menepuk pundak Aiyla,"berbahagialah,Ai ! bang Davian orang yang sangat baik.Mami Manda dan papi Bara juga menyayangi kamu seperti anaknya sendiri.Kamu adalah gadis yang beruntung,"ucap Billa memeluk Aiyla.Air matanya pun jatuh tanpa disadari.Billa memang agak tomboy,tapi hatinya sensitif.


Aiyla mengangguk setuju,dia memang gadis yang beruntung.Bak Cinderella yang dipersunting oleh pangeran dan disayangi oleh keluarganya.Walaupun mata Aiyla berkaca-kaca, Aiyla tidak akan menangis.Kalau di pagi hari seperti ini dia menangis,maka dapat dipastikan sampai sore nanti ada aja alasan yang akan membuat air matanya keluar.


Ceklek, pintu terbuka.Mami menjemput calon menantunya untuk segera ke tempat ijab kabul akan dilakukan.Aiyla berjalan didampingi mami dan Billa di kedua sisinya.


Tak sengaja Aiyla melihat ada ayahnya disalah satu meja dengan istri dan juga anak tirinya, Camilla.Entah apa yang dilakukan Davian sehingga ayahnya mau menghadiri pernikahannya.Aiyla memang mengharapkan ayahnya hadir meski tak sudi menjadi wali nikahnya.Dan Davian Tahu itu.


Davian menatap Aiyla dengan mulut sedikit terbuka.Bener kata maminya, Aiyla memang manglingin."Cantik banget,"lirihnya,entah itu lebay atau memang kenyataannya.

__ADS_1


"Aww..."Davian mengusap bibirnya karena disentil oleh mami Manda.Aiyla tersenyum kecil melihatnya,"terimakasih,"ucapnya berbisik.Davian menoleh dan hendak menjawab,tapi tak jadi.


"Apa sudah bisa kita mulai ?"tanya pak penghulu.


__ADS_2