
Tangan Davian terus mengelus perut besar istrinya.Sesekali diciumnya perut itu,tak sabar rasanya menantikan buah hatinya bersama Aiyla lahir ke dunia.Akan seperti apa nanti wajahnya,apa akan mirip dengan dirinya atau lebih mirip ke istrinya.
"Kurang dari dua bulan lagi kita akan bertemu. Kamu yang sehat ya di dalam perut Mama!"ucap Davian mengajak calon bayinya berbicara.
"Iya,Pa.Papa juga,jangan terlalu sering begadang!Apalagi cuma karena nonton bola," sindir Aiyla menirukan suara anak kecil.
Akhir-akhir ini,Davian memang lagi gila bola.Sampai rela tidak tidur sampai jam dua pagi.Dan akhirnya,dia jadi terlambat ke kantor karena tidur lagi setelah shalat subuh.Untung tuh kantor dia yang punya.
"Kamu nyindir Mas?"tanya Davian memicingkan matanya.
"Emang Mas merasa tersindir?"tanya Aiyla balik.
Davian diam dengan bibir yang mengerucut. Merajuk ceritanya.Aiyla yang melihat itu malah merasa gemas dan memajukan wajahnya.Davian terbelalak saat bibirnya dikecup oleh Aiyla.
"Nggak pantes tahu,ngambek-ngambek begitu.Kamu itu udah tua,sebentar lagi jadi Papa,"Aiyla mencubit kedua pipi Davian.
"Kamu sih,nyindir Mas terang-terangan banget,"Davian masih mengerucutkan bibirnya.
"Heleh,gitu aja ngambek.Aku cuma khawatir sama kamu Mas,kamu udah capek di kantor.Saat malam tiba,kamu bukannya istirahat malah begadang nonton bola,"ucap Aiyla dengan nada khawatir.
"Maaf.Mas cuma ingin melatih diri agar saat baby kita lahir,Mas sudah siap bantuin kamu ngurusin baby nya saat Dia terbangun di tengah malam,"jelas Davian.
__ADS_1
"Ya,ampun.....kamu nggak harus gitu,Mas!Aku nggak apa-apa kok,"sesal Aiyla.
"Kamu nya nggak apa-apa,Mas yang kenapa-napa.Mas maunya kita mengurus buah cinta kita bersama-sama.Mas nggak mau enak aja yang Mas rasakan,tapi pas repot nya Mas malah angkat tangan."
"So sweet banget sih,suami aku!"Aiyla memeluk Davian.
* * *
Di kamar pengantin baru,selesai menunaikan ibadah suami-istri,Radit mengecup kening bidadari surga nya.Billa yang wajahnya masih memerah,begitu malu ditatap lagi oleh suaminya itu.
"Sana,ih!"Billa menutup wajah Radit.
"Kenapa?Masih malu?"goda Radit.
"Tega banget sih,Yang!Tapi aku suka!Lagi dong,nih yang sebelah sini belum digigit,sebelah sini juga,sebelah sini apalagi,"Radit menunjuk beberapa bagian di tubuhnya.
Billa jadi melongo dengan tingkah konyol suaminya ini.Radit sehat kan,pikirnya.Billa mendorong dada bidang Radit dengan kuat sampai Radit jatuh disampingnya.Billa mengeratkan selimutnya sampai ke dada.
Radit kembali memeluk istrinya yang hendak bangun membuat Billa jadi susah bergerak.
"Jangan bangun dulu!"
__ADS_1
"Kenapa?"tanya Billa mengernyitkan dahinya.
"Biar cepat jadi!"ujar Radit.
"Cepat jadi apa sih?Nggak usah aneh-aneh deh!"sebal Billa.
"Cepat jadi apa prok.....prok....prok.....he...he.."
Mata Billa sudah bulat sempurna dengan pipi yang menggelembung.Suaminya ini perlu di kasih pelajaran sepertinya.Dengan jurus Kage Bunshin No Jutsu,Billa menyerang suaminya dari segala arah sampai Radit kewalahan menghadapinya dan meminta ampun.
"Ampun,Yang!Nggak lagi-lagi,janji!"Radit mengibarkan bendera putih.
Billa yang masih kesal turun dari perut Radit dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan membawa serta selimut yang digunakannya untuk menutupi tubuhnya tanpa peduli dengan suaminya yang masih full naked.
Tawa keras masih bisa keluar dari mulut Radit.Ternyata bahagia sekali bisa membuat istrinya kesal.Menikah tidak begitu buruk,tahu begini,dia mau menikah lebih awal.Tapi tetap Billa yang harus jadi pengantin wanitanya nggak boleh yang lain.Cinta pertama Radit sudah terpatri untuk Billa seorang dan semoga masih dia lah yang menjadi cinta terakhirnya,Aamiin.
* * *
Di lain tempat tapi masih di mansion yang sama,seorang jomblo ngenes berdiri memandang langit malam berhiaskan bintang.Di temani secangkir kopi dan brownies dengan topping kacang kenari di atas meja dari balkon kamarnya.
Fahri meletakkan siku tangannya di atas pagar pembatas balkon.Wajah seorang gadis cantik yang selalu bertahta di hatinya selalu muncul dalam pikirannya.Apa yang akan dilakukannya nanti,entah akan membuatnya bersedih atau malah marah padanya.Yang pasti,Fahri akan melakukan apapun agar gadis itu tidak merasakan penderitaan di dalam pernikahannya.
__ADS_1
"Aku akan melakukan apapun agar senyum manis itu muncul lagi di wajah cantikmu!"lirih Fahri.