Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Ngajak Ngedate


__ADS_3

Hari-hari berganti,tak terasa hubungan Aiyla dan Davian semakin dekat.Keduanya sama-


sama merasa nyaman, tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka berdua.


Walaupun begitu, Aiyla dan Davian belum pernah menghabiskan waktu bersama seperti


sepasang yang tengah melakukan pendekatan.Aiyla dan Davian hanya bertemu


saat mengantar atau menjemput saja.Selain


itu, Aiyla dan Davian hanya berhubungan lewat Hp saja.


Suatu malam, dalam perjalanan mengantarkan Aiyla pulang.


"Ai, Minggu besok kamu libur,kan?"tanya Davian basa-basi.Aiyla pun mengangguk.


"Kenapa ?"Aiyla balik bertanya.


Walaupun kebanyakan restoran,cafe, atau resto tidak meliburkan karyawannya pada saat weekend, karena saat weekend lah pengunjung jauh lebih banyak dari hari biasanya.Tapi, cafe tempat Aiyla dan Billa bekerja meliburkan karyawannya di hari Minggu, karena hari Minggu biasanya digunakan orang-orang untuk berkumpul dengan keluarga.Itulah alasan yang diberikan


oleh pihak cafe tersebut.


"Jalan,yok !"ajak Davian.

__ADS_1


"Ke mana?"Aiyla ingin tahu.


"Terserah kamu,aku nurut aja !"jawab Davian.


Aiyla berpikir, menimbang-nimbang mau atau nggak.


"Ayolah,kita lakukan seperti pasangan yang lainnya.Menikmati waktu berdua dengan pasangan."Lanjut Davian karena ajakannya tak dijawab Aiyla.


"Pokoknya besok aku jemput jam sepuluh.Tidak ada penolakan,"tegas Davian.


Belum lagi Aiyla menjawab,sudah disambar oleh Davian.


"Kalau nggak boleh nolak, seharusnya langsung jemput aja.Ngapain repot nanya !"jutek Aiyla.Davian tersenyum dan mengacak rambut Aiyla.


"Jangan lupa besok dandan yang cantik !"Davian mengingatkan Aiyla.Aiyla segera turun tak menghiraukan kata-kata Davian.


*****


Malam pun berganti pagi.Davian sudah bangun dan sedang berolahraga di ruang gym


yang ada di mansion.Saat sedang asik berolahraga, ponsel Davian berbunyi.Davian melihat nama "Mami" dan segera menggeser tombol hijau pada ponselnya.


"Hallo,mi ! kenapa ?"tanya Davian to the point.

__ADS_1


"Kamu itu, ditelpon maminya kok nanya kenapa,emang harus ada apa-apa dulu baru boleh telpon ?"oceh maminya di pagi hari yang cerah ini.


"Mami cuma mau kasih tau kalau mami sama


papi mungkin masih agak lama di sini nya !


semalem mami nelpon kamu,tapi kayaknya kamu sibuk banget,"lanjut mami.


"Iya, Davian sibuk akhir-akhir ini,"jelas Davian.


Davian belum memberitahu tentang hubungannya dengan Aiyla kepada orang tuanya.Davian ingin memastikan Aiyla mau menikah dengannya dulu baru memberitahu mami dan papinya.Kalau ternyata Aiyla masih menolak,baru Davian meminta bantuan mami dan papinya.Kok maksa....


"Sibuk mengejar calon mantu mami,"gumam Davian yang tidak didengar mami.


"Ya,sudah kalau begitu mami tutup dulu.Kamu jaga kesehatan nggak usah terlalu ngotot bekerjanya,kita tuh udah kaya.Jangan rindu, rindu itu berat."Mami pun menutup sambungan teleponnya dengan nasehat unfaedahnya.Davian geleng-geleng kepala mendengar keabsurd-an maminya.Davian melihat jam di ponselnya,sudah jam setengah sembilan.Dia pun bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Hari ini adalah hari istimewa nya bersama Aiyla.Bisa dibilang ini adalah kencan pertamanya dengan Aiyla.Jadi Davian harus tampil istimewa juga dong.Davian berdiri lama di depan jejeran baju-baju.Dia bingung harus memakai pakaian seperti apa, maklum


belum pengalaman.Dia mencoba beberapa baju yang pas untuk ngedate.Davian mengirimkan fotonya kepada Fahri untuk meminta pendapat.Fahri yang sedang santai


bingung juga jadinya.Fahri kan juga belum pernah ngedate.Yang sabar ya,bang Fahri.


Setelah melalui banyak drama pemilihan baju,

__ADS_1


akhirnya Davian memilih kaos hitam dengan jaket Levis dipadukan dengan jeans hitam dan sneaker putih.Gayanya sudah kek ABG aje deh.


__ADS_2