Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Jangan Menangis Lagi!


__ADS_3

"Benarkah?"


"Apanya?"Davian menautkan alisnya.


Saat ini,Davian sedang mengantarkan Aiyla ke kamarnya.Hari ini,semua anggota keluarga akan menginap di hotel sampai dua hari kedepan.Davian menuntun istrinya untuk duduk di tempat tidur.


"Benarkah lagu tadi spesial untukku?"tanya Aiyla menarik Davian agar ikut duduk di hadapannya.


"Lagu itu mewakili perasaanku untuk orang yang sangat spesial di sini,"tunjuk Davian pada dadanya.


"Dan orang itu adalah calon ibu dari anak-anakku!"


"Uhhh......so sweet banget sih!!!!!"Aiyla mencubit pipi Davian gemas.


"Baru tahu?"sombong Davian.


"Cih....dasar!Ya sudah,aku mau bersih-bersih dulu.Gerah banget ini dari tadi."


Davian memeluk Aiyla,"Pakai baju yang warna hitam ya!"bisiknya di telinga Aiyla.


Aiyla menatap suaminya dan tersenyum menggoda,"Tentu saja,honey!"


Aiyla masuk ke kamar mandi,dan ternyata diatas wastafel sudah tersedia sebuah paper bag yang Aiyla sudah tahu apa isi di dalamnya.Aiyla menyunggingkan senyumnya melihat sebuah lingerie hitam yang Davian inginkan.Tanpa membuang banyak waktu,Aiyla mempercantik tampilannya dengan tubuh yang terbalut gaun malam yang terlihat seksi.Meski perutnya sudah sangat menonjol,hal itu tidak mengurangi keseksiannya.


Davian yang menunggu sambil bermain game di ponselnya dibuat terpesona dengan keindahan tubuh istrinya yang tengah mengandung anaknya itu.Besar perutnya semakin membuat Davian merasa panas dingin.Aiyla menghampiri suaminya yang terus menatapnya dengan gerakan menggoda.Walaupun masih malu,Aiyla tetap melakukannya demi menyenangkan suaminya.


"You look so hot,babe!"Davian mengulurkan tangannya.


Aiyla menyambut uluran tangan suaminya dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya.Davian meletakkan tangan Aiyla melingkar di lehernya.Kakinya mengayun ke kiri dan kanan mengajaknya berdansa.


Davian memulai malam panas mereka dengan mencumbu,menggoda setiap inci tubuh sang istri.Begitu pula sebaliknya.Kecupan yang lama-lama menjadi ciuman menggairahkan,mereka rasakan.Keduanya seperti pengantin baru yang menikmati malam pertama mereka.

__ADS_1


******* dan lenguhan terdengar mengiringi gerakan yang dilakukan Davian dengan lembut.Ketakutan akan menyakiti si calon buah hati,selalu mengompori Davian agar berhati-hati saat mengunjunginya.Erangan pun terdengar saat keduanya mencapai puncaknya.Davian mencium kening dan tak lupa pada perut istrinya.


* * *


Di kamar yang lain,Billa yang baru saja masuk kamar setelah menyambut para tamu undangan yang memenuhi ballroom hotel tengah sibuk membersihkan wajahnya.Radit mendekat dan memeluk lehernya.


"Mandi,yuk!"ajak Radit mencium pelipis Billa.


"Kamu duluan aja!Aku bersihin muka aku dulu!"jawab Billa grogi.


Radit menggeleng,ditariknya tangan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu agar berdiri.Radit mengecup bibirnya untuk pertama kalinya.Kaki Billa tiba-tiba lemas mendapat sentuhan langsung di bibirnya.Perutnya seakan ada yang menggelitik.Radit dengan sigap menangkap tubuh istrinya yang hampir terjatuh.


Radit menggendong Billa menuju kamar mandi.Tanpa Billa sadari,tangannya mengalung pada leher Radit.Kedua mata saling mengunci.Radit mendudukkan Billa di atas wastafel.Dengan gerakan perlahan,Radit membuka resleting gaun pengantin yang membalut tubuh ramping istrinya dengan memeluknya.


Billa memejamkan matanya saat bibir suaminya menyentuh pundak mulusnya.Radit menurunkan Billa dari wastafel dan gaun itu pun turun sampai ke kaki.Mata itu tak lepas, memandang tubuh mulus istrinya.Billa menutup mata Radit dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan satunya,melepaskan satu persatu kancing kemeja Radit.Radit menarik tangan Billa dari matanya.Dengan senyum mengembang,Radit membawa istrinya ke bawah shower dan mulai untuk melakukan adegan romantis yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari KUA.


Tak ingin melakukan malam pertamanya di kamar mandi,Radit menggendong tubuh polos istrinya kembali ke tempat tidur.Dan di sanalah,malam tak terlupakan pasangan pengantin baru itu terjadi dengan panasnya.


* * *


Fahri mengikuti seorang wanita yang berjalan dengan terseret karena ditarik pasangannya. Rasanya gatal sekali tangan Fahri ingin mematahkan tangan yang terus menarik wanita itu.Walaupun wanitanya terus memberontak agar tangannya terlepas,tapi si pria malah membentaknya dengan kata-kata yang kasar.


"Dion,lepas!Sakit!"Jasmine menarik-narik tangannya.


Dion menghempas tangan Jasmine sampai tubuhnya membentur mobil.Dion menarik tubuh Jasmine sehingga menempel padanya. Jasmine terus memberontak saat Dion dengan kurang ajarnya memaksa mencium bibir Jasmine.


"Kenapa?Bukannya kamu seneng disentuh,hah!"bentaknya terus memaksa.


"Dion,kamu apa-apaan sih!"dorong Jasmine.


"Bukannya Lo seneng disentuh seperti itu,hah?Dasar ****** murahan!"teriak Dion.

__ADS_1


Plakkk


Jasmine menampar pipi Dion dengan keras. Emosi Dion pun terpancing dan langsung mencengkram leher Jasmine dengan tangan yang siap melecehkan tubuh Jasmine.


Belum sempat tangan kurang ajar Dion menyentuh bagian sensitif Jasmine,Fahri datang dan memelintir tangan itu.Jasmine sampai terbatuk-batuk saat cengkraman tangan Dion pada lehernya terlepas.


Fahri mendorong tubuh Dion sampai mepet ke mobil dengan tangan yang terpelintir di belakang tubuhnya.Fahri benar-benar geram dengan kelakuan bajingan satu ini.


"Sekali lagi tangan ini berani menyentuhnya,akan ku patahkan sampai kau tidak bisa lagi menggunakannya!"Fahri melepaskan tangannya.


"Oh,pengagum Lo sudah datang!Kenapa pengen dipuaskan juga,iya?"


Bughhh


Fahri melayangkan tinjunya ke rahang Dion.Jasmine yang melihatnya tidak ingin melerai.Biar saja,biar pria brengsek seperti Dion dihajar sampai babak belur.Jasmine meneteskan air matanya,kenapa dia harus mengalami hal ini?


Dion jatuh tersungkur dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.Dia mencoba bangkit dan ingin membalas pukulan Fahri. Tapi Fahri dengan gesit bisa menghindarinya.


Perkelahian pun terjadi diantara keduanya dengan disaksikan oleh Jasmine yang terus menangis.Satpam hotel baru datang dan menghentikan pertikaian saat Dion sudah terkapar tak berdaya.


"Pak,bawa brengsek ini ke rumah sakit!"pinta Fahri.


"Baik,Tuan!"


Pak satpam pun memapah tubuh Dion yang sudah tak berdaya.Fahri mengambil jas yang dilemparnya tadi dan memasangkannya pada tubuh Jasmine yang mengenakan gaun tanpa lengan.


"Ayo,aku antar pulang!"


Jasmine menatap Fahri dengan tatapan sedih,"Apa kamu masih peduli padaku?"


Fahri terdiam sejenak dan merangkul pundak Jasmine tanpa berkata apapun.Fahri mengajak Jasmine masuk ke mobilnya.Jasmine pun hanya bisa menurut tanpa banyak kata.

__ADS_1


"Jangan menangis lagi,nona Jasmine!"


__ADS_2