Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Melepaskan Dendam


__ADS_3

Saat sampai di kediaman keluarga Bara Adhitama,Camilla dan Mawar dilempar ke hadapan Aiyla yang sedang bersantai menikmati sore bersama Mami dan Papi.Aiyla sangat terkejut melihat keduanya yang bersimpuh di hadapannya.Begitu pula dengan Mami dan Papi.


"Ada apa ini?Kenapa kalian bawa mereka kemari?"tanya Papi tanpa bergeser dari duduknya.


"Bos Radit yang menyuruh untuk membawa kedua orang ini ke hadapan Nona Aiyla langsung,Tuan!"


"Camilla!"


Aiyla yang baru melihat saudara tirinya yang berada di bawah kakinya langsung duduk berjongkok di depan Camilla.Namun Camilla malah mendorongnya.Untung saja,Aiyla bisa menahan bobot tubuhnya sendiri agar tidak terjatuh ke belakang.


"Aiyla!"teriak Papi dan Mami berbarengan dan menghampirinya.


"Aiyla nggak apa-apa Mi,Pi."


"Cih....dasar ratu drama!"Camilla berdiri.


"Kedua orang inilah Mi,Pi,yang membuat keonaran kemarin!"Radit masuk bersama dengan Billa.


"Oh,ya!Wah....bagus kalian bawa mereka kemari.Tangan Mami sudah gatel ingin mengacak-acak muka mereka."Mami bersiap akan memegang wajah keduanya.


"Mi!Udah nggak usah,"ucap Aiyla.


"Loh!Kenapa sih,Ai?Aku juga pengen banget menghajar mereka ini,"kesal Billa.

__ADS_1


"Sudah biarin mereka pergi!"seru Aiyla.


"Tapi sayang,kenapa?Kamu nggak mau membalas mereka?"tanya Mami heran.


Aiyla menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.Dia sudah tidak mau berurusan lagi dengan orang-orang yang sudah membuatnya sakit hati di masa lalu.Apalagi Aiyla sedang mengandung sekarang,Dia tidak ingin ada dendam di dalam hatinya.Aiyla hanya ingin mengajarkan hal-hal yang baik kepada calon bayinya.


Aiyla menggeleng,"Video itu akan berlalu dengan sendirinya dan orang-orang juga akan melupakannya seiring berjalannya waktu.Kali ini,biarkan saja mereka pergi.Tapi,jika nanti mereka bikin ulah lagi,Aiyla sendiri yang akan menghukum mereka."


"Kamu mah gitu,padahal tangan aku udah gatel banget pengen nonjok tuh orang,"ujar Billa mengepalkan tangannya.


Para bodyguard Radit pun membawa mereka pergi meninggalkan mansion itu.Tanpa mereka sadari,Ayah Reyhan melihat Camilla yang keluar dari mobil dan masuk ke mansion.Saat mobil yang membawa Camilla keluar melewati gerbang utama,Ayah Reyhan mengikuti mobil itu sampai ke rumahnya.Dan hal itu tak luput dari pantauan Aiyla yang berdiri di balik jendela.


"Lihat apa?"tanya Billa menepuk pundak Aiyla.


"Kamu tuh terlalu baik,tahu nggak!"


Aiyla menggelengkan kepalanya mendengar Billa yang masih terlihat emosi.Bukannya Aiyla tak ingin membalas,Dia cuma tidak ingin memperpanjang tali dendam diantara mereka.


* * *


Brakkk.....


Ayah Reyhan membuka pintu rumahnya dengan kasar.Matanya memerah menahan amarah.Langkah kakinya menghentak mendekati Camilla yang tengah mengadu pada ibunya.

__ADS_1


"Apa tidak puas selama ini kalian menyiksa putriku,hah?"Ayah Reyhan mencengkram lengan Camilla.


Kilatan amarah tampak jelas di wajahnya yang mengeras.Bu Rosa dan Camilla ketakutan melihat Ayah Reyhan yang berteriak pada mereka.


"Ayah,sakit!"Camilla memelas.


"Mas,lepaskan!Kasihan,Camilla kesakitan!"pinta Bu Rosa memegang tangan Ayah Reyhan.


Ayah Reyhan menghentak lengan Camilla dengan keras sehingga membuatnya jatuh dan membentur meja.


"Milla..."Bu Rosa membantu Camilla berdiri.


"Ajari anakmu itu dengan benar!"bentak Ayah Reyhan.


"Kenapa Ayah begini?Ayah dulu sangat menyayangi Milla.Kenapa sekarang Ayah jadi membenci Milla?Apa karena kebohongan yang Aiyla ceritakan?"teriak Camilla.


"Kebohongan kamu bilang?Kamu tanya ibumu yang tak tahu diri itu,siapa yang berbohong?Aku selalu memberikan apa yang kau inginkan selama ini,bahkan melebihi dari putri kandungku sendiri.Dan kau masih merasa iri padanya?Kau sama saja seperti ibumu itu,"Ayah Reyhan melangkahkan kakinya keluar.


Bu Rosa yang mendengar kata-kata yang Ayah Reyhan ucapkan merasa sangat sedih. Air matanya tak berhenti mengalir.Dia hanya ingin memberikan kehidupan yang layak untuk putrinya yang masih berusia sepuluh tahun,waktu itu.Dia tidak mau putrinya mengalami kesulitan karena ditinggalkan oleh ayahnya.


"Ayah....Ayah mau kemana lagi?Ayah baru pulang,"Bu Rosa menghentikan Ayah Reyhan.


Ayah Reyhan lagi-lagi menghentak tangan Bu Rosa yang memegang tangannya dengan kasar lalu pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Bu Rosa.

__ADS_1


__ADS_2