Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Meminta Restu Bunda


__ADS_3

Setelah Davian melamar Aiyla ditepi pantai kemarin, seminggu kemudian Lamaran resmi pun diadakan.Karena ayah Reyhan tidak mau datang ke acara, akhirnya sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya keluarga Billa lah yang mewakili dari pihak perempuan.Walaupun Aiyla sedih,tapi dia tidak ingin menampakkannya pada semua orang.Acara lamaran itupun sekaligus menjadi acara pertunangan bagi mereka berdua.Dan sekarang, Davian dan Aiyla pun resmi menjadi pasangan calon suami istri.


Dari acara lamaran dan pertunangan itu, akhirnya disepakati bahwa dua minggu lagi pernikahan akan dilaksanakan di hotel ini juga.Mami Manda lah orang yang paling semangat menyiapkan acaranya.Semua persiapan yang dibutuhkan mami lah yang mengurusnya.Sebenarnya mami menanyakan kepada Aiyla tentang pernikahan impiannya seperti apa, namun Aiyla menyerahkan semuanya pada Davian.Dan, karena Davian orang yang paling sibuk setelah Fahri, akhirnya mami Manda lah yang mengemban amanah itu.


*****

__ADS_1


Sekarang, Davian dan Aiyla berada di pemakaman untuk meminta restu dari bunda Amine.Mereka ditemani oleh Fahri dan Billa.Tapi Fahri dan Billa tidak menemani sampai ke makamnya.Davian keluar dari mobilnya dengan topi hitam dan masker seperti waktu mereka ke hotel dan menyebabkan kesalahpahaman terjadi.


"Harus banget ya,mas ! pake topi dan masker seperti itu ?"Aiyla heran kenapa Davian harus menggunakan itu semua."Ya harus dong,Ai ! nanti kalau ada paparazi gimana ? mereka akan mengganggu privasi kita.Kamu tahu sendiri kan calon suamimu ini siapa?"jelas Davian agak sedikit angkuh sih ditelinga Aiyla.Tapi,yah sudahlah.Terserah Davian saja.Saat sudah sampai di makam bunda Amine, Davian dan Aiyla mengucap salam dan membersihkan daun-daun kering yang jatuh dari pohon didekatnya.Sesaat kemudian, Aiyla dan Davian meminta restu di depan makam bunda.


"Bunda,Aiyla datang kemari ingin mengenalkan seseorang yang sebentar lagi akan menjadi pasangan hidup Aiyla.Sebenarnya dia memaksa Aiyla bunda,bunda boleh datengin dia nanti malam,"curhat Aiyla yang membuat Davian gelagapan.

__ADS_1


"Bunda, perkenalkan saya Davian.Kurang dari seminggu lagi,saya akan resmi mempersunting anak bunda.Bunda yang tenang di sana,saya memang tidak bisa berjanji untuk selalu ada disamping Aiyla,tapi saya berjanji akan selalu membahagiakan Aiyla.Aiyla adalah satu-satunya wanita yang akan ada di hati saya."ucap Davian sembari menatap mata Aiyla.Setelah memperkenalkan dirinya, Davian dan Aiyla berdoa dan pergi dari sana.


Davian dan Aiyla berjalan saling bergandengan tangan menuju mobil."Kamu itu yah, bercanda kok nggak lihat tempat sih,Ai ! sudah tahu ini pemakaman masih aja bercanda,"omel Davian mengingat candaan Aiyla tadi.Aiyla menghentikan langkahnya dan menatap Davian,baru saja Aiyla akan membuka mulutnya untuk membela diri,tak sengaja Aiyla melihat putih-putih tergantung di pohon nangka dekat pagar yang agak jauh dari gerbang.Aiyla pun terdiam dengan mulut yang gemetar.Davian yang penasaran pun ikut melihat ke arah pandangan Aiyla.Dan baru saja sekelebat Davian melihat,Aiyla berteriak,"Aaaaaaa...."Aiyla pun lari meninggalkan Davian.Davian yang ditinggal lari pun refleks ikut berlari mengejar Aiyla.


Saat sampai di mobil, Aiyla pun segera masuk diikuti Davian dengan nafas ngos-ngosan dan tangan yang gemetaran.Fahri dan Billa bingung,ada apa dengan mereka.

__ADS_1


"Ai, kalian kenapa ? kok lari-larian begitu, dikejar anjing?"tanya Billa.Aiyla yang masih ngos-ngosan menggelengkan kepalanya."Tadi,aku lihat ada putih-putih yang tergantung di pohon nangka,"cerita Aiyla.Fahri menatap Davian di belakangnya yang juga masih ngos-ngosan."Emang kenapa ?itu kan cuma buah nangka yang terbungkus karung,"heran Billa.Saat berziarah berdua Aiyla waktu itu, Billa sudah pernah melihatnya dan tidak ada yang aneh.Warga di sekitar sini memang melakukan itu agar buahnya tidak dimakan tupai atau hewan lainnya.Tak berselang lama, Billa dan Fahri tertawa keras melihat kekonyolan Davian dan Aiyla.Davian menatap horor ke arah Aiyla.Jadi, mereka lari cuma gara-gara buah nangka yang terbungkus karung ? Aiyla yang ditatap mengusap tengkuknya yang merinding dan mengangkat dua jarinya yang membentuk huruf V dengan memamerkan giginya yang putih dan rapi.


"Apa kita harus tetap di sini sampai tahun depan ?"tanya Davian dengan nada dingin.Menyadari aura horor sudah menyelimuti suasana di dalam mobil, Billa dan Fahri berdehem menghentikan tawanya.Fahri pun segera melajukan mobilnya meninggalkan area pemakaman, takut tanduk Davian keluar.


__ADS_2