Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
STOP


__ADS_3

Davian lagi-lagi tak bisa tidur nyenyak.Itu semua gara-gara dua kata yang Aiyla ucapkan saat menelpon tadi."OK, DEAL."Apa Aiyla serius atau cuma candaan semata.Davian mencoba berkali-kali menghubungi Aiyla kembali,tapi Aiyla tidak menjawabnya.Mau menanyakan langsung,tapi hari sudah malam.Nggak mungkin dong bertamu ke rumah orang malam-malam."Tapi, itu kan apartemenku,"Davian berperang dalam hatinya.Akhirnya Davian memutuskan untuk tidur saja dan menunggu sampai besok pagi.


*****


Ting....Nong......Ting......Nong.....


Aiyla dan Billa sedang sibuk menyiapkan sarapan."Siapa sih, pagi-pagi sudah bertamu? nggak ada kerjaan banget deh,"Billa ngedumel sambil berjalan hendak membuka pintu.Saat pintu terbuka, tampaklah si pemilik apartemen dan bestienya.Billa mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk, sementara dirinya pergi kembali ke dapur.


"Ai ternyata bang Davian dan bang Fahri yang datang.Nggak jadi marah deh jadinya."Aiyla tersenyum dan menyiapkan dua cangkir kopi dan kue yang mereka buat tadi.


"Pagi-pagi kok sudah ke sini?apa ada masalah?"tanya Aiyla sembari meletakkan kopi dan kue ke atas meja.Fahri menatap Davian dengan malas.Tadi, Fahri baru saja hendak pergi joging ke taman kota.Tapi Davian menyuruhnya untuk menemaninya ke apartemennya.Nggak enak kalau pergi sendiri katanya, takut Aiyla dan Billa tak nyaman."Lagian kenapa juga bertamu sepagi ini,minta sarapan?Ini bahkan belum jam enam,"protes Fahri.Dan Davian tidak menanggapi sedikitpun protes dari Fahri.


"Mas nelpon kamu lagi semalam,tapi nggak kamu jawab.Mas chat juga nggak kamu balas,"jelas Davian.


"Oh, Hp nya lowbat semalam.Belum sempat pegang dari tadi,itu masih di cas,"tunjuk Aiyla pada kamarnya.Aiyla memang bukan tipe orang yang ketergantungan pada gadget satu itu.


"Mas mau nanya ucapan kamu yang semalam,kamu serius?"Davian mempertanyakan apa yang di dengarnya semalam."Ya elah, Boss !cuma pengen nanya?apa harus sepagi ini?"Fahri kembali protes dan mendapatkan tatapan tajam dari Davian.

__ADS_1


Aiyla berpikir,"yang mana?"Hufth.... Davian menghela nafasnya."Ok,Deal."Davian mengingatkan.


"Oh,itu.Iya serius.Kanapa tawarannya sudah nggak berlaku lagi, ya ?"tanya Aiyla lesu.Padahal Aiyla sudah berharap banyak dari Davian.Fahri bingung dengan percakapan mereka berdua,deal apa?tapi Fahri tidak ingin ikut campur tanpa diminta.Davian tersenyum lebar mendengarnya.Davian tidak peduli caranya menikahi Aiyla dengan cara seperti ini.Tanpa syarat pun, Davian pasti akan membantunya.


"Oke,kalau kamu setuju.Kita akan menikah tiga hari lagi !"perintah Davian.Fahri dan Aiyla terkejut mendengarnya.Bahkan Billa yang baru saja datang menghampiri mereka pun sama.


"Apa?"teriak trio kwek-kwek kompak.


"Tiga hari lagi ?"tanya mereka lagi masih dengan kekompakannya.Davian sampai tutup kuping mendengarnya, takut jantungan karena teriakan mereka.


"Tiga hari nggak kecepetan,mas?"tanya Aiyla yang di jawab gelengan oleh Davian.Sedangkan Fahri dan Billa masih bingung dengan situasi ini.Tiga hari?menikah? kenapa?


"Baiklah,"jawab Aiyla.Billa dan Fahri menatap Aiyla.


"Oke, Fahri kamu siapkan semuanya !"Davian meminta Fahri yang masih bengong.


"Tapi,mas.Bagaimana dengan ayah?Dia pasti tidak mau menikahkan aku !"Aiyla kembali teringat kata-kata ayahnya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu memikirkannya.Biar mas dan Fahri yang akan mengurusnya,hum."Aiyla mengangguk saja.


"Tapi,ini sebenarnya ada apa?kok, tiba-tiba nikah?"tanya Fahri menatap Aiyla dan Davian bergantian.


"Kalian nggak?"timpal Billa yang langsung dilempar bantal sofa oleh Aiyla.


"Kalian nggak perlu mikir yang macam-macam,kita menikah memang karena kita ditakdirkan untuk menikah,"jelas Davian terdengar bijak.Fahri dan Billa tidak lagi mempermasalahkan.


*****


Tiga hari berlalu,dan sekarang saatnya Davian dan Aiyla menikah.Pernikahan dilakukan di kantor KUA dengan wali hakim yang menikahkannya.Fahri dan Billa sudah pasti hadir di sana.Mami Manda dan papi Bara belum tahu tentang pernikahan ini,"mereka lagi di luar negeri saat ini,"jelas Davian pada Aiyla.Dan Aiyla percaya saja apapun yang dikatakan oleh Davian.Akan tetapi, walaupun pernikahan ini hanya dilakukan di KUA, Davian menikahi Aiyla sah secara hukum dan agama.Davian tidak mau menikahi Aiyla secara sirih.Hal itu hanya akan merugikan pihak Aiyla sebagai seorang wanita kalau terjadi sesuatu nantinya.Davian bersiap mengucapkan ijab dan belum sempat Davian membuka mulutnya, seseorang menghentikannya.


"STOP."


Davian menatap Aiyla,"belum juga buka mulut sudah di-stop aja ?"Aiyla menggelengkan kepalanya memberitahu kalau bukan dia yang melakukannya.


"Pernikahan ini tidak bisa di Lanjutkan."

__ADS_1


__ADS_2