
Davian berguling menghadap ke samping kiri terus berguling lagi ke kanan lalu telentang kemudian tengkurap.Bingung mencari posisi yang nyaman.Ponselnya tak lepas dari genggaman.Sudah sejak dia menelpon ayah Reyhan,nomor itu ataupun nomor istrinya belum juga menghubunginya kembali.
"Ayah Reyhan bilang ke Aiyla nggak sih....."
"Dari tadi dihubungi nggak bisa,ditungguin nggak nelpon-nelpon."
Davian bicara sendiri seperti orang gila.Davian mencoba memejamkan matanya kembali.Sepuluh menit sudah Davian memejamkan mata,tapi tak juga tertidur.
* * *
"Yah,hujannya deras banget!"
"Ya,maklum.Ini kan sudah memasuki musim hujan!"ujar ayah Reyhan.
"Kalian tenang saja,di sini aman kok,"ucap Nek Halimah.
"Iya,saya tahu itu,Bu!"
"Oh,iya!Suaminya Aiyla kok nggak diajak?"
"Dia lagi sibuk,Nek!"alasan Aiyla.
"Oh,ya sudah.Kalian istirahat gih!Ibu hamil nggak boleh tidur larut malam!"
"Iya,Nek.Aiyla ke kamar ya Yah,Nek!"
Aiyla membuka pintu kamar dan masuk.Dengan perut yang sudah membesar,Aiyla harus berjalan dengan hati-hati.Terkadang Aiyla juga agak sesak nafasnya.Aiyla membaringkan tubuhnya menyamping,dilihatnya ponsel yang seharian ini dimatikan.Pertama dibuka,banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan dari suaminya yang menanyakan keberadaannya.
Dikarenakan cuaca yang buruk,sinyal pun ikut memburuk.Aiyla meletakkan ponselnya kembali.Untung tadi siang dia sudah memberitahu Davian kalau dirinya ikut bersama ayahnya.Sebelum pergi juga Aiyla sudah meminta izin kepada Mami Manda.
Seperti Davian,Aiyla mencoba memejamkan matanya.Tapi sepertinya ada yang kurang. Aiyla kembali membuka matanya.Biasanya, sebelum tidur Davian selalu mengelus perutnya sampai Aiyla merasa nyaman.Aiyla mengelus perutnya sendiri.
__ADS_1
"Adek yang tenang yah!Papa lagi nggak sama kita sekarang,"monolognya.
Aiyla terus mengelus perutnya sampai lelah sendiri.Karena sudah merasa lelah,akhirnya matanya pun terpejam dengan sendirinya.
Suara petir kadang terdengar kuat sehingga membuat tidur jadi tak nyenyak karena sering terbangun.Sayup Aiyla melihat seseorang menghampirinya dan duduk di tepi tempat tidurnya.Dielusnya perut Aiyla,nyaman sekali.
Aiyla pun tertidur dengan nyaman sampai suara adzan membangunkannya.Perlahan Aiyla membuka matanya,wajah tampan suaminya hadir di depan matanya.Aiyla terbelalak dan menutup mulutnya.
"Mas!Ini beneran kamu?"Aiyla menangkup wajah suaminya.
Davian yang baru saja terlelap harus bangun kembali karena terganggu tidurnya.Aiyla mencubit pipi Davian,membuktikan kalau yang ada dihadapannya adalah benar-benar suaminya.
"Aiyla,Mas baru aja tidur!"ucapnya dengan suara serak.
"Tapi ini sudah subuh,buruan bangun!Ikut yang lainnya ke mushola!"
"Sebentar lagi yah?"Davian memejamkan matanya lagi.
"Iya....iya...."Davian bangun.
Selesai sholat subuh berjamaah di mushola,Davian pamit lebih dulu dengan yang lain.Ayah Reyhan yang masih mau mendengar ceramah subuh pun membiarkan karena tahu Davian pasti masih lelah akibat perjalanan jauh yang ditempuhnya.Apalagi Davian perginya saat cuaca sedang buruk.
"Assalamualaikum,"salam Davian.
"Waalaikumussalam,"jawab Nek Halimah dan Aiyla.
Davian mencium punggung tangan Nek Halimah dan Aiyla mencium punggung tangan Davian.Nek Halimah biasanya ditemani oleh cucunya yang masih sekolah.Tapi karena keponakannya datang, jadi cucunya tidur di rumah orang tuanya yang letaknya cuma kelang beberapa rumah dari rumah Nek Halimah.
"Kok pulang sendiri,Ayah mana?"tanya Aiyla.
"Ayah kamu pasti mau denger ceramah dulu. Sudah biarkan suamimu istirahat lagi,Dia pasti masih capek,"suruh Nek Halimah.
__ADS_1
"Makasih,Nek!Saya masuk dulu!"
Davian masuk kedalam rumah diikuti Aiyla.Tadi Aiyla dan Nek Halimah sedang duduk menikmati udara segar di teras depan rumah sehabis sholat subuh.Aiyla mengikuti Davian masuk ke kamar dengan teh hangat yang diambilnya dari dapur.
"Kamu nekad banget kemari malem-malem, sendirian lagi,"Aiyla memberikan secangkir teh pada Davian.
Davian mengambil tehnya dan menyeruputnya sedikit lalu meletakkannya di atas meja samping tempat tidur.Davian menarik tangan Aiyla agar mendekat. Dipeluknya perut besar itu.
"Mas nggak bisa tidur kalau nggak ada kalian!"
"Tapi kan bisa nunggu pagi.Bahaya tahu pergi malem-malem,mana hujan deras terus petir juga.Untung nggak terjadi apa-apa,"omel Aiyla.
"Alhamdulillah,nggak terjadi apa-apa."
"Darimana Mas tahu alamat rumah ini?"
"Mas sempat ngirim pesan,nanyain alamat sini ke Ayah!"
"Oh,pantes!"ucap Aiyla datar.
"Sudah ya marahnya,Mas minta maaf.Mas nggak pernah berpikir kalau bayi yang kamu kandung milik orang lain.Mas cuma nggak suka kamu senyum-senyum ke pria lain,itu aja."
"Iya,aku ngerti kok.Aku yang minta maaf karena terlalu berlebihan menanggapinya."
"Jadi,nggak marah lagi kan?"
"Gimana yah?"
"Aiyla!!!"
"Iyaaaa......sudah sana tidur lagi,masih capek kan?"
__ADS_1
Davian pun kembali membaringkan tubuhnya. Kali ini,Davian bisa tidur dengan nyenyak karena kesalahpahaman diantara mereka sudah terselesaikan.