
Malam ini, Davian sedang asyik mencumbu istrinya yang baru saja habis mandi.
"Mas,bisa jauhan dikit nggak sih?"Aiyla sedikit risih karena Davian mendusel-duselkan hidungnya ke ceruk lehernya.
Davian menatap Aiyla cemberut,merusak kesenangannya saja.
"Kenapa emangnya ? baru dua hari loh kita bulan madu, masa' sudah bosan !"Davian menjauh dan duduk di tepi ranjang.
Aiyla menghembuskan nafasnya,"bukannya gitu,perut aku sedang nggak nyaman.Jadi agak risih kalo deket-deket seperti itu."
"Perut kamu sakit ?"tanya Davian menghampiri Aiyla kembali.
"Sedikit,emang seperti ini kalau baru mau red day ,"papar Aiyla.
"Red day, apa tuh ?"Davian bingung.
"Red day itu......em....kamu cari tahu sendiri aja deh !"Aiyla agak malu membahasnya dengan laki-laki walaupun dengan suaminya sendiri.Belum terbiasa mungkin.
Davian mengernyitkan dahinya,lalu mengambil ponselnya dan segera mencari apa itu "Red day". Davian membelalakkan matanya melihat penjelasan apa itu Red day.Davian menatap Aiyla.
"Sayang ! baru dua hari loh,yang,"ucap Davian lesu.
Aiyla mengedikkan bahunya.
"Berapa hari biasanya ?"tanya Davian dengan mimik muka menyedihkan.
"Paling lama sih seminggu,"jawab Aiyla santai.
"Seminggu...... kalau paling sedikit ?"tanya Davian seolah ada harapan.
"Paling sih.....tujuh hari,"ucap Aiyla cengengesan.
Davian menatap Aiyla kesal dan menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk dengan lebay.
__ADS_1
"Nggak usah lebay deh mas,"ucap Aiyla dan langsung disambut tatapan tajam Davian.
"he.....he.....mas......!"Aiyla ragu.
"Kenapa ?"Davian masih mode jengkel.
"Em......ini..... sebenarnya aku nggak bawa pembalut,"beritahu Aiyla dengan wajah yang memerah.
Davian menghela nafas panjang dan beranjak keluar.
* * *
Mami dan papi menyemburkan tawanya mendengar penjelasan Davian.Kasihan sekali.
"Aduh......aduh......anak mami, kasihan sekali,"mami senang sekali meledek putranya.
Davian mendengus mendengar ejekan maminya sementara Aiyla hanya menggaruk kepalanya canggung.
Davian sudah mengabari Fahri tentang kepulangan mereka hari ini.
"Ya sudah, kamu istirahat sana ! mas ada pekerjaan dengan Fahri.Mi,Pi Davian permisi !"Davian mengecup kepala Aiyla singkat dan beranjak pergi diikuti oleh Fahri.
Mami melirik kearah papi dan hanya dibalas papi dengan mengangkat kedua bahunya.
"Ayo,mami anter kamu ke kamar kalian ! Pi,mami tinggal sebentar ya !"seru mami mengajak Aiyla.
* * *
"Bagaimana Fahri, apa yang kalian dapat ?"tanya Davian langsung.
"Kami belum mendapatkannya,Boss ! sepertinya pria itu masuk karena pengaruh orang dalam.Jadi,tanpa profil yang lengkap masih bisa diterima,"jelas Fahri.
Davian manggut-manggut mendengarnya.
__ADS_1
"Tapi kemarin,anak buah kita bertemu dengan art yang sempat bekerja di rumah Aiyla,Boss.Bi Darmi kalo nggak salah namanya,"lanjut Fahri.
"Terus, kalian sudah dapat informasi apa darinya ?"tanya Davian.
"Dia bilang, dia nggak tahu apa-apa tentang pria itu.Tapi,satu Minggu sebelum bundanya Aiyla meninggal,dia sering mendapatkan kiriman foto-foto suaminya dengan seorang wanita,"jelas Fahri lagi.
"Wanita ? siapa ?"tanya Davian mengernyitkan keningnya.
"Dia nggak bilang siapa.Bi Darmi cuma ngasih tahu kalau foto-foto itu dia simpan di sebuah kotak tempat bundanya Aiyla biasa menyimpan barang-barang Aiyla sewaktu kecil di gudang rumahnya pak Reyhan,"beritahu Fahri.
Davian diam sembari berpikir mencari jalan.Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan foto-foto itu.
"Oke, kita akan mengambilnya besok,"ucap Davian.
"Caranya,Boss ?"tanya Fahri kek orang be*o.
"Ya.... kita tinggal datang ke sana terus ambil fotonya ! gitu aja pake nanya,"gerutu Davian.
Fahri mencebikkan bibirnya,"Boss !"
"Hemmm...."balas Davian sambil memainkan ponselnya.
"Bulan madu kalian terhalang palang merah yah, Boss ?"goda Fahri menahan tawanya.
Davian menatap tajam Fahri,"kalau mau ketawa,ketawa aja, nggak usah ditahan !"seru Davian datar.
Fahri hampir menyemburkan tawanya saat Davian berkata,"gajimu dipotong dua puluh lima persen."
Fahri mengatupkan bibirnya kembali.
"Nggak, Boss ! nggak ada yang lucu, nggak ada yang perlu diketawain,"ucap Fahri menciut.
"Hemmmm,bagus !"balas Davian manggut-manggut.
__ADS_1