Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Talk With Bestie


__ADS_3

Setelah kepergian Davian dan Fahri, Aiyla pun menceritakan semuanya kepada Billa.Aiyla menceritakan dari dia diajak Davian ke hotel.Billa sempat terperangah mendengar Davian mengajaknya ke hotel,tapi Aiyla segera menjelaskan apa yang mereka lakukan di sana.Aiyla pun menceritakan semuanya sampai selesai.Sampai Aiyla diusir secara halus oleh ayahnya sendiri.Billa geram mendengar cerita itu.Dari mana duo nenek lampir dapat foto itu.


"Kok,bisa mereka dapat foto itu?"tanya Billa.


Aiyla mengangkat kedua bahunya tak tahu,"padahal difoto itu tidak cuma ada kami berdua,di sana juga ada foto bang Fahri."


"Kamu sudah jelaskan kalau bang Fahri juga ada di sana ?"tanya Billa lagi.


"Belum sempat dijelaskan, ayah sudah marah. Apalagi duo nenek lampir ikut memprovokasi ayah,"Aiyla menghela nafas berat.Masih terlihat jelas sekali kesedihan itu.Billa kembali memeluk Aiyla, mencoba menenangkan perasaannya.Aiyla merasa sangat beruntung banyak orang yang peduli padanya.


"Apa kamu percaya bunda melakukan itu?"tanya Billa hati-hati setelah melepas pelukannya.Aiyla menatap Billa menggeleng dan tersenyum,"Bunda bukan wanita yang bisa melakukan hal serendah itu.Aku sangat, sangat yakin melebihi aku yakin terhadap diriku sendiri.Bunda adalah wanita yang paling baik yang pernah aku temui."Aiyla memuji bundanya bukan cuma karena bunda Amine adalah orang tuanya,tapi beliau memang orang yang tulus dalam menyayangi.Billa mengangguk,Aiyla bukanlah orang yang suka berlebihan dalam memuji orang lain.

__ADS_1


"Terus apa yang akan kamu lakukan sekarang ?"Billa tidak ingin Aiyla menghadapi masalah ini seorang diri.


"Aku akan mencari kebenarannya,aku tidak mau ada orang lain yang menjelekkan bundaku sekalipun itu ayahku sendiri,"Aiyla lagi-lagi menghela nafas beratnya.Seolah bebannya sangat berat saat ini."Aku akan mencari pria itu!"lanjut Aiyla lagi.


"Caranya ?"Billa ingin tahu bagaimana Aiyla mencari keberadaan pria itu.Aiyla memberikan foto yang digunakan ayah Reyhan menuduh bundanya.


"Ayah bilang dia adalah ayah kandungku,"Aiyla tersenyum miring, pedih sekali rasanya tidak diakui sebagai anak oleh ayahnya.


Aiyla mengangguk,"terimakasih, sayang kalian banyak-banyak."Mereka tertawa bersama.


"Tapi,kita kan kerja ?"Aiyla kembali bingung.

__ADS_1


"Tenang ! aku sudah mengambil cuti selama tiga hari untuk kita,"jelas Billa.


"Boss nggak marah ?"Aiyla tidak mau dipecat karena terlalu lama tidak masuk kerja.Billa terdiam sejenak.


"Awalnya sih marah.tapi setelah aku jelaskan dengan sedikit kebohongan, Boss memaklumi dan mengizinkan,"jelas Billa dengan senyum anehnya.


"Jangan tanya kebohongan apa yang aku ucapkan !"lanjut Billa sebelum Aiyla melontarkan pertanyaan.Aiyla menggeleng.


"Aku cuma pengen nanya, kapan kamu meminta izin? perasaan, dari tadi kamu di sini."


"Oh,itu.Tadi pas kamu mengantarkan bang Davian ke depan.Kamu itu sudah seperti seorang istri yang melepas kepergian suaminya untuk bekerja,tahu nggak ?"Aiyla tersenyum malu mengingat kejadian tadi pagi.

__ADS_1


"Sudahlah nggak usah diingat lagi ! aku akan mencari pria itu sekarang juga.Waktu kita tidak banyak."Aiyla tidak ingin membuang-buang waktu,lebih cepat kebenaran terungkap akan lebih baik.Aiyla sangat tahu bundanya tidak bersalah,jadi Aiyla ingin membersihkan nama baik bundanya.Dan jika, kenyataan mengatakan hal lain dari yang dia percayai, Aiyla akan berusaha menerimanya dengan lapang dada walaupun tidak akan mudah.Billa mengangguk dan segera berdiri menggandeng lengan Aiyla,"let's go."


__ADS_2