
Di lain tempat, seorang pemuda sedang duduk bosan mendengarkan celotehan gadis cantik tentang kegemarannya berbelanja barang-barang branded.Gadis cantik itu adalah gadis yang dijodohkan mamanya untuknya.
"Maaf,Key ! sebenarnya saya sudah punya pacar !"Radit memotong ucapan gadis yang dia panggil Key itu.
Key adalah anak dari teman arisan mamanya.Dia cantik, polos dan terlihat manja di mata Radit.Untuk saat ini, Radit sedang malas berurusan dengan kisah cinta sepertinya.
"Kalau kak Radit sudah punya pacar, kenapa mamanya kak Radit ngenalin kakak ke aku ?"tanya Key heran.
Radit menghela nafas panjang,"sebenarnya hubungan kami tidak direstui oleh mama,"ucap Radit dengan mimik muka yang dibuat sesedih mungkin.
Dalam hati, Radit meminta maaf pada mamanya karena sudah mengkambing hitamkan mamanya dihadapan Key.
"Kamu lihat Key,pelayan yang sedang mengantarkan makanan di meja pojok itu?"tunjuk Radit pada seorang pelayan cafe.
Key mengangguk.
"Dia adalah pacarku !"beritahu Radit.
__ADS_1
"Kamu tahu kan apa masalahnya ?"lanjut Radit mengarang cerita.Radit emang paling pinter kalau ngarang cerita.
Lagi-lagi Key mengangguk."Tapi kak Radit nggak sedang ngarang cerita kan ? ini bukan karena kak Radit nggak suka kalau mamanya kak Radit menjodohkan kita kan?"curiga Key.Mama Salma adalah sosok wanita yang baik dan berhati lembut,apa mungkin dia seperti itu, pikir Key.
Radit gelagapan dan segera menggeleng kuat."Kalau kamu nggak percaya,saya kenalin kamu ke orangnya !"tantang Radit dan memanggil pelayan itu.
"Billa...."panggil Radit.
Radit memang mengajak Key bertemu di cafe.Dan kebetulan sekali, mereka bertemu di cafe tempat Billa bekerja.Billa mendengus,mau apalagi manusia satu ini.Billa menghampiri Radit dan langsung disambut pelukan dan kecupan singkat di keningnya.Billa melotot tajam setajam samurai.
"Sayang, kenalin ini temen aku Key.Key ini Billa !"Radit langsung menyerobot ucapan yang akan Billa keluarkan dari bibirnya dan menyodorkan tangan Billa ke arah Key.
Billa melirik Radit dengan tatapan siap membunuh.Dia tersenyum dan menggertakan giginya kesal.Tanpa menjawab pertanyaan Key,Billa menginjak kaki Radit dengan sekuat tenaga dan berlalu pergi dari sana.
"Dia pasti marah,"ucap Radit sembari menahan sakit di kakinya.
"Kakak tenang aja, biar Key nanti yang ngomong sama mamanya kak Radit !"ujar Key polos.Untung Key orangnya nggak neko-neko.Jadi dia menerima saja apa yang di ceritakan Radit.Lagipula Key masih muda,masih pengen bersenang-senang dengan teman-temannya tanpa terikat sebuah hubungan.
__ADS_1
"Terima kasih,Key ."
* * *
Beberapa hari kemudian, pasangan pengantin baru pulang dari honeymoon dengan wajah yang tak enak dipandang mata.Apalagi Davian,sudah kek bocah yang nggak dibolehin main sama emaknya.
"Assalamualaikum,"salam keduanya.
"Waalaikumussalam.Eh,kok udah pulang !"kaget mami Manda.
Davian tak menghiraukan pertanyaan mami dan langsung duduk.Aiyla mencium tangan mami dan mami mencium kening,pipi kanan dan kiri Aiyla sayang.Mami mendengus melihat wajah suram putranya itu.
"Katanya dua minggu,ini baru tiga hari kok sudah pulang ? apa cucu mami sudah hadir di sini?"mami mengelus perut rata Aiyla.
Davian mencebikkan bibirnya,"memangnya bisa satu kali coblos langsung jadi presiden,mi?"Davian sewot dengan pertanyaan maminya.
Mami Manda dan papi Bara bingung dengan pertanyaan Davian.Apa hubungannya honeymoon mereka dengan pemilu.
__ADS_1
"Kamu itu kalau ngomong yang jelas dong, Davian !"ucap papi.
Davian malah menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa.Malang sekali nasibnya,baru dua kali mereguk manisnya bulan madu,palang merah sudah menghalanginya untuk memberikan hadiah cucu untuk mami dan papinya.