
Flashback on
Di ruang kerja seorang direktur utama sebuah perusahaan,Fahri yang ditemani Davian duduk menunggu pemilik dari ruangan itu.
Tak kurang dari lima belas menit menunggu dengan bosan,akhirnya seseorang yang ditunggu selesai dari rapat yang dihadirinya.
"Aduh,maaf sekali Pak Davian,sudah menunggu begitu lama!"ucapnya.
"Hem,"jawab Davian sekenanya.
Pak Brata melirik sekilas pada Fahri lalu kembali menatap Davian yang kebetulan adalah rekan bisnisnya.
"Ada apa ini,Pak Davian?Apa terjadi sesuatu dalam projek yang kita lakukan?"tanya Pak Brata.
"Tidak juga.Sebenarnya kedatangan kami kemari tidak ada sangkut pautnya dengan kerjasama kita.Kami hanya ingin membuka mata Pak Brata sebagai ayah dari seorang putri yang nasibnya bergantung pada keputusan Anda,"jelas Davian.
"Maksud Pak Davian?"Pak Brata mengernyitkan alisnya.
"Apa Pak Brata benar-benar mengenal siapa pria yang akan menikahi putri Pak Brata?"tanya Davian.
"Pak Davian tidak usah muter-muter ngomongnya,saya jadi semakin tidak mengerti!"ucap Pak Brata.
Tok...tok....tok.....
Seorang pria seumuran Radit masuk menghampiri mereka yang terlihat serius.Pria itu adalah Tama,kakak dari Jasmine dan Pak Brata adalah Papanya Jasmine.
"Ada apa,Pa?Serius banget kayaknya!"
"Papa juga belum tahu,mereka membicarakan tentang apa?"
Tanpa banyak basa-basi,Fahri menyerahkan sebuah flashdisk dan meminta Pak Brata untuk melihat file yang tersimpan di dalamnya.
"Apa ini?"Tama mengernyit bingung.
__ADS_1
"Lihat saja!Kalau sudah melihat apa yang ada di sana kalian masih melanjutkan pernikahan Jasmine dengan pria pengecut seperti Dion,aku janji akan membawa lari Jasmine dan menikahinya meski tanpa restu dari kalian!"ucap Fahri santai.
"Kau..."bentak Tama siap menghajar pria dihadapannya tapi Pak Brata segera menghentikannya.
"Kalau saya jadi Anda,saya lebih rela putriku dibawa lari oleh Fahri dari pada mendorong anak saya ke jurang penderitaan yang bernama Dion,"ujar Davian lebih santai lagi.
Tama mengambil laptop Papanya.Tangan Pak Brata dan Tama mengepal melihat Video yang ditampilkan di layar laptop itu.Sebuah video yang menampilkan adegan syur Dion dengan wanita malam yang disewanya.Fahri sengaja menyuruh seseorang meletakkan kamera tersembunyi di apartemen milik Dion.
"Apa ini benar?"tanya Tama menatap Fahri.
"Seperti yang kalian lihat,"ucap Fahri.
"Brengsek!"Tama menggebrak meja.
"Dari mana kamu dapatkan video ini?"tanya Pak Brata.
"Kalian tidak tahu kalau pria ini sudah lama jadi penguntit putri Anda?"tanya Davian menunjuk Fahri yang melotot dikatain penguntit.
Kedua pria beda generasi itu langsung melotot tajam kearah Fahri.Bisa-bisanya dia menguntit Jasmine tanpa diketahui oleh bodyguard yang diperintahkan untuk selalu menjaganya.
"Terus video ini?"tanya Tama.
Tama pun sudah mengetahui kisah adiknya dengan pria dihadapannya ini.Walaupun adiknya itu tidak pernah menceritakannya.
"Kami sangat mengenal siapa itu Dion.Dia adalah juniorku saat kuliah di Singapore.Kelakuannya memang terkenal sering gonta-ganti pasangan.Dan sering melakukan one night stand dengan wanita bayaran.Dia bahkan pernah menghamili pacarnya tapi keluarganya menutupi hal itu.
Saat saya tahu Jasmine bertunangan dengannya,saya pun mulai mengumpulkan bukti kelakuan buruknya agar kalian bisa melihatnya tanpa menuduh saya sengaja ingin menggagalkan pernikahan Jasmine.
Tapi,kalau kalian masih tidak percaya,ya sudah.Saya akan dengan senang hati mewujudkan janji saya tadi,"jelas Fahri panjang kali lebar.
"Apa kau sangat mencintai putriku?"tanya Pak Brata menatap tajam Fahri.
"Apa harus Anda tanyakan lagi?"jawab Fahri membalas tatapan Pak Brata.
__ADS_1
"Baik,urus berkas-berkas yang diperlukan untuk menikahi putriku.Wujudkan apa yang menjadi pernikahan impiannya.Kau tahu pernikahan seperti apa yang diinginkannya?"
"Lebih tahu dari siapapun!"ucap Fahri yakin.
Flashback off
"Apa kamu tidak percaya dengan Papa?"tanya Pak Brata saat Jasmine berlutut di pangkuannya memohon restu.
"Jasmine sangat percaya Papa melebihi diri Jasmine sendiri,"jawab Jasmine menitikkan air matanya.
"Lalu kenapa kamu memendam semuanya sendiri?Kenapa tidak mengadu pada Papa atau yang lainnya saat kamu diperlakukan kurang ajar oleh Dion?"tanya Pak Brata lagi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf,Pa!"
"Anak Papa bukan cuma Kakak kamu,Tama.Kamu juga putri kebanggaan Papa.Maaf kalau perhatian Papa lebih banyak ke Kakak kamu.Bukan berarti Papa tidak menyayangi kamu.Papa hanya ingin Tama lebih bisa bertanggung jawab untuk keluarga kita setelah Papa.
Papa dan Mama kamu juga menginginkan yang terbaik untuk putri kesayangan kami,"imbuh Pak Brata.
"Terima kasih,Pa.Jasmine tidak pernah beranggapan kalau kalian lebih menyayangi Kak Tama.Jasmine hanya tidak mau menambah beban pikiran kalian yang sudah lelah karena pekerjaan kalian,"jelas Jasmine.
"Se-lelah-lelahnya kami,kami tetap tidak akan rela kalau putri yang kami jaga dengan sepenuh hati diperlukan buruk oleh orang lain.Jangan ulangi lagi,hum!"pinta Bu Lia.
Jasmine mengangguk dan tersenyum bahagia.Tapi,bagaimana mereka tahu kalau Dion melakukan itu padanya.
"Kalian tenang saja,Bodyguard halal putri Jasmine akan selalu menempel padanya untuk melindungi dan mencintainya dengan segenap jiwa dan raga!"Fahri menepuk dadanya percaya diri.
"Huuu......tadi nangis-nangis sampe bajunya kotor kena ingus,sekarang sok-sokan jadi pahlawan,"cibir Mami Manda.
"Kamu lap ingus kamu di baju,Kak?"tanya Jasmine dengan mimik muka jijik.
"Enggak,enak aja!"rajuk Fahri.
Semuanya tertawa melihat pengantin pria yang merajuk.
__ADS_1
"Tak sadar umur,"cibir Mami lagi.