
Davian dan Aiyla menuruni anak tangga menuju meja makan.Aiyla pergi ke dapur untuk membantu mami dan para maid menyiapkan makan malam sementara Davian bergabung bersama papi dan Radit di meja makan.
"Loh,kamu masih di sini ?"tanya Davian melirik Radit sekilas.
Radit mendengus,"aku mau nginep disini lama,papa menyerahkan tanggung jawab untuk salah satu project-nya yang di sini.Sekalian mau menjalankan misi masa depan."Radit menatap Aiyla yang membawa makanan yang akan di susun di meja.
Davian meraup wajah Radit kuat,"jangan sembarangan,dia kakak ipar kamu ! berani sentuh dia, Abang nggak akan mengampuni kamu, ngerti !"
"Apaan sih, bang ! melirik sedikit aja nggak boleh.Lagian aku tahu kalo Aiyla istri Abang,kan waktu kalian nikah aku hadir,"jelas Radit cuek.
Aiyla dan mami ikut duduk karena sudah selesai menyiapkan makan malam dan melayani suaminya masing-masing.Radit yang melihat, mencebikkan bibirnya iri, kapan dia juga dilayani seperti itu.Radit jadi inget kejadian di cafe beberapa hari yang lalu.Radit senyum-senyum sendiri mengingat Billa yang menginjak kakinya.
"Mi, lihat anak mami senyum-senyum sendiri.Apa perlu kita panggil psikiater,mi ?"papi membuyarkan lamunan Radit tentang Billa.
"Enak aja,papi tuh jarang ngomong.Tapi sekalinya ngomong kok nggak enak sih,Pi !"Radit memajukan bibirnya.Sedangkan papi hanya mengedikkan bahunya dan melanjutkan makan.
__ADS_1
"Aduh,mi ! kok disentil bibir Radit ?"Radit mengaduh kaget, tiba-tiba bibirnya disentil oleh mami yang duduk disebelahnya.
"Makanya yang sopan sama papi kamu.Sudah itu dimakan jangan cuma ditatap makanannya !"perintah mami dan langsung di turuti Radit.
Setelah makan, seperti biasa mereka berkumpul di ruang tengah sebelum beristirahat di kamar masing-masing.
"Sayang ! kalian punya rencana apa setelah ini ?"tanya mami ke Davian dan Aiyla.
"Kalian nggak usah pindah dari sini yah ! mansion ini kan di rancang Segede ini biar anak-anak mami dan papi nggak perlu repot-repot untuk pindah.Mami,papi pengen berkumpul dengan anak-anak dan cucu-cucu kita di sini.Kalau kalian pengen menikmati waktu berdua kalian bisa menepi ke apartemen,yah !"lanjut mami dengan wajah yang sedih.
Davian menghampiri maminya dan mencium tangan mami.
"Terima kasih, sayang-sayangnya mami,"mami memeluk Davian dan meminta Aiyla untuk menghampirinya.Mereka pun berpelukan bertiga.
Papi dan Radit hanya diam di tempat masing-masing menyaksikan drama keluarga tersebut.
__ADS_1
"Mi ! kok nggak ajak Radit,"Radit mendekat ke sebelah Aiyla dan bersiap ikut berpelukan.
Davian langsung berdiri dan memiting kepala Radit."Apa misi masa depan yang kamu rencanakan adalah menikung abangmu sendiri,hah ?"
"Nggak bang, ampun ! bukan dia bang, sumpah !"teriak Radit kesakitan dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Bang, lepas bang ! sakit.Mi,Pi tolongin Radit ! Radit memohon.
Mami dan papi cuek, mereka memang seperti itu sejak dulu.Tapi tidak dengan Aiyla.Aiyla meringis melihatnya.
"Mas,sudah ! lepasin, kasihan !"seru Aiyla tak tega.
"Biarin aja,biar kapok !"Davian masih memiting kepala Radit.
"Mas....!"ulang Aiyla.
__ADS_1
Akhirnya Davian melepaskannya dan menatap Radit dengan tangan bersedekap di dada.
"Tega banget sih kalian !"Radit memegang lehernya.