Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Jalan-jalan Bersama Bumil


__ADS_3

Beberapa hari sebelum hari H,Billa mengajak Aiyla untuk pergi berdua.Seperti yang terjadi pada Aiyla saat sebelum menikah,begitu pula yang dialami oleh Radit dan Billa.Sejak dua hari yang lalu,Bu Salma menyuruh Radit untuk tidak bertatap muka dengan calon menantunya itu.Tentu saja hal itu sangat disambut baik oleh si calon pengantin wanita.


Billa mengajak bumil itu jalan-jalan berkeliling.Awalnya Davian tidak mengizinkannya,tapi dengan jurus seribu rayuan,akhirnya Davian mengizinkannya juga.


"Nggak nyangka ya,kita benar-benar akan jadi saudara.Jalan hidup orang emang nggak ada yang tahu,"ucap Aiyla.


"Bener banget,tapi aku agak sedikit takut deh,Aiy!"


"Takut apa?"


"Hmmmm........gimana ngomongnya ya,"Billa garuk-garuk kepala.


Aiyla menahan senyumnya,"Takut malam pertama?"


Billa melotot tajam mendengar Aiyla mengucapkan itu dengan mudahnya,tanpa malu.Pipi Billa jadi bersemu merah,Aiyla menyemburkan tawanya melihat itu.


"Apa sih Aiy!"


"Kenapa malu sih?Itu kan hal yang biasa."


"Masa' sih?"


"Udah,kamu nggak perlu merasa terbebani oleh pikiran kamu sendiri.Jalani aja dengan setulus hati.Langsung ataupun ditunda-tunda, toh akan dilakukan juga pada akhirnya.Iya,kan?"


"Kamu ngomongin apaan sih,Aiy?"


"Aku juga nggak tahu aku ngomongin apaan."


Keduanya tertawa dengan obrolan mereka sendiri.Seorang pelayan datang membawa menu yang mereka pesan.Setelah mengunjungi beberapa tempat wisata,Aiyla dan Billa pergi ke cafe untuk beristirahat dan bersantai.


"Hai!Boleh gabung?"tanya seseorang.


Aiyla menatap Billa,"Siapa?"


"Eh,Kak Shandy!"sapa Billa.


"Boleh gabung?"ulangnya dan diangguki oleh Billa dan Aiyla.


"Kenalin teman aku,Aiyla.Aiy,ini Kak Shandy."

__ADS_1


Shandy mengulurkan tangannya berkenalan dan Aiyla pun menyambutnya dengan ramah.Shandy duduk di depan Aiyla.


"Sendirian aja?"tanya Billa.


"Hem.Kebetulan tadi,habis ketemu klien di dekat sini.Sekalian aja mampir kemari untuk makan siang,"jelas Shandy.


"Oh,ya!"Billa mengeluarkan sebuah undangan pernikahannya.


"Kamu mau nikah?"Shandy membuka undangan yang Billa berikan.


"Ya,gitu deh!Nggak nyangka kan,cewek cupu ada juga yang mau,"cengir Billa.


"Kamu kayaknya masih marah sama aku,ya?"


"Nggak kok!Kak Shandy aja yang baperan."


"Kamu bisa aja.Berarti sudah nggak ada harapan dong untuk aku?"


"Maksudnya?"


"Maksudnya Kak Shandy suka sama kamu,Billa!"jelas Aiyla.


Billa jadi salah tingkah sendiri melihat Shandy menganggukkan kepalanya,mengiyakan apa yang Aiyla katakan.Gelas jus yang ada di samping tangannya tak sengaja tersenggol dan tumpah mengenai bajunya.Billa jadi panik dan langsung permisi ke toilet.


"Kok aku?"


"Kak Shandy sengaja banget bercandanya kek gitu,Billa jadi grogi kan."


"Aku nggak bercanda kok!"


"Hah?"kaget Aiyla.


"Aku memang suka sama Billa sejak pertama kenal waktu sekolah.Tapi Billa selalu menghindar saat aku mau minta maaf dan ingin memulai dari awal hubungan kami,"Shandy menghela nafas.


"Sejak Kak Shandy mempermalukan Billa di cafe?"


"Kamu tahu?"tanya Shandy dan dibalas anggukan kepala oleh Aiyla.


"Aku benar-benar menyesal sudah melakukan hal itu.Aku pikir,masih ada kesempatan saat kami bertemu kembali waktu itu.Tapi ternyata, sudah tidak ada harapan lagi."

__ADS_1


"Sabar ya Kak,setiap orang sudah disiapkan jodohnya masing-masing oleh yang Maha Kuasa,"hibur Aiyla.


"Ya,kamu benar sekali.Oh ya,ngomong-ngomong sudah berapa bulan?"


"Apanya?"


"Kehamilan kamu?"


"Oh,sudah tujuh bulan lebih."


"Ibu hamil auranya memang beda ya,jadi terlihat tambah cantik!"


"Kakak bisa aja!"


"Ehem.....!"Davian tahu-tahu muncul didekat Aiyla.


"Mas!Kamu di sini?"


"Iya,memangnya kamu nggak lihat?Ayo pulang!"tarik Davian.


"Maaf,hati-hati!Masnya lihat sendiri kan,Aiyla sedang hamil?"


"Nggak usah ikut campur,saya jauh lebih tahu!"kesal Davian.


"Kak Shandy,nggak apa-apa Dia suami saya!Maaf,kita duluan!"


Aiyla memegang lengan Davian,mencoba menenangkannya yang masih terlihat kesal. Mereka pun pergi meninggalkan Shandy dan Billa yang masih di toilet.


Davian menyuruh Aiyla masuk ke mobil dan melajukan mobilnya sedikit kencang.Tadinya Davian yang baru selesai melihat proyeknya bersama Fahri berinisiatif untuk menjemput istrinya itu di cafe yang sudah Aiyla beritahu. Tapi saat Dia masuk,dari kejauhan Davian melihat istrinya itu tengah berbincang dengan seorang pria tanpa Billa diantara mereka.Davian jadi kesal dan segera menghampiri mereka.


"Loh,Aiyla nya mana?"tanya Billa yang baru selesai membersihkan bajunya di toilet.


"Dibawa pergi!"


"Hah!Dibawa oleh siapa?"panik Billa.


"Katanya sih suaminya!"


"Bang Davian?"

__ADS_1


Shandy mengangkat kedua bahunya tak tahu.Billa mengambil ponselnya di dalam tas hendak menghubungi Aiyla.Tapi Aiyla sudah mengirim pesan bahwa ia pulang duluan bersama Davian.Billa bernafas lega mendapat pesan itu.


"Syukurlah!"


__ADS_2