
Keesokan harinya, sesuai yang direncanakan sebelumnya, Davian datang ke apartemen untuk menjemput pujaan hatinya.Billa dan Aiyla sedang menyiapkan sarapan pagi saat Davian datang.Mereka pun sarapan bertiga.Setelah sarapan, Davian mengajak Aiyla segera pergi ke cafe untuk mengantarkan surat pengunduran diri kepada Arya.Billa pun berangkat dengan motornya sendiri.Setelah memberikan surat pengunduran diri, Aiyla berpamitan kepada teman-temannya yang lain.Sebenarnya, Arya kurang setuju Aiyla mengundurkan diri secara mendadak begini.Tapi mau bagaimana lagi, Arya agak sedikit cemas kalau mencari gara-gara dengan orang seperti Davian.Setelah itu, Davian mengajak Aiyla ke semua tempat yang membuat Aiyla bahagia.Saat sore hari, Davian mengajak Aiyla ke salon.Lepas itu ke butik ternama yang sering didatangi oleh kaum sosialita.Aiyla sebenarnya heran, Davian akan mengajaknya ke mana sampai harus berdandan seperti ini.Tapi setiap kali ditanya, Davian cuma bilang,"ke suatu tempat."
Setelah sampai di tempat yang dibilang Davian,mata Aiyla ditutup dengan kain lembut yang disiapkan oleh Davian.Dituntunnya Aiyla sampai ke tempat tujuan.Dan saat kain yang menutupi mata Aiyla dibuka,Aiyla terkesima melihat meja yang ditata dengan cantik di tepian pantai dengan dekorasi yang indah disekitarnya.Aiyla melihat Davian dan bertanya dengan isyarat matanya."Surprise."Davian mengajak Aiyla mendekat dan duduk di kursi yang tersedia."Gimana,suka?"Aiyla menganggukkan kepalanya bahagia.Tak lama setelah itu kembang api pun menghiasi langit,"Wah..!"Aiyla begitu terpesona.Davian berdiri dan menghampiri Aiyla.Davian menggenggam tangan Aiyla dan mengajaknya berdiri."Mas dan Fahri menyiapkan ini dari kemarin.Mas benar-benar ingin kamu jadi milik mas,"Davian berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak beludru dari sakunya."Aiyla Amine,Will you marry me ?"Aiyla menutup mulutnya bingung.Aiyla bingung harus jawab i do atau i will,kok Aiyla lupa padahal dia sering mendengar kata "Will you marry me"dari film atau dari novel yang dia baca.Karena Aiyla kelamaan memberikan jawaban, Davian berdiri dan langsung memakaikan cincin yang maminya pilihkan kemarin.Mami Manda senang sekali saat Davian memberi tahu kalau dia akan melamar Aiyla."Kamu kelamaan mikirnya, padahal kemarin kita hampir menikah di KUA.Jadi, seharusnya kamu langsung bilang"Ya"gitu,"ucap Davian.Aiyla menghela nafas dan cemberut.Lamaran macam apa ini.Davian mengajak Aiyla duduk kembali dan menikmati hidangan yang sudah disajikan.Terlihat sangat lezat,tapi kok cuma sedikit, pikir Aiyla.Maklumlah sajian bintang lima, makanannya sesendok harganya selangit.Mana kenyang ini.
__ADS_1
"Kok di tepi pantai kayak gini,mas? nggak takut diterjang ombak ?"tanya Aiyla was-was.
"Melihat cuaca yang normal seperti ini sih, kayaknya ombaknya juga santai.Kenapa,kamu takut ?"Aiyla mengangguk dan membuat Davian tersenyum.
__ADS_1
"Oh iya,bang Fahri juga ikut ke sini ?"tanya Aiyla melihat ke sekelilingnya.Davian langsung cemberut dan menghentikan makannya."Kenapa nyari Fahri ?yang mau lamar kamu kan,mas !"Davian tak suka Aiyla mencari pria lain sekalipun itu Fahri.Aiyla menggaruk pelipisnya."Kan cuma nanya,apa salahnya ?"
"Mas nggak suka kamu nanya-nanya pria lain sekalipun itu Fahri, ngerti !"jelas Davian.
__ADS_1