Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Billa si Gadis Cupu


__ADS_3

"Sudah lama tidak bertemu,kamu semakin cantik!"ucap Sandi basa-basi.


Sandi adalah kakak kelas Billa saat di SMA. Saat itu Billa masih kelas sepuluh dan Sandi sudah kelas dua belas.Pada saat jaman SMA, penampilan Billa memang agak sedikit cupu.Dulu Billa memakai kawat gigi dengan wajah yang jerawatan.Maklumlah,masih remaja.Belum tahu benar bagaimana cara merawat diri.Sedangkan Sandi adalah ketua tim basket.


Flashback on


"Hai!Kamu Billa,kan?"Sandi duduk di bangku depan Billa.


Billa mengangguk dan menundukkan pandangannya,malu.Sandi tersenyum simpul melihat Billa yang malu-malu.


"Kamu mau nggak jalan bareng aku?"tanya Sandi dengan senyum yang ramah.


Billa mendongak,"Kakak ngajak aku?"


"Iyalah,emangnya ada orang lain di sini selain kita berdua?"


Billa mengedarkan pandangannya dan tidak melihat siapapun selain mereka berdua.


"Tapi,kenapa Kakak ngajak aku?"tanya Billa tak habis pikir.


"Habisnya aku lihat kamu itu selalu di kelas,pasti kamu juga nggak pernah keluar rumah,kan?"tebak Sandi yang memang tepat sekali.


"Sebentar lagi kan ujian akan dimulai,jadi sebelum kita disibukkan dengan belajar, belajar,dan belajar,bagaimana kalau kita refreshing.Nggak harus jauh-jauh juga,sih.Gimana,mau nggak?"


"Tapi,ke mana?"


"Ya...ke mall kek atau ke taman,mungkin?"


"Kapan?"Billa mulai tertarik.


Nggak ada salahnya juga kan menerima ajakan Kakak kelas paling populer di sekolah.Walaupun sedikit curiga,Billa mengiyakan ajakan Sandi.


"Minggu besok,jam sepuluh.Kamu share aja alamat rumah kamu!"


Minggu

__ADS_1


Sandi mengajak Billa jalan-jalan ke Mall,nonton,dan banyak lagi yang mereka lakukan di sana.Ternyata Billa orangnya asik juga,pikirnya.Karena sudah lelah bermain,Sandi mengajak Billa untuk makan di sebuah cafe.Saat lagi asik makan yang diselingi dengan candaan,teman-teman Sandi datang bersama dengan pacarnya masing-masing dan seorang gadis yang langsung mencium pipi Sandi.


"Wah....kalah nih kita,kayaknya!"seru teman Sandi.


"Pastilah!Sekarang,kalian harus bayar sesuai perjanjian.Ayo,keluarin hadiah taruhannya!"ucap gadis yang mencium Sandi tadi.


Billa tampak bingung dengan situasi ini dan bertanya pada Sandi lewat sorot matanya.Sandi terdiam menatap Billa.Shilla yang ternyata pacarnya Sandi memutus pandangan Sandi dengan menjentikkan jarinya di depan mata Sandi.


"Maaf ya,adik kelasku yang cupu!Sandi ngajak kamu bukan karena maunya dia,tapi gue yang maksa.Lumayan kan hadiahnya kalau dia bisa ngajak kamu jalan,"Shilla mengibaskan lembaran uang seratus ribuan di hadapan Billa.


Billa menatap Sandi kecewa.Seharusnya Billa mengikuti instingnya yang curiga dengan ajakan tiba-tiba kakak kelasnya yang populer itu.Billa segera pergi meninggalkan Sandi yang menatapnya dengan tatapan penuh rasa bersalah.Teman-temannya mentertawakan Billa tapi Dia seperti tidak bisa menghentikan mereka.Billa sangat kecewa dijadikan bahan taruhan seperti itu.


Sejak saat itu,Billa selalu menghindari Sandi.Billa juga merubah penampilannya menjadi lebih tomboy dan gara-gara itu juga Billa ikut kelas bela diri.


Flashback off


"Nggak usah basa-basi,langsung aja.Apa yang ingin Kakak bicarakan?"tanya Billa datar.


"Maaf!"Sandi menunduk.


"Billa!Maaf!Saat itu,aku terpaksa.Kalau aku nggak mau,Shilla dan temannya akan melakukan hal buruk ke kamu,"ujar Sandi.


Sandi berlutut di depan Billa dan memegang tangannya.Radit yang melihat dari jauh merasa kesal sekali dan ingin sekali memelintir tangan itu.


Billa menarik tangannya dan meminta Sandi untuk duduk kembali di tempatnya semula.Billa menghela nafas panjang.


"Sudah aku maafkan,kok.Aku juga sudah melupakannya,"jawab Billa.


Billa memang sudah melupakannya selama ini,tapi saat tadi melihat Sandi,ingatan itu kembali muncul.


"Benarkah?"tanya Sandi memastikan.


"Hem!"Billa mengangguk.


Tidak ada gunanya juga menyimpan rasa sakit di dalam hati.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu.Berarti kita bisa berteman,dong?"


"Nggak boleh!"teriak Radit yang tiba-tiba muncul.


Billa dan Sandi menoleh ke arah sumber suara.Radit menarik tangan Billa dan mengajaknya pergi dari sana.Billa menoleh ke arah Sandi dan berteriak,"Maaf ya,Kak!"


* * *


Aiyla menemani Davian yang sedang memeriksa beberapa berkas yang dibawa oleh Fahri di ruang kerjanya.Davian memang tidak masuk kantor,tapi Davian menyuruh Fahri untuk membawa berkas-berkas yang harus ditandatangani ke mansion.Dan Aiyla dengan wajah yang bosan selalu menemaninya.


Davian melirik Aiyla yang terlihat sedang melamun.Davian mengacak rambut istrinya dan hal itu berhasil menyadarkan Aiyla dari lamunannya.


"Ada apa?"


Aiyla menggelengkan kepalanya,tapi Davian tidak percaya dan terus menanyakan apa yang sedang istrinya itu pikirkan.Davian meletakkan berkasnya ke atas meja dan duduk menghadap Aiyla.


"Apa masih khawatir tentang kuliah kamu?"


Aiyla menggeleng lagi.Fahri yang berada di sana,pura-pura tidak mendengar apa yang suami-istri itu perbincangkan.


"Aiyla sudah memutuskan untuk tetap kuliah."


"Terus,apa yang mengganggu pikiran istriku yang cantik ini,"Davian menangkup wajah Aiyla,ingin mencium bibirnya.


"Ehm....Hem.....,"tiba-tiba Fahri sakit tenggorokan dan melanjutkan memeriksa berkasnya.


Aiyla tertawa melihat Davian yang menatap Fahri kesal.


"Apa yang kamu pikirkan?"tanyanya lagi.


"Sepertinya,Aiyla melihat seseorang tak jauh dari gerbang depan saat kita masuk tadi."


"Siapa?"


"Ayah."

__ADS_1


__ADS_2