
"Di sini,Ai ! kok seperti kos-kosan gini?kita nggak salah alamat,kan?"Aiyla melihat lagi alamat yang tertera di informasi yang didapatnya dari pak Bima tadi."Bener,kok.Kita tanya aja sama ibu-ibu yang lagi ngumpul di sana !"Aiyla dan Billa turun dari motornya dan menghampiri ibu-ibu itu.
"Assalamualaikum,permisi ibu-ibu ! kita mau nanya, ibu-ibu kenal nggak yah sama orang ini?"Aiyla memperlihatkan foto orang itu.Ibu-ibu itu pun saling pandang satu sama lain.
"Kayaknya nih orang sudah pindah deh,neng.Kita juga lupa dah,ni orang siapa ?"jawab salah satu ibu.
"Jadi ibu-ibu nggak pernah lihat orang ini di sini?"tanya Aiyla memastikan.Ibu-ibu menggeleng serempak.
"Kalo di kosan itu?"tunjuk Billa pada kos-kosan yang tidak jauh dari tempat ibu-ibu berkumpul.
"Itu kosan cewek,neng.Isinya anak sekolahan semua !"ibu tadi lagi yang menjawab.
"Oh, begitu ! terimakasih ibu-ibu, assalamualaikum."Aiyla dan Billa segera pergi ke tempat motor Billa diparkirkan.
"Gimana,Ai?ada alamat lainnya ?"tanya Billa dan dijawab gelengan kepala oleh Aiyla.Aiyla menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.Dia juga bingung harus bagaimana mencarinya.Informasi yang diberikan oleh pak Bima tadi cuma berisi alamat ini dan profilnya juga tidak diisi dengan lengkap.Aiyla dan Billa pun pergi meninggalkan tempat itu.Baru hari pertama pencarian,sudah mentok tak ada jalan karena minim informasi.Mereka pun segera pulang ke apartemen.Billa akan menemani Aiyla di sana.
"Ai ! gimana kalau kamu minta bantuan bang Fahri atau bang Davian?"usul Billa.
__ADS_1
"Lihat nanti deh?"jawab Aiyla.
Mereka masuk dan segera bersih-bersih karena hari juga sudah sore.Saat jam setengah delapan, Davian dan Fahri datang dengan membawa banyak bahan makanan untuk persediaan di apartemen.Mereka juga membawa makanan untuk makan malam mereka.Setelah makan, Davian menanyakan kemana saja mereka hari ini.Walaupun Davian sudah mengetahuinya dari bodyguardnya.Davian hanya ingin tahu apa atau siapa yang di carinya di perkampungan itu.Karena bodyguard yang mengikuti Aiyla tidak tahu secara detail.Tapi sayang,Aiyla tidak menceritakan sampai ke situ.Mungkin Aiyla belum percaya sepenuhnya kepadanya.Setelah beberapa saat, Davian dan Fahri pun pulang.
****
Aiyla memikirkan usul yang Billa katakan tadi.Setela menimbang-nimbang, akhirnya Aiyla memutuskan untuk meminta bantuan kepada Davian.Aiyla melihat Billa yang sudah tertidur pulas, mungkin kelelahan karena keliling mencari alamat tadi siang.Aiyla pergi ke balkon kamarnya dan menelpon Davian.
Davian :"Halo, assalamualaikum.kenapa Ai?"
Aiyla :"Waalaikumussalam,mas!maaf, ganggu !"
Aiyla :"Hem(ragu)itu, Aiyla bisa minta tolong nggak mas?"(huh)
Davian:(tersenyum )"minta tolong apa?"
Aiyla :"Tadi siang,Ai dan Billa mencari pria yang ada difoto bersama ibu itu loh,mas.Mas inget kan?"
__ADS_1
Davian:"Iya,mas inget.Kenapa nggak bilang sih tadi?kan mas sudah bilang katakan apapun yang mengganjal di pikiran kamu sama mas!kamu nggak percaya sama mas?"(ngegas)
Aiyla :"Maaf,Ai cuma masih sungkan minta bantuan ke mas."
Davian:(menghela nafas )"Hem, ya sudah lanjutin ceritanya."
Aiyla :"Ai ke pabrik ayah.Ai cari informasi di sana tapi, informasinya nggak lengkap.Terus pas kita samperin ke alamat yang ada di informasi itu ternyata mereka sudah nggak tinggal di sana dan nggak ada yang inget siapa orang itu.Mungkin karena kejadiannya juga sudah lama.Mas?mas nggak tidur kan mas?"
Davian:(menahan tawa)"Iya.Mas denger kok.Terus kamu ingin minta tolong apa ?"
Aiyla :"Bisa nggak mas cari orang itu? Aiyla mohon,mas! Aiyla pengen tahu apa yang sebenarnya terjadi.Aiyla nggak mau cuma gara-gara foto nggak jelas seperti itu,bunda nggak tenang di sana."
Davian :"Bisa.Tapi,ada syaratnya !"
Aiyla :"Apa ?"
Davian :(tersenyum)"Menikah dengan mas!"
__ADS_1
Aiyla :"Oke,deal."
Davian langsung berdiri dan menjatuhkan ponselnya.Apa Aiyla serius????