Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
3.CEO Adhitama Group yang Rupawan


__ADS_3

"Davian Adhitama,kamu sebenarnya mau cari wanita yang seperti apa sih?Kenapa setiap gadis yang mami kenalkan selalu saja kamu tolak,"geram mami Manda pada putra satu-satunya itu.Tapi sayang,putra kebanggaan keluarga Adhitama itu malah sibuk memainkan ponselnya.


"Davian........kamu denger mami nggak sih,hah....?"Kesal mami yang merasa tidak diperhatikan.Tanpa ba-bi-bu,mami Manda merebut ponsel yang dipegang Davian dan menjewer telinga putra kesayangannya itu tanpa perasaan.


"Aduh......duh.......mi,sakit mi.Ampun mi......"Davian mengaduh kesakitan.Jeweran mami Manda emang paling jempolan.Telinga Davian saja memerah dan terasa pedas karenanya.


Tanpa melepas jewerannya,mami Manda melanjutkan protesnya."Kamu denger kan apa yang mami omongin tadi,heum?"


"Iya mami,iya.Davi denger kok.Udah ya mi,bisa putus telinga Davi nanti,"mohon Davian dengan wajah melas.


Mami Manda pun melepas jeweran mautnya dengan kasar.

__ADS_1


"Mami tuh tega banget deh dengan anak sendiri."protes Davian dengan kelakuan maminya.


"Coba mami bayangkan,kalo anak mami yang tampan nan rupawan ini nggak punya telinga?Bisa jatuh mi pesona Davi sebagai CEO Adhitama Group,"lanjut Davian.


Plak.....plak......


pukul mami pada bahu Davian."Kalo ngomong jangan sembarangan,lagian mana ada telinga orang putus karena dijewer,"bela mami Manda pada dirinya sendiri.


"Lagian mami kenapa sih,repot banget nyariin Davi jodoh.Davi sudah dewasa mi,bisa cari jodoh sendiri,"jelas Davian pada maminya.


"Davi masih pengen dimanja-manja oleh mami.Davi masih ingin mencurahkan kasih sayang dan perhatian Davi untuk mami secara penuh,"ungkap Davian.

__ADS_1


"Terima kasih, terima kasih kamu sudah menyayangi mami sebesar ini.Tapi nak, kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya berbeda dengan kasih sayang seseorang kepada pasangannya,"jelas mami Manda.


"Emang apa sih bedanya,mi?"samber Davian tersenyum menggoda.


"Hemm...kamu tuh ya, dibilangin serius malah cengengesan kayak gitu."


Mami ingin sekali kembali menjewer telinga putra keras kepalanya itu.


"Lagian, emangnya kamu nggak iri gitu melihat teman kamu sudah menikah bahkan sudah punya anak?Melihat keromantisan mami sama papi,"goda mami kepada papi yang hanya diam dari tadi.


Papi hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar perdebatan ibu dan anak itu.Davian memutar bola matanya malas mendengar godaan yang diberikan mami Manda kepada papinya itu.

__ADS_1


Itulah Davian Adhitama, seorang CEO dari Adhitama Group yang bergerak di bidang properti dan real estate terbesar di Indonesia bahkan salah satu yang terbaik di Asia.Tahun ini Davian sudah berusia lebih dari 29 tahun.Cukup matang kan untuk berumah tangga.Dia mungkin terkenal tegas dan dingin di luar sana,tapi kalo sudah di hadapan maminya Davian bisa berubah menjadi anak manja dan selalu butuh perhatian.


Memiliki wajah tampan dan tubuh yang tegap bak seorang model profesional tak membuat Davian mudah mendapatkan seorang tambatan hati.Bukannya Davian pemilih,hanya saja Davian tidak mempunyai waktu untuk urusan percintaan.Yang ada dipikiran Davian hanya kerja, kerja dan kerja.Itulah yang membuat mami Manda merasa khawatir.


__ADS_2