Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Ada Apa Sih????


__ADS_3

Pak Reyhan memutar kemudinya setelah melihat Aiyla keluar dari mobilnya.Sudah sejak pagi Ayah Reyhan mengikuti mobil Davian dari jarak yang agak jauh.Ayah Reyhan merasa sangat bersalah sudah menyia-nyiakan putri kesayangannya cuma karena hasutan dari orang yang baru saja menjadi karyawannya.


Bahkan untuk mengunjungi makam istrinya saja,Dia seakan tak punya muka.Air matanya selalu menetes kala mengingat betapa jahatnya Dia pada putrinya dulu.Ayah Reyhan selalu tahu apa yang dilakukan Bu Rosa pada Aiyla,tapi Dia seakan mengeraskan hatinya untuk tidak peduli melihatnya.


Ayah Reyhan menghentikan mobilnya di bahu jalan dan menangis keras sambil sesekali memukul stir mobilnya.Sudah dua hari ini Dia tidak pulang ke rumah,bahkan ke pabrik pun Dia tidak.


* * *


"Kenapa tuh muka?Asem banget,"goda Mami menjitak kepala Radit.


Radit masih diam dengan bibir yang maju.Tanpa menghiraukan ejekan Mami,Radit pindah duduk mendekat ke Aiyla.Davian yang baru turun segera menghampiri Radit dan duduk ditengah-tengah Radit dan Aiyla.


"Apaan sih,Bang!Orang mau ada yang ditanyain sama Aiyla juga.Ganggu aja,deh!"sewot Radit.


"Emangnya nanya harus mepet-mepet seperti itu?"balas Davian tak kalah sewot.


"Mau nanya apa sih?Penting banget?"tanya Davian lagi.


"Sangat.....sangat.....penting!"


"Apa?"


"Sana-an makanya!"

__ADS_1


"Tinggal nanya aja berisik banget,sih!"


Radit akhirnya pindah ke sofa yang lain disebelah Aiyla.


"Ai,kamu tahu nggak temannya Billa yang namanya Sandi?"


"Sandi?Kakak kelasnya Billa saat SMA dulu?"


"Mungkin,"jawab Radit ragu.


"Billa pernah cerita,sih.Kenapa?"


Radit cemberut.Kemarin saat mengantar Billa pulang,Radit menanyakan siapa orang yang bertemu mereka di restoran.Tapi Billa tidak menjawabnya,malah mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain.


"Kemarin kita ketemu sama tuh orang.Dia minta waktu untuk ngobrol,gitu.Katanya mau minta maaf.Emang mau minta maaf untuk apa sih?"kepo Radit.


Sudah perasaannya yang tidak tegaan ditambah hormon kehamilan yang membuatnya jadi lebih perasa,akhirnya Aiyla menceritakan apa yang pernah diceritakan oleh Billa tentang kakak kelasnya itu.


"Oh,begitu ceritanya,"ucap Mami manggut-manggut.


"Mami...!Seharusnya Radit yang bilang begitu,"rajuk Radit.Mami tidak menghiraukan Radit malah melenggang menuju kamarnya.


"Sudah malam,ayo sudah waktunya istirahat.Kita buat susu untuk kamu dulu!"Davian menarik tangan Aiyla agar mengikutinya ke dapur.

__ADS_1


Keesokan harinya,Davian masih muntah-muntah dari mulai bangun tidur tadi.Aiyla pun menyiapkan teh hangat untuknya agar perutnya hangat dan mengurangi mual yang Davian rasakan.


Hari ini,Davian akan masuk kantor dan Aiyla juga akan mulai kembali kuliah.


"Aiy-Aiy.......kangen!!!!!"Billa menghambur ke pelukan Aiyla.


"Aunty Bul-Bul,jangan kenceng-kenceng!!!!" ucap Aiyla.


"Aduh.....aduh.....maafin Aunty ya,sayang!"elus Billa pada perut Aiyla.


Mereka pun tertawa dan pergi menuju kelasnya.Saat diperjalanan menuju kelas,semua orang di fakultas melirik Aiyla sambil berbisik-bisik.Aiyla jadi merasa risih diperhatikan seperti itu.Aiyla dan Billa bingung,ada apa dengan semua orang.Kenapa menatap mereka seolah-olah mereka berbuat salah.


"Ada apa sih,Bill?"tanya Aiyla heran.


Billa mengangkat kedua bahunya,"Aku nggak tahu,Ai!"


Billa menghampiri salah satu teman sekelasnya dan menanyakan apa yang terjadi.


"Sya,ada apa sih?"


Syafa memperlihatkan sebuah video berdurasi kurang lebih lima menit di salah satu akun di Tok-Tok yang menampilkan wajah Aiyla yang menampar seorang wanita paruh baya yang wajahnya sudah diblur.


Billa menggeram kesal,"Siapa yang menyebarkannya?"

__ADS_1


Temannya Syafa mengedikkan bahunya.Aiyla menghampiri mereka,ingin melihat juga apa yang membuat Billa jadi marah seperti itu.Tapi Billa buru-buru mengembalikan ponsel itu ke Syafa.


"Ada apa sih,Bill?"


__ADS_2