Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Morning Sickness


__ADS_3

"Huek.....huek......"


Suara seseorang dari dalam kamar mandi.Sudah hampir setengah jam,Davian bolak-balik ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.Aiyla memijat tengkuk Davian berharap mual yang dirasakan Davian berkurang.


"Aku yang hamil,kok kamu yang muntah-muntah sih,Mas?"Aiyla membuka botol minyak kayu putih agar Davian bisa menghirup aromanya.


"Huek......,"Davian menutup hidungnya.


"Jangan pake itu,Sayang!Nggak suka Mas sama baunya,"Davian mendorong minyak kayu putih yang Aiyla sodorkan.


Aiyla menyimpannya kembali di laci nakas dan hendak keluar,tapi Davian mencegahnya dan menariknya agar duduk di pangkuannya. Davian memeluk dan mengendus ceruk leher Aiyla.Untung Aiyla sudah mandi.Davian merasa nyaman dengan aroma Citrus yang menguar dari tubuh Aiyla.Segar di indera penciumannya.


"Mas,Aiyla buatkan teh jahe,ya?Biar mualnya sedikit mereda,"ucapnya mengelus pipi Davian.


"Nanti saja,Mas sudah agak mendingan kok nyium aroma tubuh kamu,"Davian masih meletakkan kepalanya di ceruk leher Aiyla.


Tok.....tok.....tok.....


"Den...Non.....sarapan sudah siap!"beritahu si Mbok.


"Iya,Mbok!Sebentar lagi kita turun!"teriak Davian.


"Ayo,Mas!Kita ke bawah,semua sudah nunggu pasti.Kamu juga harus makan biar nggak lemes.Lihat!Muka kamu pucat seperti ini."


Aiyla menarik Davian agar mau untuk sarapan.Malu juga,sudah tidak membantu di dapur,harus membuat anggota keluarga lainnya menunggu pula.Dengan langkah gontai,Davian mengikuti Aiyla.

__ADS_1


"Kamu kenapa,Sayang?Kok pucet banget muka kamu?"Mami menghampiri Davian dan Aiyla yang baru menuruni anak tangga terakhir.


"Nggak tahu,Mi!Mas Davian dari tadi muntah-muntah terus,"jawab Aiyla.


Mereka mendekat ke arah meja makan yang sudah duduk Papi,Radit,bahkan Fahri pun sudah berkumpul di sana.Mami yang memaksa Fahri untuk selalu datang saat sarapan.Kasihan kalau si 'jomblo' satu ini harus dibiarkan sarapan sendirian di apartemennya.Nanti kesambet nggak ada yang tahu.


"Kalau putrinya Mami,muntah-muntah juga?"


"Alhamdulillah nggak,Mi!"Aiyla menggeleng.


"Oh kalau begitu,Davian lah yang mengambil morning sick-nya kamu.Kalau nggak salah kehamilan simpatik namanya,"jelas Mami.


"Kok bisa gitu,Mi?"tanya Aiyla.


Mereka pun memulai sarapan.


"Yang,Mas mau makan salad buah aja deh kayaknya!"rengek Davian manja.


"Ya,elah!Manja banget sih,Bang!"cibir Radit.


"Ya udah,Aiyla buatin dulu yah!"Aiyla hendak beranjak dari duduknya tapi Davian melarangnya.


"Biar Radit aja yang buatin,kamu jangan jauh-jauh dari Mas!"Davian melirik Radit.


"Apa,Mas?Nggak salah?"Radit melongok tak percaya.

__ADS_1


"Nggak!Buruan buatin!"usir Davian.


"Tapi aku nggak bisa buatnya!"beritahu Radit kesal.


"Biar Aiyla aja ya,Mas!"tawar Aiyla.


Davian menggeleng dan melotot tajam kearah Radit.Akhirnya Radit berdiri dan berjalan menuju dapur untuk melaksanakan apa yang Davian mau.


"Biar Mami bantu!"Mami menyusul Radit.


Tak lama setelah itu,Radit datang membawa apa yang diinginkan Davian dan menaruhnya di hadapan Davian.Dengan muka masamnya,Radit kembali duduk di tempatnya.


"Gitu aja ngambek!"cebik Davian.


"Sudah,sarapan!"lerai Papi.


"Mami seneng deh,Davian kesayangannya Mami yang mengalami hal-hal yang seharusnya putri cantiknya Mami alami,"ucap Mami disela sarapan mereka.


"Itu memang yang jadi doanya Mami.Mami ingin semua pria kesayangan Mami mengalami ini saat istri mereka hamil nanti,"ucap Mami tanpa peduli semua pria yang ada di sana menatapnya tajam.


Fahri mentertawakan Papi,Davian, dan Radit yang mencebik mendengar penuturan Mami.Mami menatap Fahri bingung.


"Kamu juga salah satu dari pria kesayangan Mami,kan?"tanya Mami menatap Fahri.


Fahri membungkam mulutnya.Ternyata dia juga termasuk.

__ADS_1


__ADS_2