Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Ingin Melanjutkan Sekolah


__ADS_3

Sampai di ruangannya, Davian duduk di kursi kebesarannya.Fahri berdiri di depan mejanya dan mulai membacakan jadwal Davian seharian ini.


"Boss ! soal yang tadi pagi,ibu yang menyuruh.Saya hanya menuruti perintahnya saja.Kan kita nggak boleh melawan omongan orang tua,"jelas Fahri membela diri.


Davian mendengus,"fine,kau terbebas dari hukuman."Saat ini perasaannya sedang baik, Davian tidak ingin membuat mood nya buruk.


"Terima kasih, Boss,"ucap Fahri girang.


"Untuk urusan foto, kalian tahu kan harus bagaimana ?"Davian mengingatkan Fahri.


"Boss tenang aja.Siang ini foto itu sudah bisa Boss lihat,"ucap Fahri percaya diri.


"Baik,Boss ! saya permisi,"Davian mengangguk dan Fahri segera keluar melaksanakan tugasnya.


* * *


"Kamu yakin nggak mau ikut mami,papi ke yayasan ?"bujuk mami mengajak Aiyla.


Seperti biasa, setelah papi menyerahkan kepemimpinan perusahaan pada Davian,papi dan mami mengisi waktunya dengan mengurus beberapa yayasan yang mereka dirikan.Atau mereka akan pergi berlibur bersama.


"Nggak,mi ! hari ini Aiyla akan pergi menemui Billa di cafe, Aiyla sudah izin tadi sama mas Davian,"beritahu Aiyla.


Mami mengangguk,"baiklah, nanti sekalian saja kamu bawa makan siang untuk suamimu ke kantor !"


Aiyla ragu dengan usulan mami.Mami menyentuh pundak Aiyla lembut.

__ADS_1


"Kamu tahu kan kantor Davian di mana ?"tanya mami melihat keraguan Aiyla.


"Iya mi,tahu.Nanti Aiyla akan pergi,"ucap Aiyla.


"Bagus,kamu harus percaya diri.Di kantor itu,suami kamulah Bossnya.Tegakkan kepala tapi jangan sampai terlalu mendongak,paham !"nasehat mami dan diangguki Aiyla.


"Mi,ayo berangkat !"ajak papi


"Mami,papi pergi dulu ya !"Aiyla mencium tangan kedua mertuanya dan mami membalas dengan mencium keningnya seperti biasa.


"Assalamualaikum,"salam keduanya.


"Waalaikumussalam,"balas Aiyla.


* * *


"Hei, nyonya Davian ! kok sudah pulang ? cepet banget honeymoon nya ?"goda Billa melihat kedatangan bestie nya itu.


Mereka berpelukan melepas rindu.Billa mengajak Aiyla duduk di kursi paling pojok untuk menginterogasi bagaimana perjalanan bulan madu nya.


"Gimana,gimana ? enak menikah ? kalian ke mana ? kok cepet pulang ?"Billa memberondong Aiyla dengan pertanyaan.


Aiyla memutar bola matanya jengah dengan pertanyaan Billa."Enggak gimana-gimana,enak karena punya orang tua baru yang sangat.... sangat baik,kita pergi ke luar kota,cepet pulang karena mas Davian banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan."Aiyla menjawab pertanyaan Billa satu persatu.


"Ada pertanyaan lain,"lanjut Aiyla.

__ADS_1


Billa memberengut."Kok keluar kota nggak ke luar negeri ?"


"Kan kamu tahu sendiri, kalau aku nggak bisa bahasa Inggris.Dari pada kesusahan nantinya,lebih baik nggak usah memaksakan diri.Nanti kayaknya aku akan belajar lagi untuk memantaskan diri, biar nggak malu-maluin kalau diajak ke acara-acara penting.Lagian kota-kota di Indonesia nggak kalah cantik kok dengan luar negeri,"ujar Aiyla.


Billa mengangguk setuju.


"Eh,kamu kok malah duduk nemenin aku.Nanti dimarahi pak Boss loh !"Aiyla mengusir Billa.


"Nggak akan,aku sudah mengundurkan diri.Sekarang aku cuma bantu-bantu sambil menunggu pak Boss dapat penggantiku,"jelas Billa santai.


"Terus, kamu mau ngapain kalau berhenti kerja ?"Aiyla tak habis pikir dengan bestie nya ini.Banyak orang yang kesusahan mencari pekerjaan,ini malah mau berhenti.


Billa mengedikkan bahunya,"ya,paling nanti bantu-bantu di toko ayah."


Ayah Billa memang memiliki toko kelontong di pasar dekat komplek rumahnya.Komplek perumahan biasa ya bukan perumahan elit.


"Kalau kita melanjutkan sekolah, gimana ?"saran Aiyla.


Billa mengerutkan keningnya berpikir,"hemmmm..... boleh.Tapi, otak kita mampu nggak yah ?"


Aiyla dan Billa memang mempunyai otak yang pas-pasan.Nggak terlalu pintar tapi masih mampu kalau diajak berpikir untuk belajar.


"Ya, kita usahakan lah.Nanti aku minta izin dulu ke mas Davian, boleh apa nggak !"ucap Aiyla.


"Hem... sayang juga kalau duit tabungan nggak pernah dipakai.Nanti sedih dia,"canda Billa.

__ADS_1


__ADS_2