
Camilla sedang santai sambil menonton video lewat ponsel di kamarnya.Saat sedang asyiknya menonton, Ponselnya berdering.
Ternyata temannya menelpon.Sebut saja namanya Mawar.Camilla segera menarik tombol hijau pada ponselnya.
Camilla :"Hemmm, kenapa ?"
Mawar :"Ya elah,ketus amat ,Bu."
Camilla :"Ada apaan, buruan ! lagi nonton nih gue."
Mawar :"Ya ampun,jutek amat sih.Padahal gue punya hot news yang bisa bikin loe bahagia setengah mampus,tahu."
Camilla mengerutkan dahinya.Tidak ada yang bisa membuatnya bahagia kecuali melihat Aiyla susah.
Camilla :"Tentang apa?awas ya kalo bohong !"
Mawar :"Nggak lah.Ini tuh tentang pembokat
loe."
Camilla mulai tertarik.
Camilla :"Emang kenapa dia ?"
Mawar :"Gue baru lihat dia keluar dari hotel ?"
Camilla :"Yang bener, punya bukti loe?"
Mawar :"Punya lah.Tadi gue sempet ambil foto mereka , gandengan tangan pula."
Camilla :"Wah......kirim ke gue,dong.Tapi......
ngapain loe malem-malem di hotel "
Mawar yang ditanya jadi gelagapan sendiri.
Mawar :"Itu.....gue lagi nemenin Tante gue nengok anaknya."
Camilla :"Oh.Ya udah,buruan kirim ke gue fotonya."
Mawar :"Iya.Emang mau loe apain tuh foto?"
Camilla :"Ada,deh ! kepo lu !"
*****
__ADS_1
Aiyla masuk ke rumahnya.Aiyla memang membawa kunci cadangan supaya tidak merepotkan orang lain cuma untuk membukakan pintu.Baru saja Aiyla mengunci
pintu rumahnya, Aiyla dikejutkan oleh ayahnya yang berdiri di belakangnya.
"Dari mana kamu?"tanya ayahnya langsung.
"Dari kerja,yah.Maaf, Aiyla pulangnya telat !"
Aiyla menundukkan kepalanya.
"Kerja, kerja di mana?di hotel ?"tanya ayahnya lagi dengan nada yang sedikit naik.
Aiyla menaikkan pandangannya menatap mata ayahnya.Tadinya Aiyla merasa bahagia
karena dia pikir ayahnya peduli dan khawatir padanya yang pulang lebih malam dari biasanya.Karena sekarang jam menunjukkan pukul sebelas malam lewat sepuluh menit.
Biasanya Aiyla pulang jam sepuluh kurang.
"Ayah tahu kan kalo Aiyla kerja di cafe?"tanya Aiyla tak percaya dengan apa yang diucapkan ayahnya.Apa ayahnya sedang menuduhnya.
"Di cafe?lalu apa ini?ini kamu kan?"tanya ayah Reyhan memojokkan Aiyla.
Ternyata setelah Mawar mengirimkan foto Aiyla yang bergandengan tangan dengan Davian di lobi hotel, Camilla langsung menunjukkannya ke ayah Reyhan dengan dibumbui tentunya.Aiyla mengambil ponsel Camilla dan melihat yang ditunjukkan ayahnya.Aiyla tercengang melihatnya.Di sana terlihat jelas wajahnya.Semantara wajah Davian tertutup masker.Davian juga memakai kacamata hitam.Ibu Rosa dan Camilla yang melihat pertengkaran antara ayah dan anak tersebut tersenyum bahagia.
"Alah....loe nggak usah ngeles deh.Sudah jelas-jelas itu muka loe.Gandengan tangan,lagi.Apa coba namanya ?"Camilla memprovokasi ayahnya.
"Jaga mulut kamu.Jangan asal tuduh.Kamu nggak tahu apa-apa,"bentak Aiyla emosi.
"Aiyla ,"bentak ayahnya.
Aiyla,Bu Rosa,dan Camilla terkejut mendengar suara ayah Reyhan.Baru kali ini ayah Reyhan
membentak dengan keras.
"Ayah percaya kan sama Aiyla !"mohon Aiyla.
"Aiyla cuma nemenin temen Aiyla,yah."Aiyla kembali menjelaskan karena ayah Reyhan masih diam.
"Nemenin tidur maksudnya,iya?"Bu Rosa ikut
memojokkan Aiyla.
"Diam kamu!"bentak Aiyla.
Plakkk
__ADS_1
Ayah Reyhan menampar Aiyla.Aiyla yang tak siap pun hampir terjatuh.Aiyla memegang pipinya yang terasa perih dan menatap ayahnya tak percaya.
"Ibu dan anak sama saja,"gumam ayah Reyhan menatap Aiyla penuh amarah.
Deg.
"Apa maksud ayah?"tanya Aiyla.Kenapa ayahnya berkata seperti itu.
"Iya, kau dan bundamu itu sama saja.Sama-sama perempuan nggak bener !"ayah Reyhan sudah muak dengan semua ini.
Camilla terbelalak mendengarnya tapi tidak dengan Bu Rosa.
"Kalian sama-sama perempuan tidak tahu diri.
Bundamu itu cuma anak yatim-piatu.Tapi, dengan tidak tahu malunya dia bermain api dengan karyawanku sendiri,cih.."jelas ayah Reyhan jijik mengingat masa-masa itu.
Aiyla menggelengkan kepalanya tak percaya.
Mana mungkin bundanya yang lemah lembut
melakukan hal rendah seperti itu.
"Nggak,itu nggak mungkin.Bunda nggak mungkin melakukan hal rendah seperti itu,"
Aiyla menyangkal apa yang diucapkan ayahnya.
"Nggak mungkin?heh...,"ayah Reyhan tertawa sinis.
"Tunggu...."ayah Reyhan pergi ke kamarnya.
Aiyla terdiam tak dapat bergerak.Aiyla tak akan percaya dengan ucapan ayahnya itu.Bundanya adalah wanita yang paling baik.
Sementara Bu Rosa dan Camilla memandang
Aiyla dengan wajah mengejek.Bahagia sekali rasanya melihat Aiyla terdiam kaku seperti itu.
"Ini !"tiba-tiba ayah Reyhan melemparkan beberapa foto bunda Amine bersama dengan seorang pria yang entah siapa.Aiyla sadar dari keterpakuannya.Aiyla mengambil salah satu foto yang memperlihatkan bunda Amine
keluar dari lobi sebuah tempat seperti hotel.
Di sana terlihat pria itu memegang bahu bunda Amine.Aiyla menggeleng-gelengkan
kepalanya.
"Nggak, nggak mungkin.Ini pasti bohong."
__ADS_1