Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Salah Paham


__ADS_3

Dengan wajah yang masih terlihat kesal,Davian membawa Aiyla ke kantor.Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya lebih baik menghindar untuk menyapa melihat Bos mereka seperti akan keluar tanduk dari kepalanya.


Brakk...


Davian menutup pintu dengan kencang.Aiyla sampai mengelus perutnya karena kaget dan takut calon bayinya juga terkejut.Davian duduk di kursinya dan menyandarkan kepalanya.Aiyla jadi bingung sendiri,apa suaminya harus semarah ini.Bukankah dia sendiri yang memberi izin untuknya pergi.


Aiyla duduk di sofa dan sesekali melirik ke arah suaminya itu.Davian memejamkan matanya,mencoba menenangkan perasaan kesalnya.


"Mas,kamu kenapa sih?Marah-marah nggak jelas gitu."


Davian membuka matanya dan berdiri menghampiri istrinya yang duduk di sofa.Matanya menatap dengan tajam membuat Aiyla malah mengerutkan keningnya,heran.


"Kamu bilang pergi dengan Billa,kan?"tanya Davian dengan raut kesal.


"Iya...terus?"


"Tapi kamu malah makan sama entah siapa itu tadi.Pake ngegombalin kamu lagi.Seneng dibilang cantik sama Dia,iya?"


"Oh...kamu cemburu ternyata,"Aiyla manggut-manggut.


"Ckk,Dia itu Kak Shandy temannya Billa.Kita nggak sengaja ketemu,terus tadi Billa nggak sengaja nyenggol gelasnya dan jusnya malah tumpah ke bajunya.Jadi Billa nya permisi ke toilet tadi,"jelas Aiyla.


"Oh,ya?"


"Kamu nggak percaya sama aku?Emangnya ada orang yang mau tebar pesona dengan perut yang sebesar ini?Atau jangan-jangan, kamu malah nggak percaya kalau anak ini anak kamu,iya?Tega kamu!"


Aiyla berdiri dan segera pergi meninggalkan Davian yang melongo dengan ucapan istrinya itu.Dia malah tidak pernah berpikir kalau bayi yang masih berada di dalam kandungan Aiyla milik pria lain.Davian cuma cemburu melihat Aiyla tersenyum pada pria lain,kenapa Aiyla malah berpikir hal yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya.


"Aiy.....!"panggil Davian.

__ADS_1


Aiyla tidak mempedulikan panggilan suaminya itu dan malah mempercepat langkahnya,tapi tetap berhati-hati karena tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada kandungannya.Davian berlari mengejar Aiyla yang sudah lebih dulu masuk ke dalam lift.


Karena tak ingin menunggu lebih lama,Davian turun lewat tangga darurat.Sampai di lobby,Davian terlambat saat melihat Aiyla yang sudah masuk ke dalam taksi.Davian mengusap wajahnya kasar dan berteriak membuat karyawan yang melihatnya menjadi terkejut.Begitu pula dengan Fahri dan Radit yang baru sampai dari makan siang.


"Kenapa,Bos?"


"Aiyla marah,"ucapnya frustasi.


"Kok bisa?"tanya Radit yang sengaja ke Adhitama Group setelah dari menemui kliennya.


"Lebih baik kita bicara di kantor!"usul Fahri.


"Tapi Aiyla?"cemas Davian.


"Bos tenang aja,Aiyla pasti baik-baik aja!"Fahri menenangkan Davian.


"Apa?Mereka bertemu Shandy,kakak kelas Billa?"sela Radit.


Davian dan Fahri menatap tajam Radit yang mengagetkan mereka.Radit tersenyum takut melihat tatapan tajam dua orang tersebut. Davian melanjutkan ceritanya kembali setelah Radit mengunci mulutnya.


"Aiyla salah paham!"kata Davian menyandarkan kepalanya pada sofa.


"Berat banget ini mah masalahnya,"ucap Radit.


"Ya udah,Bos pulang aja!Jelasin ke Aiyla kesalahpahaman kalian.Aiyla sedang hamil, takutnya Aiyla malah kepikiran dan malah berpengaruh ke calon bayi kalian,"saran Fahri.


Davian bergegas pergi pulang ke rumah.Davian terus menghubungi nomor Aiyla,tapi tidak satupun panggilan darinya dijawab.Malah sekarang ponselnya tidak aktif.Davian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai mansion.


Sampai di mansion,Davian langsung pergi ke kamarnya dan mencari keberadaan istrinya. Seluruh ruangan yang ada di kamar dilihatnya,namun Aiyla tak ada di sana.Davian melihat baju-baju Aiyla dan bernafas lega karena baju-bajunya masih tersusun rapi di walk in closet.

__ADS_1


"Mi,Aiyla belum pulang?"tanya Davian melihat Maminya yang sedang menonton TV.


"Aiyla nggak pulang!"ucap Mami.


"Mi,Davian serius.Mana Aiyla?"kesal Davian.


Mami menatap wajah frustasi Davian,"Kamu kenapa?"


"Aiyla salah paham!"ucap Davian singkat.


Mami mengernyit,"Kamu selingkuh?"tuduh Mami.


"Nggak mungkinlah,Mi!"sewot Davian.


"Terus Aiyla salah paham apa?"


Davian pun lagi-lagi harus menceritakan bagaimana Aiyla bisa salah paham terhadapnya.Mami memukul kepala Davian dengan bantal sofa.


"Kamu tahu kan kalau ibu hamil itu lebih sensitif?Masalah kecil aja bisa jadi besar.Dan kamu malah menuduhnya seperti itu,dasar raja tega!"omel Mami.


"Mi,Davian nggak menuduhnya.Davian cuma nggak suka ada pria lain yang melihat senyum cantik istriku,itu aja.Emangnya salah?"bela Davian.


"Alasan kamu terlalu mengada-ada,"ucap Mami.


"Gimana,Mi?Aiyla menonaktifkan ponselnya. Davian harus cari Aiyla!"


Davian pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Mami Manda yang baru membuka mulutnya akan memberitahu keberadaan Aiyla.


"Huh......dasar!Mau dikasih tahu malah pergi begitu saja.Ya sudahlah,biarkan saja!"Mami Manda melanjutkan kembali acara menontonnya.

__ADS_1


__ADS_2