
Seorang perempuan cantik yang baru dua Minggu menikah tengah kebingungan mencari keberadaan suaminya.Tadinya sang suami tak pernah melepaskan tangannya.Tapi kini,tiba-tiba dia hilang dari pandangannya.
"Ma,kak Radit kemana ya?"tanya Billa.
"Loh,tadi di sini kan?Kok tiba-tiba ngilang.Wah,gaswat!"ucap Mama menepuk jidatnya.
"Kenapa Ma?"tanya Billa khawatir.
"Lihat itu!"tunjuk Mama ke arah panggung.
Semua yang mendengar obrolan mereka juga melihat ke arah yang Mama Salma tunjuk.Mereka saling pandang dan menepuk kening masing-masing.Begitupula pasangan pengantin baru yang sudah duduk anteng di pelaminan.
Malam ini adalah malam resepsi pernikahan Fahri dan Jasmine.Dan sekarang,para undangan sedang menikmati berbagai jamuan yang di sajikan dengan ditemani alunan musik dari band.
"Ya,ampun!!!!"ucap Fahri lesu.
"Kenapa?"tanya istrinya.
"Tuh,kamu lihat!"Fahri menunjuk Radit yang sedang cek sound.
"Waduh,jangan sampe tamu undangan pulang tanpa makan!"kata Jasmine.
"Tes.....tes....tes.....satu...dua....tiga....."
Suara Radit terdengar menggema di seluruh ruangan,mengalihkan atensi orang-orang yang sedang menikmati makanan yang mereka ambil.
Musik pun di mainkan.Awalnya semua tampak biasa,semua orang menggerakkan badannya pelan menikmati irama lagu sampai suara sumbang Radit terdengar begitu memilukan yang mendengar.
Lagu 'Perfect' milik Ed Sheeran yang seharusnya terdengar romantis jadi....jadi.....entahlah jadi seperti apa.Pokoknya,semua yang mendengar menampilkan berbagai ekspresi di wajahnya.
__ADS_1
Ada yang tersenyum lucu,ada yang mengerutkan keningnya berpikir,bahkan ada yang pelan-pelan menutup kuping.Sungguh luar biasa sekali suara Raditya Wijaya ini.
"Mas,anterin ke toilet ya!"pinta Aiyla.
"Ayo!"
Davian mengulurkan tangannya agar Aiyla bisa berdiri.Kehamilannya yang menginjak bulan akhir membuat Aiyla susah untuk berdiri karena perutnya yang sudah membesar.
Dituntunnya istri tercintanya dengan tangan yang menempel di pinggang Aiyla dan tangan satunya menggenggam tangan Aiyla.Davian melirik kening istrinya yang berkeringat.
"Kamu kenapa?Sakit perutnya?"tanya Davian mulai khawatir.
"Mas,kamu tenang dulu ya!Perut aku memang sudah mulai kontraksi sejak dua jam yang lalu,"jelas Aiyla.
"Kenapa nggak bilang?"tanya Davian panik.
Melihat kepanikan di wajah suaminya,Aiyla mencoba mengatur nafasnya agar tidak ikut merasa panik.Hal ini sudah dipelajarinya sebelumnya lewat buku ibu hamil dan juga video yang ditontonnya.
"Kamu jangan panik,Oke!"
"Gimana nggak panik,kamu mau lahiran.Sebentar biar Mas telepon Mami!"
Davian mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Mami Manda tapi Aiyla melarangnya.Di dalam,pesta sedang berlangsung,tidak baik membuat semua orang menjadi cemas.
"Nanti saja,kita langsung ke rumah sakit aja.Sakitnya juga masih timbul tenggelam,kok.Kamu kasih tahu bibik aja supaya membawa keperluan yang sudah aku siapkan di kamar!"ujar Aiyla.
"Ya,sudah.Mas gendong aja yah!Kamu sudah susah berjalan gini."
Tak ingin membantah ditambah dirinya yang juga sudah kesulitan untuk berjalan cepat,akhirnya Aiyla hanya bisa mengangguk dan Davian segera menggendongnya.
__ADS_1
Walau berat tubuh istrinya sudah bertambah beberapa kilo akibat kehamilannya,Davian tidak akan mengeluhkan apapun.Istrinya saja tidak pernah mengeluh membawa perut buncitnya yang berisi buah cinta mereka setiap hari.Masa' menggendong sebentar saja sudah banyak mengeluh.
* * *
Sampai di rumah sakit,dokter Mia langsung menyambut kedatangan mereka dan langsung memeriksa keadaan Aiyla.Air ketubannya sudah pecah dan merembes saat mereka masih diperjalanan tadi.
"Sudah pembukaan lima,"beritahu dokter Mia.
"Apa masih lama,Dok?"tanya Davian yang selalu mendampingi istrinya.
"Kita tunggu sampai pembukaan sempurna.Biasanya bisa memakan waktu sepuluh sampai dua belas jam untuk kehamilan pertama seperti Aiyla ini.
Ada juga yang lebih dari itu.Terus disupport aja Aiyla nya.Berjalan perlahan,nggak perlu jauh sampai ke Bogor juga boleh,kok!"canda dokter Mia mengurangi ketegangan.
Candaan dokter Mia ternyata lumayan berhasil membentuk senyuman di wajah Aiyla yang terlihat cemas.Ini adalah pengalaman sekaligus ujian pertamanya sebagai seorang ibu.
Ada sedikit kekhawatiran dalam hatinya.Takut kalau saja dia tidak selamat dan tidak bisa melihat bayinya yang baru saja dilahirkan.
"Mas,kalau Aiyla nantinya tidak selamat dalam proses melahirkan,maafkanlah setiap hal buruk yang pernah aku lakukan dan didik anak kita dengan baik.Sayangi dia-."
"Kamu ngomong apa sih?Jangan bicarakan hal yang buruk-buruk!Berdoa agar dilancarkan dan diberi kekuatan untuk melahirkan anak kita dengan selamat baik kamunya juga bayi kita."
"Tapi,kan-."
"Hushhh.....sudah.Kamu berdoa aja dan persiapkan diri.Mas akan selalu di sini nemenin kamu!Ayo,Mas bantu kamu jalan,seperti yang Dokter Mia sarankan!"
"Tapi,jangan sampai ke Bogor ya Mas!"
Keduanya saling menatap,lalu tertawa mengingat candaan yang dokter Mia tadi ucapkan.
__ADS_1