
Davian membuka pintu sambil menggerutu tidak jelas karena acara icip-icip nya terganggu.Dengan wajah masam, Davian menatap pengganggu yang ada dihadapannya.Mami datang dengan senyum yang terlihat menyebalkan dimata Davian.Mami datang dengan seorang pelayan yang membawakan makanan untuk pengantin baru.
"Assalamualaikum, pengantin baru.Sumringah banget kelihatannya,"senyum mami melihat wajah masam Davian.
Tanpa dipersilahkan,mami masuk menghampiri Aiyla yang masih berdiri ditempat Davian tadi mengecupnya.Mami tak sengaja melihat sebuah amplop cokelat yang Aiyla berikan pada Davian tadi di atas tempat tidur.Mami memicingkan mata melirik Davian curiga.
"Kamu letakkan di sana makanannya!"tunjuk mami pada pelayan tadi.Pelayan itupun pergi setelah melakukan apa yang mami perintahkan.Mami kembali menghampiri amplop itu.
"Ini apa?surat kontrak ? kalian nggak sedang membohongi kami semua dengan pernikahan kontrak,kan?"mami menunjuk pada amplop itu.
Davian mengambil amplop itu dan menatap mami.Maminya terlalu sering membaca novel tentang nikah kontrak,jadi kebawa kan.
"Mami....mami....ini tuh pernikahan bukan pembangunan gedung, untuk apa pake surat kontrak ?"Davian geleng-geleng kepala.
"Mami kan lebih tahu kalau anak mami yang paling ganteng ini nggak suka main-main,"lanjut Davian.
Aiyla sedikit menyunggingkan senyumnya.Aiyla tadinya juga berpikir kalau Davian akan menyuruhnya menandatangani surat kontrak seperti di novel yang sering dia baca.Ternyata Aiyla dan mami memiliki hobi yang sama,suka membaca novel.Aiyla sedikit malu karena berpikir berlebihan tentang Davian.
"Iyalah paling ganteng,kamu kan anak mami satu-satunya.Tapi itu amplop apa? bikin curiga aja,"sewot mami.
__ADS_1
"Mami kepo,"jawab Davian dan membuat mami melotot.Mami membuang nafasnya kasar.
"Ya sudahlah, kalian bersih-bersih sana.Belum shalat Dzuhur,kan?"Davian dan Aiyla menggeleng.
"Habis sholat, terus makan baru istirahat ! jangan melakukan hal yang lain, nanti malam kalian akan resepsi.Jadi perlu tenaga ekstra,paham ?"perintah mami pada pengantin baru terutama Davian.
Davian mencebikkan bibirnya, kenapa tajam sekali tatapan maminya ? seolah-olah tahu apa yang akan Davian lakukan.Mami pun pergi setelah mendapatkan anggukan dari keduanya.Aiyla langsung masuk ke kamar mandi melihat Davian yang bergerak mendekat.Davian tertawa melihat tingkah Aiyla.Segitu takutnya dia.
* * *
Disisi lain, Billa yang sedang beristirahat di kamar hotel yang ditempatinya semalam bingung.Ingin sekali rasanya menghubungi Aiyla.Billa ingin curhat tentang seseorang yang ditemuinya tadi saat ijab kabul.
Billa menimbang-nimbang,apakah akan menghubungi Aiyla atau tidak ? Tapi, nggak mungkin juga dia menghubungi pengantin baru cuma gara-gara pengen curhat.Huft... Billa membuang nafas,lebih baik tidur aja lah.
* * *
Aiyla membuka pintu kamar mandi dan keluar hanya dengan menggunakan jubah mandi karena lupa membawa baju ganti tadi.Davian mendekat dengan senyum yang membuat Aiyla takut.Tangan Davian akan menyentuh wajahnya.
"Maaf,mas ! Lebih baik mas segera mandi, waktu Dzuhur hampir habis,"Aiyla menghentikan tangan Davian dengan sedikit menjauh.
__ADS_1
Davian mendengus, melihat jam di pergelangan tangannya.Ini baru jam satu lewat sepuluh menit.
"Lebih cepat lebih baik,"cengir Aiyla.
Davian tak dapat mengelak.Walaupun ilmu agamanya kurang,tapi Davian berusaha memenuhi tanggung jawabnya sebagai muslim yang baik begitu juga Aiyla.
Setelah melakukan kewajibannya, Davian dan Aiyla makan siang.
"Berdoa,mas ! biar nikmatnya nggak diambil setan,"ucap Aiyla.
Davian menatapnya sebal."Emangnya kamu nggak denger ?"Aiyla menggeleng.
"Mas doanya dalam hati,"Davian mencubit pipi Aiyla gemas.Pengen gigit sih sebenernya,cuma...ah sudahlah, nggak usah dibahas.
"aaaaa...."Davian menyodorkan sendoknya yang berisi nasi dan juga lauknya ke mulut Aiyla.
Aiyla sedikit canggung dengan perlakuan Davian."Buka mulutnya dong, yang ! tangan mas pegel ini."Tambah bersemu lah wajah Aiyla mendengar kata yang keluar dari mulut Davian.Dengan malu-malu, Aiyla menerima suapan Davian.
"Sekarang gantian,kamu yang suapin mas !"suruh Davian dalam mode manja.
__ADS_1
Akhirnya mereka saling suap-menyuapi sampai makanannya habis tak bersisa dan segera beristirahat agar segar saat menyambut tamu yang hadir nanti.